Iman Kepada Allah

Materi ini kita bagi menjadi beberapa poin penting sebagai berikut:
Panduan Pemahaman:

Pengertian Iman Kepada Allah

“Perpaduan antara kerja hati, kerja lisan dan kerja jasad dalam optimalisasi keyakinan Tauhid (mengesakan Allah Swt) secara konsisten hingga akhir hayat”

Ma’rifatullah (mengenal Allah) adalah sarana utama untuk menumbuhkan iman dan menguatkannya secara berkesinambungan.

Dasar-dasar ma’rifatullah

1. Allah Swt adalah Dzat yang Maha Mulia, pemilik tunggal semua kesempurnaan mutlak.

2. Allah Swt Pencipta dan Pemilik segala sesuatu.

3. Allah Swt Penguasa, Pengatur dan Penentu segala sesuatu.

4. Allah Swt tinggal di atas Arasy (singgasana) di atas langit yang ke tujuh.

5. Allah Swt memiliki Kursi (tempat kaki) di atas Arasy, ukuran kursi itu, seluas langit dan bumi.

6. Allah Swt Maha Melihat dan Maha Mengetahui semua perbuatan makhlukNya.

7. Allah Swt tempat bergantung/tempat berharap semua makhluk.

8. Allah Swt Maha Esa/ benar-benar Satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan.

9. Allah Swt Maha Tinggi, Maha Besar, Maha Bijaksana, Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Penyayang. Tak ada satupun yang menyerupaiNya.

10. Allah Swt Tuhan satu-satuNya yang berhak disembah, wajib dipatuhi.
Mari merenungkan ayat-ayat Ma’rifatullah: QS. Al-Baqarah: 255, QS. Al-Ikhlas: 1-4, QS. Al-Hasyr: 22-24, QS. Al-Hadid: 1-6.

Panduan Pengamalan

1. Iman Kepada Allah Swt memerlukan ilmu yang benar tentang Allah, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ma’rifatullah wajib dipelajari, diperdalam, dan diperbaharui.

2. Pengamalan iman dalam bentuk lebih dari 70 cabang iman, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah Saw dalam hadis sahih.

Cabang iman yang tertinggi ialah kalimat Tauhid: لا إله إلا الله. Cabang iman yang terendah ialah membuang gangguan dari jalanan.

Sifat malu berbuat dosa adalah bagian dari iman. Semua bentuk ibadah ritual yang diajarkan oleh Rasulullah Saw adalah pengamalan iman.

Tilawah Al-Qur’an, dzikir, do’a, da’wah, akhlak mulia, semua itu adalah pengamalan iman.

3. Al-Qur’an telah menjelaskan berbagai karakteristik orang beriman sejati.

Semua karakteristik itu wajib diterima sebagai program kerja kita semua.

Marilah kita berjuang untuk mencapai target-target karakteristik tersebut. Inilah jalan hidup kita.

Jalan perjuangan iman yang senantiasa menanjak, membahagiakan, memuliakan dan menyelamatkan.

Mari merenungkan ayat-ayat karakteristik mukmin sejati: QS. Al-Anfal: 2-4, QS. Al-Mu’minun: 1-11, QS. Al-Hujurat: 15, QS. At-Taubah: 112.

Panduan Penghayatan

1. Mari kita berlatih untuk menemukan kebahagiaan dalam ibadah, tilawah, dzikir, do’a, da’wah, sedekah, silaturrahim, dan semua amal shaleh.

2. Mari kita berlatih untuk menyesali setiap dosa, kedurhakaan, kekhilafan, kemalasan beribadah, dan kelalaian.

3. Mari kita berlatih untuk memperpanjang masa sadar kita sebagai hamba Allah yang beriman yang dikusai penuh oleh Allah, yang senantiasa mengejar kasih sayangNya.

Aplikasi Materi

1. Membaca kembali materi ini dengan seksama. Bukalah ayat-ayat yang ada pada materi ini. Renungkanlah terjemahnya. Sedapat mungkin, diskusikan kembali ini materi ini.

2. Meneruskan aplikasi materi yang lalu, yaitu wirid istighfar minimal 100 x sehari dan membaca sayyidul istighfar dengan penuh penghayatan.

3. Menghafal dan mengamalkan do’a dari Al-Qur’an: Surah Ali Imran: 193-194:

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأَبْرَارِ
رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

“Ya Tuhan kami, sesunggyuhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui perantaraan Rasul-RasulMu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”

Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.