Ciri Ciri Makhluk Hidup

Ciri Ciri Makhluk Hidup – Bumi didiami banyak makhluk hidup yang memiliki ciri khusus. Ciri khusus tersebut membedakannya dengan makhluk hidup lain. Namun, terdapat ciri ciri makhluk hidup yang pasti dimiliki setiap makhluk.

Makhluk hidup yang ada di bumi mendiami ekosistem sesuai dengan habitatnya. Makhluk hidup juga melakukan berbagai aktivitas yang dapat membedakannya dengan benda mati.

Ciri Ciri Makhluk Hidup

1. Bergerak

Ciri ciri makhluk hidup bergerak

Ada 2 jenis gerakan yang menjadi ciri ciri makhluk hidup, yaitu pasif dan aktif. Perbedaan keduanya berdasarkan bagian tubuh yang bergerak.

Gerakan pasif adalah saat sebagian bagian makhluk hidup bergerak sedangkan gerakan aktif adalah saat seluruh bagian makhluk hidup bergerak sehingga dapat berpindah posisi.

Gerakan aktif dapat membuat makhluk hidup berpindah. Contoh gerakan aktif adalah berjalan, berlari, atau berenang. Manusia dan hewan adalah 2 makhluk hidup yang dapat bergerak aktif.

Alat gerak masing-masing makhluk hidup berbeda, sesuai dengan habitatnya. Makhluk hidup di darat umumnya menggunakan kaki seperti kuda atau perut seperti ular.

Beberapa makhluk darat lain yang tergolong unggas tidak hanya memiliki kaki untuk bergerak, tetapi juga memiliki sayap. Unggas dapat berpindah tempat dengan terbang.

Hewan air seperti ikan menggunakan sirip dan ekornya untuk berpindah tempat. Mereka juga memanfaatkan arus air agar dapat berpindah dari 1 tempat ke tempat lain.

Berbeda dengan hewan dan manusia, tumbuhan hanya dapat bergerak pasif sehingga tidak bisa berpindah posisi. Tumbuhan umumnya bergerak karena rangsangan eksternal.

2. Bernapas

Ciri Ciri makhluk hidup bernapas

Bernapas merupakan ciri ciri makhluk hidup sehingga proses ini tidak hanya ditemui di manusia, tetapi juga di hewan dan tumbuhan. Masing-masing memiliki mekanisme yang berbeda.

Bernapas merupakan proses memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dengan sistem pernapasan. Selain karbondioksida, makhluk hidup juga mengeluarkan uap air.

Oksigen yang masuk ke sistem pernapasan akan diproses sehingga terjadi pertukaran dengan karbondioksida.

Oksigen tersebut akan digunakan sebagai sumber energi dan metabolisme tubuh.

Manusia bernapas dengan paru-paru. Hidung merupakan organ yang menjadi saluran pernapasan awal dan akhir. Hidung juga menjadi sistem pertahanan tubuh yang menyaring udara masuk.

Hewan memiliki bermacam jenis sistem pernapasan yang berbeda satu sama lain. Contohnya mamalia menggunakan paru-paru, ikan menggunakan insang, dan sebagainya.

Sistem pernapasan di tumbuhan juga berbeda dibandingkan makhluk hidup lainnya. Tumbuhan menggunakan stomata dan lentisel sebagai saluran pernapasan.

3. Tumbuh Berkembang

Tumbuh berkembang adalah ciri makhluk hidup

Tumbuh dan berkembang merupakan ciri ciri makhluk hidup yang hampir sama. Tumbuh dilihat dari kuantitas, misalnya tinggi badan, jumlah sel, dan sebagainya.

Proses tumbuh bersifat ireversibel atau tidak bisa kembali. Contohnya, manusia yang bertambah tinggi tubuhnya tidak akan menyusut menjadi lebih pendek.

Pertumbuhan pada manusia dan hewan bersifat terbatas. Proses tersebut akan berhenti ketika keduanya mencapai batas usia tertentu. Setelah mencapai batas, kondisi tubuh akan sama.

Berbeda dengan tumbuhan. Proses pertumbuhan yang dialami oleh tumbuhan akanterus terjadi dan tidak dibatasi oleh usianya. Selama nutrisi yang diperlukan cukup, maka ia terus tumbuh.

Berkembang memiliki makna yang berbeda meskipun merupakan ciri ciri makhluk hidup yang sering disandingkan dengan tumbuh. Berkembang adalah proses menuju kedewasaan.

Contoh berkembang dapat ditemui di kupu-kupu. Awalnya kupu-kupu berasal dari telur yang menetaskan ulat. Ulat akan berubah menjadi kepompong dan terakhir menjadi kupu-kupu.

Proses perkembangan juga dapat diamati melalui aspek motorik dan kognitif. Misalnya, bayi pada usia tertentu seharusnya sudah bisa tengkurap.

4. Makan dan Minum

Setiap makhluk hidup membutuhkan makan dan minum karena kedua kegiatan tersebut merupakan ciri ciri makhluk hidup. Hal ini disebabkan makhluk hidup membutuhkan nutrisi.

Makanan dan minuman mengandung berbagai jenis senyawa yang berfungsi memberikan nutrisi dan energi untuk makhluk hidup. Nutrisi tersebut mampu membuat makhluk hidup terus tumbuh.

Manusia selalu membutuhkan makan dan minum. Saat lapar, manusia pasti akan berupaya untuk mencari makanan. Sumber makanan dan minuman ini berasal dari hewan atau tumbuhan.

Hewan pun membutuhkan makan dan minum. Jika hewan merupakan peliharaan, maka pemiliknya harus memberi makan agar hewan peliharaan senantiasa hidup dalam kondisi sehat.

Jika hewan berada di alam bebas, maka mereka akan berusaha mencari makanan sendiri. Hewan akan memakan makanan yang berasal dari tumbuhan atau hewan lain.

Tumbuhan pastinya juga membutuhkan makanan. Makanan yang dimanfaatkan tumbuhan berbeda dibandingkan hewan atau manusia.

Nutrisi untuk tumbuhan berasal dari mineral dalam tanah atau air yang diserap ke dalam organnya. Nutrisi tersebut akan digunakan tumbuhan untuk bertahan hidup.

Selain itu, tumbuhan mampu berfotosintesis atau menghasilkan makanan sendiri. Oleh karena itu, tumbuhan selalu memerlukan karbondioksida, air, dan sinar matahari.

5. Berkembang Biak

Ciri ciri makhluk hidup selanjutnya adalah berkembang biak. Berkembang biak merupakan proses menghasilkan keturunan yang sama seperti spesies induknya.

Berkembang biak berfungsi untuk menjaga eksistensi makhluk hidup karena makhluk hidup suatu saat akan mati. Kelestarian makhluk hidup perlu dijaga agar suatu spesies tidak punah.

Terdapat 2 cara berkembang biak, yaitu aseksual dan seksual. Perbedaan keduanya berdasarkan proses bertemunya sel jantan dan sel betina.

Proses aseksual atau vegetatif tidak melibatkan peleburan 2 jenis sel kelamin. Perkembangbiakkan makhluk hidup tersebut dilakukan dengan membelah diri atau spora.

Contoh makhluk hidup yang melakukan proses aseksual adalah bakteri. Bakteri mampu membelah diri untuk memperbanyak spesiesnya.

Beberapa tumbuhan juga menerapkan proses perkembangbiakkan aseksual dengan menggunakan spora. Cara lainnya adalah proses cangkok yang dibantu dengan manusia.

Berkembang biak secara seksual atau geneartif membutuhkan peran sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Proses ini banyak ditemukan di manusia dan hewan.

6. Peka Terhadap Rangsangan

Makhluk hidup berada di lokasi yang penuh dengan bahaya. Agar terhindar dari bahaya tersebut, tubuh membuat sistem pertahanan diri untuk menjaga makhluk hidup.

Bahaya tersebut biasa dikenal dengan rangsangan atau stimulus. Makhluk hidup diciptakan peka terhadap rangsangan. Ciri ciri makhluk hidup tersebut berbeda antara 1 makhluk dengan lainnya.

Rangsangan di lingkungan tidak selalu berupa bahaya. Pancaran sinar matahari, dingin, sentuhan, dan lain sebagainya termasuk rangsangan dari luar tubuh.

Manusia dan hewan dianugerahi indera yang berperan membantu mengetahui adanya rangsangan. Masing-masing indera memiliki fungsi yang berbeda.

Terdapat 5 indera yang ada di makhluk hidup. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidup untuk mencium aroma, lidah untuk mengecap, dan kulit untuk meraba.

Tumbuhan pun memiliki ciri peka terhadap rangsangan. Ciri-ciri yang ada di tumbuhan berbeda dengan manusia dan hewan karena tumbuhan tidak memiliki indera seperti manusia dan hewan.

Contoh ciri-ciri peka terhadap rangsangan yang dimiliki tumbuhan adalah daun putri malu yang menutup jika disentuh yang disebut seismonasti.

Contoh lainnya adalah bagian atas tumbuhan yang bergerak mengikuti sinar matahari dan disebut fotonasti. Akibatnya, tumbuhan bisa jadi tidak tumbuh secara lurus.

7. Beradaptasi

Adaptasi merupakan ciri ciri makhluk hidup yang bertujuan agar makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut bertujuan sebagai cara bertahan hidup.

Semua makhluk hidup pasti melakukan proses adaptasi. Adaptasi yang dilakukan setiap makhluk hidup berbeda menyesuaikan habitat makhluk hidup tersebut tinggal atau jenisnya.

Contoh adaptasi pada hewan adalah bentuk cakar dan paruh unggas yang beragam.

Perbedaan cakar atau paruh menyesuaikan dengan jenis makanan dan kondisi tempat tinggalnya.

Contoh lainnya adalah kuda nil yang berendam di lumpur. Tujuan adaptasi tersebut adalah menjaga agar suhu tubuh tetap dingin.

Adaptasi yang dilakukan tumbuhan juga bisa dilihat berdasarkan morfologi daunnya. Beberapa jenis tumbuhan hidup di daerah berair, lembab, dan kering.

Misalnya kaktus yang hidup di tengah padang pasir kering memiliki daun berupa duri untuk mencegah penguapan air yang berlebihan.

8. Memiliki Metabolisme Tubuh

Setiap makhluk hidup pasti melakukan metabolisme dalam tubuhnya. Ciri ciri makhluk hidup ini memiliki peran yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup setiap makhluk.

Metabolisme merupakan proses yang melibatkan reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup.

Metabolisme merupakan proses yang sangat rumit karena melibatkan berbagai senyawa.

Secara garis besar, metabolisme mengubah energi yang didapatkan dari luar tubuh untuk diubah menjadi bentuk energi lain. Proses ini berlangsung secara terus menerus tanpa berhenti.

Metabolisme akan terjadi setelah makhluk hidup mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Proses ini akan melibatkan berbagai enzim dalam makhluk hidup.

Pada tumbuhan, metabolisme terjadi saat fotosintesis. Tumbuhan akan mengubah karbondioksida dan air dari lingkungan menjadi oksigen dan karbohidrat.

Proses metabolisme pada manusia dan hewan terbagi menjadi 2 proses, yaitu katabolisme dan anabolisme. Kedua proses tersebut terjadi secara simultan dan tidak bisa dipisahkan.

Katabolisme merupakan proses peruraian senyawa kompleks dalam tubuh. Contohnya adalah pada manusia polisakarida diubah menjadi monosakarida, karbondioksida, dan air.

Anabolisme adalah proses penyusunan senyawa kompleks dalam tubuh. Contohnya adalah fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan hijau.

9. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)

Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh dan telah diolah pada tahap akhir akan dikeluarkan oleh tubuh. Ciri ciri makhluk hidup ini disebut ekskresi.

Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa yang tidak lagi diperlukan oleh tubuh seperti urine, keringat, dan uap air saat bernapas. Jika tidak keluar, zat sisa tersebut dapat meracuni tubuh.

Organ yang terlibat dalam proses ekskresi manusia dan hewan, antara lain ginjal, kulit, dan paru-paru.

Masing-masing organ menghasilkan produk yang berbeda dari proses yang berbeda.

Ginjal mengeluarkan urine dan kulit mengeluarkan keringat. Kedua zat sisa tersebut mengandung urea, air, dan garam. Sedangkan paru-paru mengeluarkan karbondioksida dan uap air.

Jika terjadi kerusakan pada organ eksreksi, maka makhluk hidup akan mengalami gangguan pada proses ekskresinya. Hal tersebut dapat berdampak buruk terhadap kualitas hidup.

Tumbuhan juga melakukan ekskesi. Cara yang dilakukan oleh tumbuhan berbeda dengan manusia dan hewan. Organ yang terlibat tidak terlalu rumit.

Pengeluaran zat sisa pada tumbuhan umumnya berupa gas atau air. Zat sisa dikeluarkan melalui stomata yang ada di daun dan lentisel yang ada di batang.

Dengan mengetahui 9 ciri ciri makhluk hidup, diharapkan Anda dapat membedakan antara makhluk hidup dengan benda mati berdasarkan ciri-cirinya.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.