Contoh Paragraf

Contoh Paragraf – Kata paragraf memang tidak asing lagi terutama dikalangan pelajar, mahasiswa hingga pelajar. Tentu saja kata ini cukup banyak disebut, didengar dan dipelajari.

Seringkali tentang paragraf ini tidak dipelajari dengan baik bahkan disepelekan. Apalagi mengingat materinya masuk pada bidang bahasa Indonesia yang sering dianggap tidak penting.

Yang cukup parah, banyak yang tidak mengerti sebenarnya paragraf itu apa. Kalau maknanya saja tidak tahu, bagaimana bisa membuat paragraf yang baik padahal paragraf memiliki syarat tersendiri.

Oleh karena itu berikut ini disediakan ulasan mengenai paragraf disertai beberapa contoh paragraf yang bisa Anda pelajari untuk mengenal lebih jauh tentangnya.

Pengertian Paragraf

pengertian paragraf

Simpel saja sebenarnya untuk pengertian paragraf ini. Paragraf bisa dikatakan sebagai beberapa kalimat yang berkumpul menjadi satu.

Diantara kalimat-kalimat itu ada salah satu kalimat yang menjadi pusat utama.

Sedangkan kalimat lain hanya lah merupakan penjabaran dari kalimat utama tersebut.

Dan untuk lebih jelasnya Anda bisa mencari berbagai contoh paragraf yang ada.

Syarat Syarat Paragraf

Kumpulan kalimat bisa dikatakan sebagai paragraf jika memenuhi beberapa syarat dimana salah satunya adalah kalimat dibaris pertamanya harus menjorok ke dalam sedikit.

Paragraf memiliki satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Selain itu, sebagai paragraf yang baik tentunya haruslah saling berkaitan sehingga menjadis atu kesatuan yang lengkap.

Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat Dan Tujuannya

Bila dilihat dari sisi sifat dan tujuan, paragraf dibagi menjadi3 bagian. Ketika menjadi satu, ketiga jenis paragraf tersebut akan tetap saling berhubungan satu sama lain.

Adapun Ketiga jenis paragraf yang dimaksud adalah paragraf pembuka, paragraf penghubung dan paragraf penutup.

Ketiga jenis ini akan saling berhubungan sebagaimana contoh paragraf biasanya.

1. Paragraf Pembuka

Sebagai pembuka, tentu saja bisa dipastikan bahwa letaknya adalah di awal sebagai pengantar.

Paragraf pembuka ini akan mengantarkan pembaca untuk memasuki isi bacaan lebih lanjut sekaligus mempersiapkan pikiran agar lebih fokus.

Adanya paragraf pembuka juga untuk memberikan ketertarikan para pembaca sehingga akan melanjutkan membaca sampai pada isinya.

2. Paragraf Penghubung

Pada bagian ini berisi paragraf yang merupakan isi bacaan. Sebagai pokok pembahasan memang biasanya paragraf inilah yang terpanjang.

Jika dilihat dari segi fungsi, paragraf penghubung bisa dikatakan sebagai penghubung antara pembuka dengan penutup yang bertempat pada sebelum dan sesudahnya. Dan untuk sifatnya akan menyesuaikan terhadap tipe tulisan.

3. Paragraf Penutup

Dari sisi letak, tentu saja sebagai penutup paragraf ini akan berada diakhir sebuah karangan atau tulisan.

Sedangkan dari kategori isinya, paragraf penutup akan berisi sebagaimana penutup pada umumnya.

Bisa kesimpulan, saran, penekanan terakhir, komentar dan lain sebagainya. Yang jelas paragraf penutup akan mengakhiri sebuah karangan.

Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

Telah disebutkan bahwasanya setiap paragraf memiliki kalimat utama. Sedangkan kalimat utama tersebut hanya ada satu.

Untuk kalimat selain kalimat utama merupakan kalimat penjelas yang akan menguatkan dan menjabarkan isi dari kalimat utama.

Dari segi letaknya kalimat utamanya, paragraf terbagi menjadi 4 jenis. Yakni paragraf deduktif, induktif, campuran dan ineratif.

Masing-masing paragraf ini memiliki kriteria sendiri-sendiri. Perlu diketahui bahwa dalam satu bacaan belum tentu terdapat seluruh jenis bacaan tersebut. Bisa jadi hanya satu dua saja yang dicantumkan.

1. Paragraf Deduktif

Kata deduktif tidaklah asing lagi terutama dikalangan pelajar. Yang disebut dengan paragraf deduktif sendiri merupakan paragraf dengan kalimat utama yang berada diawal paragraf.

Hal ini berarti pada jenis paragraf ini, kalimat kedua dan seterusnya akan menjelaskan isi dari kalimat pertama, dan setiap kalimat lain harus merujuk padanya.

Contoh Paragraf Deduktif

Berbicara mengenai penerapan, sebenarnya memang paragraf deduktif sangat banyak diterapkan, sehingga contoh paragraf ini pun masih cukup banyak ditemui.

Mengenali dan mengetahui bagaimana jenis paragraf ini pun tidak terlalu sulit karena memang mengenalinya cukup mudah. Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan contoh paragraf deduktif:

“Handphone adalah salah satu alat elektronik yang memiliki banyak manfaat. Dengan handphone ini kita bisa berkomunikasi dari jarak jauh baik langsung maupun hanya melalui pesan.

Bahkan saat ini handphone lebih memudahkan lagi ketika bisa digunakan berkirim gambar maupun video melalui berbagai aplikasi”

2. Paragraf Induktif

Sebaliknya, jika paragraf deduktif memiliki kalimat utama diawal, maka untuk yang induktif memiliki kalimat utama diakhir paragraf.

Kalimat pertama hingga kalimat yang mendekati kalimat terakhir hanyalah penjelas. Memang secara teori yang disebut kalimat utama ini tidak selalu kalimat yang pertama.

Menyusun paragraf seperti ini memang tidak semudah yang jenis deduktif. Akan tetapi faktanya masih banyak pula contoh paragraf yang bisa ditemui.

Dibandingkan beberapa jenis paragraf lain pun jenis yang induktif juga lebih banyak.

Contoh Paragraf Induktif

Langsung saja berikut ini merupakan contoh paragraf induktif:

“Menggunakan handphone saat ini kita bisa berkomunikasi dari jara jauh tanpa harus susah payah lagi, baik secara langsung maupun hanya berkirim pesan. Dengan semakin canggihnya handphone pun bahkan kita bisa berkirim gambar dengan berbagai aplikasi yang ada. Memang handphone sendiri merupakan alat elektronik yang sangat bermanfaat.”

3. Paragraf Campuran

Jika sudah dikatakan sebagai campuran maka jelas letak kalimat utama untuk paragraf jenis ini tidaklah hanya diawal maupun diakhir.

Bahkan untuk jenis paragraf campuran, ia memiliki dua kalimat utama yakni diawal dan diakhir paragraf.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa yang ada ditengah, hanyalah yang merupakan kalimat penjelas.

4. Paragraf Ineratif

Mungkin paragraf ineratif sendiri cukup jarang didengar. Dari sini pun tidak dapat dipungkiri bahwa paragraf tersebut jarang dipelajari.

Maksud dari paragraf ineratif sendiri adalah paragraf yang memiliki kalimat utama yang terletak di tengah.

Biasanya dalam penyajian paragraf ini akan diawali pembahasan khusus sebagai pengantarnya.

Jenis Paragraf Berdasarkan Isi

Selain berdasarkan sifat, tujuan dan kalimat utamanya, terdapat juga pembagian paragraf yang didasarkan pada isi.

Dalam pembagian ini akan cukup jelas terlihat perbedaannya. U pengaplikasiannya pun nantinya akan berbeda-beda.

Untuk masing-masing paragraf berdasarkan isinya ini, cukup mudah dipahami karena terdapat ciri khas masing-masing.

Maksudnya setiap jenis memiliki ciri yang pasti dan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Pembagian paragraf berdasarkan isi terbagi menjadi 5 jenis, yakni paragraf narasi, exsposisi, persuasif, argumentasi dan paragraf deskripsi.

1. Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang berisi tentang peristiwa. Maksudnya adalah di dalam paragraf tersebut menjelaskan tentang bagaimana terjadinya suatu hal atau peristiwa itu sendiri.

Yang menjadi ciri-ciri dari paragraf ini adalah dengan adanya subjek atau orang. Selain itu harus ada pula di dalamnya sebuah peristiwa dan yang tak kalah penting adalah adanya waktu.

2. Paragraf Exsposisi

Lain dari paragraf narasi, jika yang dibahas adalah exsposisi maka akan mengarah pada informasi.

Maksudnya didalamnya akan ada informasi yang merupakan sebuah teori dimana hal ini nantinya bisa menambah pengetahuan sang pembaca.

Paragraf eksposisi memiliki sifat yang ilmiah dan informatif. Selain itu, ia juga tidak memiliki tujuan untuk memberikan pengaruh pada pembaca.

Sebagai bukti bahwa informasinya berdasarkan fakta maka akan dilengkapi dengan tabel maupun data.

3. Paragraf Persuasif

Untuk paragraf persuasi bisa dikatakan berbanding terbalik dengan exsposisi.

Jika eksposisi membicarakan fakta yang tidak bertujuan mempengaruhi pembaca, maka paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan untuk membujuk dan mempengaruhi pembaca.

Ciri-cirinya adalah sifatnya yang mengajak seperti dalam iklan dan sejenisnya.

4. Paragraf Argumentasi

Argumentasi sendiri merupakan pendapat yang dituangkan oleh penulis.

Sedangkan jika telah disebut dengan paragraf argumentasi maka bisa dikatakan bahwa paragraf tersebut diawali dari pendapat dari penulisnya.

Pendapat tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah paragraf.

Untuk contoh paragraf argumentasi sendiri sebenarnya tidak sedikit. Saat ini telah banyak yang mengembangkan jenis paragraf tersebut.

Berbicara mengenai tujuan, adanya paragraf argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga akan mendukung atau memilih pendapat yang sama dengan penulisnya.

5. Paragraf Deskripsi

Kata deskripsi bisa diartikan dengan sebuah penggambaran. Maka bisa dikatakan bahwa yang disebut dengan paragraf deskripsi merupakan paragraf yang menggambarkan sesuatu.

Dalam sistem penggambaran ini, tulisan akan membawa pembaca sehingga bisa membayangkan baik itu suara maupun gambaran secara langsung objek yang dimaksud di sana.

Sedangkan dari segi ciri-ciri, di dalam paragraf deskriptif akan ada objek itu sendiri. Katakanlah objek tersebut seperti hewan, tumbuhan tempat, orang dan lain-lain.

Selain itu dalam penggambaran tersebut akan disertai dengan berbagai kata yang menjadi gambaran dari pada objek.

Contoh dari kata tersebut bisa jadi seperti beberapa kata sifat sesuai sifat yang dimiliki objek.

Demikianlah ulasan mengenai paragraf sekaligus beberapa contohnya. Untuk memahami lebih lanjut, kamu bisa mencari setiap contoh paragraf lebih banyak lagi.

Perlu diketahui bahwasanya pembahasan ini memang cukup penting untuk dipahami.

Terutama dalam penyusunan beberapa karya tulis, apalagi yang ilmiah. Semoga bermanfaat dan terimakasih

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.