Ciri Ciri Hati Sehat, Sakit dan Mati

Baik buruknya seseorang, sangat tergantung pada hatinya. Jika hatinya lurus, maka perilakunya juga baik dan sebaliknya.

Oleh karena itu, sepantasnya seseorang senantiasa memperhatikan dan memperbaiki hatinya, jika ia menginginkan kebaikan untuk dirinya dan orang di sekitarnya.

Pada tulisan ini, akan dikupas beberapa jenis hati manusia, semoga bisa menjadi panduan dan pengingat untuk memperbaiki hati masing-masing.

Jenis Jenis Hati Manusia

Hati manusia bermacam-macam. Ada hati yang selamat atau sehat, hati yang sakit dan ada pula hati yang mati.

1. Hati yang Sehat

Orang-orang yang memiliki hati ini akan selamat pada hari kiamat nanti, sebagaimana firman Allah Azza Wajalla:

“Yaitu bdi hari harta dan anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)

Hati jenis inii disebut dengan hati yang sehat atau selamat (Qalbun salim) karena sifat selamat dan sehat telah menyatu dengan hatinya.

Hati yang seperti ini juga menjadi lawan dari hati yang sakit.

Penjelasan mengenai makna Qalbun salim sangat banyak, yang bisa kita rangkum dalam penjelasan berikut ini:

Qalbun salim adalah hati yang bersih dan selamat dari berbagai syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah Ta’ala.

Ia juga bersih dan selamat dari berbagai macam syubhat yang menyelesihi berita-Nya.

Qalbun salim adalah hati yang selamat, tidak menghambakan diori kepda selain Allah, tidak menjadikan hakim selain Rasul-Nya.

Hati jenis ini bersih dan mencintai Allah Ta’ala dan dalam berhakim kepada Rasulullah shallallahu alihi wa sallam.

Hati yang sehat selalu mengharapkan ridho Allah dalam keadaan apa pun dan selalu menjauhi kemurkaan-Nya.

Jadi, Qalbun salim adalah hati yang selamat dari perbuatan syirik. Ia beribadah semata-mata kepada Allah dengan penuh keikhlasan kepada-Nya.

Baik dalam kehendak, cinta, tawakkal, merendahkan diri, taubat, takut, harap, dan lainnya.

Jika ia mencintai, maka ia mencintai karena Allah bukan karena yang lainnya. Jika ia membenci, ia membenci akrena Allah pula .

Jika ia memberi, maka ia memberi karena Allah. Bila menolak, ia menolak karena Allah.

Qalbun salim adalah hati yang selalu bertekad untuk selalu mengikuti sunnah Rasulullah dalam berbagai hal.

Inilah hakikat hati yang sehat yang menjamin keselamatan dan kebahagiaan.

2. Hati yang Mati

Hati yang mati adalah hati yang kosong dari kehidupan. Ia tidak mengenal Rabb-Nya dan tidak pula beribadah kepada-Nya.

Hati yang jenis ini selalu mengikuti keinginan hawa nafsunya dan kesenangan dirinya.

Ia tidak peduli meskipun perbuatan yang ia lakukan bisa mendatangkan murka dan kebencian Allah.

Ia tidak peduli dengan apapun, yang penting bagi dia adalah keinginan hawa nafsu dan syahwatnya terpenuhi.

Hati yang mati menghambakan diri kepada selain Allah, dalam cinta, takut, berharap, ridha, dan benci, pengagungan dan kehinaan.

Bila ia mencintai, maka ia mencintai karena hawa nafsu. Bila ia membenci, ia membenci karena hawa nafsu.

Hati yang mati selalu mengutamakan kepuasan hawa nafsunya daripada keriadhaan Allah.

Hawa nafsu menajdi pemimpinnya, syahwat komandannya, kebodohan adalah sopirnya, kelalaian dalah kendaraannya.

Ia berhasrat untuk meraih kepuasan dan prestasi duniawi dan melupakan akhirat.

Ia tidak lagi npeduli dengan nasihat dan terus berjalan di atas jalan yang menyimpang dari kebenaran.

Dunialah yang mengendalikan kesenangan dan kebenciaannya, hingga hawa nafsu membuatnya tuli dan buta.

Oleh karena itu, berbaur dan berkumpul dengan orang memiliki hati semacam ini adalah racun yang yang bisa membawa kepada kehancuran dunia dan akhirat.

Tinggalkan komentar