Penjelasan Asmaul Husna dan Artinya

Asmaul husna – Mengenal nama-nama Allah merupakan hal yang sangat penting yang mesti diperhatikan oleh setiap muslim.

Karena pengetahuan akan Allah, nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatannya merupakan ilmu yang sangat mulia.

Apabila seorang hamba mengenal Allah dengan baik, maka ia akan semakin takut kepada Allah, berharap kepadaNya, serta semakin ikhlas dalam beramal. Sehingga imannya akan semakin bertambah.

Dan tidak jalan untuk mengenal Allah dengan baik, kecuali dengan mempelajari dan memahami dengan baik Asmaul husna

Penetapan Asmaul Husna adalah tauqifiyah

Sesungguhnya sarana yang paling mulia, paling tinggi dan paling kuat alam mendekatkan diri kepada Allah ialah dengan melalui asmaul husna. Oleh karena, ilmu ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam islam.

Ibnu Qoyyim berkata:

“Ilmu tentang nama-nama Allah serta memahaminya merupakan pangkal atau pokok dari ilmu-ilmu lainnya.

Barangsiapa memahami nama-nama Allah ini sebagaimana yang dikehendaki Allah, maka ia telah menguasai seluruh ilmu.

Hal ini karena pemahaman terhadap Nama-nama Allah ini merupakan dasar untuk memahami seluruh ilmu.

Sebab seluruh ilmu itu merupakan hasil akhir yang ditunjukkan oleh nama-nama Allah, dan sangat erat kaitannya dengan asmaul husna”.

Ibnu Qoyyim rahimahullah menyebutkan tiga tingkatan dalam memahami asmaul husna.

Memahami dengan baik ketiga tingatan ini bisa menyebabkan seorang muslim dijamin masuk surga. Yaitu:

1. Menghafal lafadz-lafadznya serta hitungannya

2. Memahami maknanya, serta arahan-arahannya

3. Berdoa dengannya

Para ulama sepakat bahwa tidak boleh menamai Allah, atau menyandarkan sifat tertentu kepada Allah kecuali dengan nama dan sifat yang diberitakan Allah dalam kitabNya, atau melalui lisan RasulNya.

Penentuan nama-nama Allah merupakan masalah tauqifiyyah, sehingga penetapannya harus berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Imam An-Nawawi berkata, “Nama-nama Allah itu bersifat tauqifiyyah, tidak boleh ditetapkan kecuali dengan dalil yang shahih.” Syarh An-Nawawi (VII/188)

Perkataan para ulama mengenai penetapan asmaul husna adalah masalah tauqifiyyah sangatlah dan tidak adalah yang berselisih dalam hal ini.

Ketetapan yang disepakati

Sesungguhnya yang telah disepakati ketetapannya, dan telah dishahihkan dari hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang hal ini, menunjukkan bahwa jumlah asmaul husna ini adalah 99.

Inilah yang diriwayatkan dalam shahihain dari Abu Hurairah radhiyallah anhu. Akan tetapi tidak diketahui dari nabi bahwa beliau pernah menentukan 99 nama-nama Allah dalam satu nash saja.

Jika demikian kenyataannya, kenapa muncul Nama-nama Allah, yang selanjutnya diklaim sebagai asmaul husna yang telah dihafal oleh kaum muslimin sejak berabad-abad yang lalu hingga sekarang?

Ijtihad tiga perawi hadits dalam menghimpun asmaul husna

Di penghujung abad kedua dan di awal abad ketiga Hijriyyah, tiga orang perawi hadits telah berusaha untuk menghimpun asmaul husna.

Mereka melakukannya dengan dua hal:

1.Beristinbath dari Al-Qur’an dan As-Sunnah

2. Mereka mengambilnya dari pendapat ulama-ulama yang sezaman dengan mereka.

Perawi pertama, yang paling terkenal dab manjadi pionir dalam pengumpulan asmaul husna adalah Al-Walid bin Muslim maula bani Umayyah yang wafat pada tahun 195 H.

Menurut ulama-ulama ahli al-jarh dan at-ta’dil, ia adalah seorang yang sering melakukan tadlis dalam meriwayatkan hadits. Lihat Taqribut Tahdzib (II/336), karya Ibnu Hajar.

Perawi kedua adalah Abdul Malik Ash-Shan’ani. Menurut para ulama ahli al-jarh dan at-ta’dil, ia adalah salah seorang perawi hadits, di mana hadits-hadits yang diriwayatkannya tidak boleh dijadikan hujjah, karena ia sendiri termasuk pembuat hadits-hadits palsu. Lihat Al-Kasyif (II/214), karya Adz-Dzahabi.

Adapun perawi ketiga adalah Abdul Aziz bin Al-Husain. Ia pun dinilai lemah, karena hafalannya banyak yang hilang, sebagaimana disebutkan oleh Imam Muslim. Lihat Adh-Dhu’afa wal Matrukin (II/109).

Masing-masing dari ketiga orang ini telah bersusah payah mengumpulkan nama-nama Allah hingga mendekati angka 99.

Kemudian mereka menafsirkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang mengisyaratkan angka 99 tersebut dengan nama-nama Allah yang mereka kumpulkan tersebut.

Baca Juga:
• Pandangan Imam Syafii Tentang Asmaul Husna

99 Asmaul Husna yang dihimpun oleh Al-Walid bin Muslim

NoArti Asmaul HusnaAsmaul Husna
1Yang Diibadahi dengan Benarُالإِِله
2Yang Maha Pengasihالرَّحْمَانُ
3Yang Maha Penyayangالرَّحِيْمُ
4Raja, Penguasa Alam Semestaالمَلِكُ
5Yang Maha Suciالقُدُوْسُ
6Yang Maha Memberi keselamatanالسَّلَامُ
7Yang Maha Memberi keamananالمُؤْمِنُ
8Yang Maha Pemeliharaالمُهَيْمِنُ
9Yang Maha Muliaالعَزِيْزُ
10Yang Maha Memaksa, Maha Berkuasaالجَبَّارُ
11Yang Maha Sombongالمُتَكَبِّرُ
12Yang Maha Menciptakanالخَالِقُ
13Yang Mengadakanالبَارِئُ
14Yang Memberi bentuk dan rupaالمُصَوِّرُ
15Yang Maha Pengampunالغَفَّارُ
16Yang Maha Perkasaالقَهَّارُ
17Yang Maha Pemberiالوَهَّابُ
18Yang Maha Pemberi Rezekiالرَزَّاقُ
19Yang Maha Memberi keputusanالفَتَّاحُ
20Yang Maha Mengetahuiالعَلِيْمُ
21Yang Maha Menahanالقَابِضُ
22Yang Maha Melapangkanالبَاسِطُ
23Yang Maha Merendahkanالخَافِضُ
24Yang Maha Meninggikanالرَافِعُ
25Yang Memuliakanالمُعِزُّ
26Yang Menghinakanالمُذِلُّ
27Yang Maha Mendengarالسَّمِيْعُ
28Yang Maha Melihatالبَصِيْرُ
29Yang Maha Menetapkanالحَكَمُ
30Yang Maha Adilالعَدْلُ
31Yang Maha Lembutاللَطِيْفُ
32Yang Maha Mengetahuiالخَبِيْرُ
33Yang Maha Penyantunالحَلِيْمُ
34Yang Maha Agungالعَظِيْمُ
35Yang Maha Pengampumالغَفُوْرُ
36Yang Maha Mensyukuriالشَكُوْرُ
37Yang Maha Tinggiالعَلِيُّ
38Yang Maha Besarالكَبِيْرُ
39Yang Maha Memeliharaالحَفِيْظُ
40Yang Menjaga dan Melindungiالمُقِيْتُ
41Yang Maha Menghitungالحَسِيْبُ
42Yang Maha Agungالجَلِيْلُ
43Yang Maha Muliaالكَرِيْمُ
44Yang Maha Mengawasiالرَقِيْبُ
45Yang Maha Mengabulkanالمُجِيْبُ
46Yang Maha Luasالوَاسِعُ
47Yang Maha Bijaksanaُالحَكِيْم
48Yang Maha Pengasihالوَدُوْدُ
49Yang Maha Muliaالمَجِيْدُ
50Yang Maha Membangkitkanالبَاعِثُ
51Yang Maha Menyaksikanُالشَهِيْد
52Yang Maha Benarُّالحَق
53Yang Maha Pemeliharaُالوَكِيْل
54Yang Maha Kuatالقَوِيُّ
55Yang Maha Kokohالمَتِيْنُ
56Yang Maha Membelaالوَلِيُّ
57Yang Maha Terpujiالحَمِيْدُ
58Yang Menghinggakanالمُحْصِيُ
59Yang Memulaiالمُبْدِئُ
60Yang Mengembalikanالمُعِيْدُ
61Yang Menghidupkanالمُحْيِي
62Yang Mematikanالمَمِيْتُ
63Yang Maha Hidupالحَيُّ
64Yang Maha Berdiri sendiriالقَيُّوْمُ
65Yang Mengadakanالوَاجِدُ
66Yang Maha Muliaالمَاجِدُ
67Yang Maha Tunggalالوَاحِدُ
68Yang Menjadi Tumpuan segala sesuatuالصَمَدُ
69Yang Maha Kuasaالقَادِرُ
70Yang Maha Menentukan takdirالمُقْتَدِرُ
71Yang Mendahulukanالمُقَدِّمُ
72Yang Mengakhirkanالمُؤَخِّرُ
73Yang Maha Awalالأَوَّلُ
74Yang Akhirالآخِرُ
75Tidak ada sesuatu yang mengunggulinyaالظَاهِرُ
76Tidak ada sesuatu yang menghalangiNyaالبَاطِنُ
77Yang Maha Melindungiالوَالِي
78Yang Maha Tinggiالمُتَعَالِي
79Yang Maha Melimpahkan Kebaikanالبَرُّ
80Yang Maha Penerima Taubatالتَوَّابُ
81Yang Maha Menyiksaالمُنْتَقِمُ
82Yang Maha Memaafkanُّالعَفُو
83Yang Maha Belas kasihُالرَئُوْف
84Yang Memiliki seluruh kerajaanِمَالِكُ المُلْك
85Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaanِذُوْ الجَلَالِ وَالإِكْرَام
86Yang Maha Adilُالمُقْسِط
87Yang Maha Menghimpunkanُالجَامِع
88Yang Maha Kayaُّالغَنِي
89Yang Menjadikan Kayaالمُغْنِي
90Yang Maha Mencegahُالمَانِع
91Yang Memberi Mudharatُالضََّار
92Yang Memberi Manfaatُالنَافِع
93Cahayaُالنُّوْر
94Yang Maha Menunjukiالهَادِي
95Yang Maha Menciptaُالبَدِيْع
96Yang Maha Kekalالبَاقِي
97Yang Mewarisiُالوَارِث
98Yang Maha Membimbingُالرَشِيْد
99Yang Maha Sabarُالصَبُّوْر

Baca Juga:
• Rukun Iman dan Penjelasannya

Penjelasan Makna Asmaul Husna

Setiap muslim hendaknya berusaha menghafal asmaul husna dan juga berusaha memahami makna dari setiap nama-nama Allah yang agung, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan.

1. YANG MAHA PENGASIH ُالرَّحْمن

Allah Azza Wajalla yang memiliki nama الرَّحْمن maksudnya Dia-lah Dzat yang memiliki sifat kasih sayang secara umum, karena Dialah yang telah menciptakan, memberi rezeki, dan menunjuki jalan bagi hamba-hambaNya,

Rahmat Allah di dunia ini meliputi segala sesuatu, termasuk kaum mukminin dan juga orang-orang kafir.

Dan rahmat Allah membukakan pintu-pintu pengharapan dan keinginan, juga membangkitkan semangat untuk beramal sholih.

sebaliknya rahmat Allah ini menutup pintu-pintu ketakutan dan keputusasaan, serta memberikan perasaan aman dan damai bagi setiap hamba,

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah shallahu alihi wa sallam bersabda:

“Allah telah menjadikan 100 rahmat, lalu Dia menahan 99 bagian, dan menurunkan satu bagian saja di muka bumi. Dikarenakan rahmat yang satu ini, maka seluruh makhluk mempunyai rasa kasih sayang, sehingga seekor kuda akan mengangkat kakinya menjauhi anaknya karena khawatir mengenainya”. HR. Al-Bukhori no.6000, kitab Al-Adab, bab 19.

Faedah

Mentauhidkan Allah Ta’ala dalam namaNya الرَّحْمن mengharuskan penuhnya hati dengan rahmat kasih sayang, kecintaan dan keimanan. Maka buahnya adalah:

1. Seorang muslim akan sangat gemar untuk melakukan apa yang bermanfaat bagi saudaranya sesama manusia. Sama saja apakah itu orang-orang mukmin atau bukan.

2. Ia akan menghormati orang yang lebih tua darinya, mencintai orang yang lebih muda darinya, serta senantiasa menyambungkan tali kasih sayang dengan mereka. Ia ikut bergembira dengan kegembiraan mereka, serta ikut bersedih dengan kesedihan mereka.

Penting untuk diketahui

1. Bentuk kasih sayang terhadap orang-orang kafir

Adapun bentuk kasih sayang terhadap orang-orang kafir adalah dengan gemar mendakwahi mereka dalam rangka memadamkan api Neraka yang akan membakar mereka, bersungguh-sungguh menasehati dan membimbing mereka ke jalan yang benar.

2. Agar dikasihi oleh Allah dan para Malaikat

Driwayatkan bahwa Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Orang-orang pemurah akan dikasihi oleh Ar-Rahman. Kasihilah penduduk bumi, maka kalian akan dikasihi oleh penduduk langit”.

2. YANG MAHA PENYAYANG ُالرَّحِيْم

Allah Ar-Rahim maksudnya Dia-lah Dzat yang bersifat kasih sayang secara khusus, yang diperoleh orang-orang mukmin di dunia dan akhirat.

Allah Azza Wajalla telah menunjuki mereka untuk mentauhidkan dan beribdahnya kepadaNya di dunia, dan memuliakan mereka di akhirat dengan memasuki surga-Nya, serta menganugerahkan kenikmatan kepada mereka dengan melihat-Nya.

Rahmat Allah itu tidak terbatas bagi kaum musilimin saja, tetapi terlimpah juga kepada keturunan mereka setelahnya, sebagai bentuk permuliaan Allah terhadap kaum muslimin.

Manfaat

Mentauhidkan Allah dalam namaNya Ar-Rahim mengharuskan penuhnya hati dengan loyalitas kasih sayang, cinta, dan memenuhi janji. Hal ini akan mendorong jiwanya untuk:

1. Mencintai dan berbelas kasih kepada orang-orang mukmin, serta sangat gemar untuk berbuat baik kepada mereka, atau sangat ingin agar mereka menjadi baik.

Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang yang sangat menyayangi dan mencintai para Sahabatnya, juga sangat belas kasih, dekat serta jujur kepada mereka.

2. Berhati lembut terhadap kaum kerabat dan sesama muslim. Disebutkan dalam hadits yang shahih dari ‘Iyadh bin Himar Al-Mujasyi’i radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga golongan termasuk ahli surga, (pertama) Seseorang yang memiliki kekuasaan dan menjalankan kekuasaannya dengan adil, senang bershadaqah dan tepat (dengan tuntutan syari’at). (Kedua) Seorang yang penyayang, berhati lembut terhadap setiap kerabat dan setiap muslim. (Ketiga) Seorang yang menjaga kehormatan dirinya, tidak mengemis-ngemis, sekalipun keluarganya banyak.” HR. Muslim, no.2865 ktab Al-Jannah


3. RAJA, PENGUASA ALAM SEMESTA المليك

Allah Azza Wajalla memiliki nama Al-Malik, artinya Dia-lah Dzat yang memiliki kerajaan alam semesta. Dia-lah yang memiliki perintah dan larangannya dalam kerajaan-Nya.

Dia mengurus makhlukNya dengan perintah dan perbuatanNya. Tidak seorang pun yang ikut ambil bagian dalam pemeliharaan dan urusan-Nya.

Maka, tidak ada pencipta bagi semua yang ada kecuali Allah, dan tidak ada Pengatur bagi sesuatu itu kecuali Dia.Dialah Raja yang sebenarnya, yang memberikan aturan hidup bagi mereka agar mencapai tujuannya.

Allah AL-MALIK adalah Dzar yang di TanganNyalah kekuasaan mutlak lagi sempurna, yang tidak berserikat denganNya siapa pun atau apa pun juga. QS. Al-Mulk:1

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.