Imam Ahmad Bin Hanbal

Sebagian ulama berkata tentang beliau, “Hampir saja dia menjadi imam saat masih di perut ibunya.”

Imam Asy-Syafi’I berkata tentang beliau, “Aku melihat pemuda di Bagdad, apabila dia mengatakan, haddatsana (telah menceritakan hadits kepada kami), maka orang-orang mengatakan, ‘Dia benar’.”

Dunia ditawarkan kepadanya, maka dia menolaknya dan bid’ah dipertunjukkan kepadanya, maka dia melenyapkannya.

Sebagian orang mengatakan, “Seandainya bukan karena Ahmad, niscaya orang-orang seluruhnya telah menjadi Mu’tazilah.”

Sekilas tentang Fitnah dan Ujian Yang menimpa Imam Ahmad

Imam Ahmad telah mengalami fitnah dari empat orang khalifah, yaitu Al-Ma’mum, Al-Mu’tashim, Al-Watsiq, dan Al-Mutawakkil.

Jika Beliau menyimpang dari kebenaran, niscaya dengan ketergelincirannya akan banyak orang yang tak terhitung banyaknya akan tergelincir.

Namun Allah Azza wajalla menyiapkan untuknya sebab-sebab keteguhan. Sebagian dari mereka berkata, “Bila engkau mati di sini, maka engkau masuk surge.”

Sebagian dari mereka berkata, “Jika engkau hidup, maka engkau hidup dalam keadaan terpuji, dan jika engkau mati , engkau mati syahid.”

Ketika Khalifah Al-Mu’tashim meninggal, kekhalifahan Al-Mutawakkil pin dimulai. Khalifah Al-Mutawakkil termasuk Ahlus Sunnah, lalu panji-panji sunnah dikibarkan, dan panji-panji bid’ah dikikis.

Allah membinasakan semua orang yang terlibat dalam fitnah. Tetapi sang Imam tidak selamat dari fitnah pada zaman khalifah Al-Mutawakkil.

Fitnah yang menimpa Imam Ahmad pada masa kepemimpinan Al-Mutawakikil adalah fitnah jenis baru, yaitu fitnah dunia, harta, kedudukan, dan menemui penguasa.

Al-Mutawakkil berusaha mencicipkan harta pada sang Imam, namun Imam Ahmad tidak takut pada cambukan dan siksaan, serta tidak pula tertarik dengan kemilau dunia dan kekuasaan.

Beliau mengatakan, “Aku selamat dari mereka selama 60 tahun, kemudian aku diuji dengan mereka.”

Beliau pun tidak menerima sedikitpun dari semua itu, dan menjalani sisa usianya dengan berzuhud di dunia dan menginginkan akhirat, sehingga beliau pun bertambah mulia dalam hati manusia.

Untuik itu, marilah kita simak dengan baik biografi beliau sehingga kita semakin bersemangat dalam menempuh jalan sunnah seperti beliau.

Nama Lengkap Imam Ahmad bin Hanbal

Beliau adalah Imam Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad bin Idris bin Abdullah bin Hayyan bin Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasith bin Mazim bin Syaibah bin Dzul bin Tsa’labah bin Ukabah bin Sha’ab bin Ali bin Bakr bin Wa’il bin Qasith bin Hinb bin Qushai bin Du’mi bin Judailah bin Asad bin Rabi’ah bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Nasab ini memiliki sifat yang besar dan kedudukan yang agung dari dua arah:

Pertama, Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah shallallahu alihi wa sallam pada Nizar, karena Nizar memiliki empat putera, diantaranya Mudhar dan Nabi Muhammad berasal dari keturunannya.

Diantara putera Nazar adalah Rabi’ah, Imam Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berasal dari keturunannya.

Kedua, Beliau adalah orang Arab yang shahih nasabnya (bukan karena perwalian dan bukan karena adopsi, Ed.T).

Kelahiran Beliau

Ibunya mengandungnya di Marwa, dan tiba di Bagdad saat mengandungnya, lalu melahirkannya pada bula Rabi’ul Awwal 164 H.

Ciri-ciri fisik Imam Ahmad

Ayahnya, Muhammad adalah penguasa Sarakhs dan dia salah seorang anggota dakwah Abbasiyah, meninggal dalam usia 30 tahun. Wafat pada tahun 179 H.

Akan dilengkapi secepatnya……

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.