Kumpulan Kultum Singkat Terbaik dan Menarik

Kultum singkat – Nasihat menasihati merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas muslim yang lainnya. Seorang muslim wajib mengingatkan saudaranya agar mengerjakan kebaikan dan menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan.

Salah satu bentuk nasihat menasihati antara sesama muslim ialah dengan menyampaikan kultum singakat atau ceramah singkat untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tercela.

Pada tulisan ini, kami telah menyiapkan sejumlah contoh kultum singkat menarik yang bisa Anda jadikan sebagai materi saat membawakan ceramah singkat.

Contents

Kumpulan Materi Kultum Menarik, Singkat, Padat dan Jelas

Berikut ini sejumlah materi kultum yang bisa Anda jadikan rujukan dalam menyampaikan kultum:

Kultum singkat tentang hari Akhirat

kultum singkat tentang hari kiamat
en.eyeni.info

Salah satu rukum iman yang wajib diimani oleh setiap muslim adalah beriman kepada hari akhirat. Hari akhirat atau hari kiamat adalah hari dimana bumi ini hancur dan kehidupan akan berlanjut ke alam yang lain dimana hanya ada surga dan neraka.

Hari kiamat adalah hari yang dahsyat sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an di banyak ayat dan juga telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadits-haditsnya.

Pemahaman akan hari akhirat sangat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap keimana dan semangat seorang muslim dalam beramal. Karena itulah, seorang muslim mesti mempelajari dan merenungi hal-hal yang terkait dengan hari akhirat.

Peringatan Hari Akhirat

Sadarilah bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Semua yang hidup hanyalah menumpang dan pasti akan meninggal dunia. Dunia hanyalah tempat untuk beramal untuk bekal kehidupan akhirat.

Jangan terpesona dengan kehidupan dunia yang fana ini, sehingga lalai dari tugas dan kewajiban menyembah Allah Azza Wajalla Rabb segala sesuatu. Betapa banyak peringatan dari Allah Ta’ala dan rasulnya akan hinanya kehidupan dunia.

Ingatlah, kematian pasti menjemput setiap yang hidup. Renungkanlah, peristiwa yang akan menyusulnya saat semua manusia dikumpulkan pada suatu tempat yakni padang mahsyar untuk diadili.

Renungkanlah, bagaimana nanti keadaan kita saat ajal datang menjemput. Saat dimana segala hal yang ada disekitar akan ditinggalkan seperti keluarga, rumah, harta dan teman-teman yang selama ini kita banggakan.

Lalu, setelah itu ditimbun dalam kuburan yang sempit seorang diri dan hanya ditemani oleh amal perbuatan selama hidup di dunia.

Sudahkah kita menyiapkan amal sholeh yang akan menjadi penyelamat di alam kubur dan pada hari pengadilan nanti?

Kematian merupakan hal yang pasti akan dialami oleh tiap-tiap yang bernyawa. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Azza Wajalla dalam firmannya dalam surat Ali Imran. Allah Ta’ala berfirman:

Pencabutan Nyawa Orang Sholeh dan Orang Zholim

Pencabutan nyawa orang-orang sholeh dilakukan dengan lembut dan nyawanya pun keluar dengan mudah. Lalu setelah itu, nyawa yang telah keluar dari jasad tersebut diberi wewangian dari surga.

Kemudia Malaikat pencabut nyawa membawa ruh itu ke hadapan Rabb dan para penghuni langit yang dilewatinya semuanya memujinya dan memanggilnya dengan nama yang terbaik.

Hal ini telah diceritakan panjang lebar dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam riwayat Barra’ bin Azib.

Ingatlah, saat dimana sangkakala ditiup pertama kali dan semua yang ada di bumi maupun di langit meninggal, kecuali yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala.

Lalu kemudian sangkakala ditiup untuk kedua kalinya dan semua makhluk bangkit lagi, mulai dari manusia yang pertama sampai yang manusia yang terkhir.

Pada saat itu, manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan tidak beralas kaki. Pada saat itu, setiap orang akan sibuk dengan urusannya masing-masing menunggu pengadilan sang Maha Adil dan tidak akan ada lagi yang peduli dengan urusan orang lain.

Renungan Hari Akhir

Setiap muslim hendaknya merenungi hariyang dahsyat ini, saat semua manusia diumpulkan di satu tempat untuk mempertanggung jawabkan amalnya selama hidup di dunia.

Hari akhirat adalah awal dari kehidupan yang hakiki, dimana keadan setiap orang sesuai dengan amalnya selama hidup di dunia.

Orang-orang bertakwa akan hidup dalam kebahagiaan dan orang-orang kafir serta orang yang selalu mengerjakan kemaksiatan akan hidup dalam kesengsaraan yang sangat pedih.

Orang bertakwa akan dimasukkan ke surga yang penuh dengan kenikmatan. Adapun orang kafir fan orang fasik akan dimasukkan ke neraka yang penuh dengan kesengsaraan.

Semoga kita termasuk orang bertakwa dan dikumpulkan bersama orang-orang sholeh di akhirat kelak dan dijauhkan dari pedihnya siksa neraka. Amin.

Oleh: Ihsan Az-Zubair

Baca Juga:
 • Kumpulan Teks Pidato Singkat

Kultum Singkat Tentang Kesedihan Yang Bermanfaat

materi kultum tentang sedih
ributrukun.com

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Pengertian Materi 

Materi ini adalah kelanjutan materi kiat mengatasi kesedihan. Materi ini adalah ajakan untuk mengupayakan kesedihan yang bermanfaat, sesuai petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagai satu langkah dalam pengembangan kepribadian Muslim.

Urgensi Materi 

Materi ini penting untuk dipelajari dan didiskusikan bersama, berdasarkan beberapa faktor berikut ini :

1. Ada beberapa bentuk kesedihan yang dianjurkan (Kesedihan Imani), sebagai tanda iman dan syarat PKM.

2. Kesedihan Imani meningkatkan Iman, menghasilkan kebahagiaan Imani, dan memotivasi Ibadah dan amal shaleh.

3. kesedihan Imani itu memerlukan kemauan keras dan latihan yang berkesinambungan.

Pokok-pokok Materi 

1. Pengertian kesedihan yang bermanfaat

Kesedihan yang bermanfaat ialah kesedihan Imani, yaitu : Kesedihan yang bersumber dari Imani, karena takut pada adzab Allah Swt, karena menyesali dosa-dosa, karena khusyu’ dalam pendekatan kepada Allah Swt.

2. Bentuk-bentuk kesedihan Imani
  • Sedih karena khusyu’
  • Sedih dikala membaca Al-Qur’an
  • Sedih dikala berdzikir dan berdo’a
  • Sedih dikala mendengar nasihat
  • Sedih dikala melakukan renungan/ muhasabah
  • Sedih dikala mengingat dosa-dosa
  • Sedih dikala melihat dosa
  • Sedih karena merenungkan penderitaan umatislam
  • Sedih karena membayangkan kematian
3. Syarat-syarat kesedihan Imani

 Kesedihan Itu menghasilkan Optimisme.
 Kesedihan itu meringankan beban perasaan / fikiran.
 Kesedihan itu menghasilkan ketenangan dan kebahagiaan.
 Kesedihan itu memotivasi untuk meningkatkan amal shaleh.

4. Landasan syar’i kesedihan Imani

QS. An-Najm (53) : 60. QS. At-Taubah (9) : 82.
QS. Al-Isra’ (17) : 109 QS. Maryam (19) : 58.

5. Kiat untuk kesedihan Imani

 Luangkan waktu untuk melakukan renungan setiap hari
 Ingat-ingatlah dosa-dosa yang pernah kita lakukan, barengi dengan Istighfar.
 Bayangkanlah kematian. Alam kubur dan neraka.
 Pencinglah kesedihan ketika shalat, tilawah Al-Qur’an, dzikir dan do’a.
 Upayakanlah untuk sedih di kala melihat dosa dan penderitaan sesama Muslim.

Selamat Bersedih Yang Membahagiakan
Selamat Berlatih Untuk Sedih Yang Memotivasi.

Oleh: Mudzakkir M. Arif M.A 

Baca Juga:
 • Kumpulan Materi Teks Ceramah Singkat
 •
Akibat Mencela Kemaksiatan Orang Lain

Contoh Kultum Singkat: Ingat di sekitar kita Ada malaikat

Contoh kultum
inspiradata.com

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Kita semua berkeyakinan bahwa ada makhluk yang mulia yang bernama malaikat.

Keyakinan ini adalah rukun iman yang kedua. Sehingga tidak sah keislaman kita bila mengingkari eksistensi malaikat.

Di sinilah letak urgensi pembelajaran tentang hal ini. Selain bahwa penghayatan iman kepada para malaikat adalah sarana efektif untuk peningkatan dan pemberdayaan iman.

Pengertian iman kepada malaikat

Iman kepada para malaikat ialah: Keyakinan yang utuh, tidak dinodai dengan keraguan sedikit pun, terhadap keberadaan makhluk Allah yang mulia, yang bernama malaikat, diciptakan dari cahaya, semuanya taat kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaikan, akan tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat” QS. Al-Baqarah : 177.

Perinciannya, antara lain:

1. Malaikat itu tidak makan, tidak minum, tidak nikah.
2. Malaikat itu adalah makhluk yang taat kepada Allah. Allah Swt berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” QS. At-Tahrim : 6

3. Malaikat melaksanakan beberapa tugas yang diberikan oleh Allah Swt, seperti:

  • Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu dari Allah kepada para Rasul-Nya
  • Malaikat Mikail sebagai pemberi rezeki
  • Malaikat Malik sebagai penjaga Neraka

Selain itu, ada malaikat penjaga syurga, ada malaikat pencabut nyawa, ada malaikat pencatat amal, ada malaikat pembawa rahmat, ada malaikat penjaga dari bahaya, ada malaikat pencari kelompok-kelompok dzikir, dst. Allah Swt berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ. مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

“Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh jibril, maka jibril telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan mejadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang kafir. Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya, jibril dan mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”.
QS. Al-Baqarah : 97-98

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. Qs. Qaaf : 18

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ. كِرَامًا كَاتِبِينَ. يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” QS. Al-Infitaar : 10-12.

Pengamalan iman kepada para malaikat

1.Meyakini keberadaan para malaikat, secara umum.

2.Meyakini rincian nama-nama, sifat-sifat, tugas-tugas para malaikat secara rinci, berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis shahih.

3.Meyakini kemuliaan para malaikat.

Penghayatan iman kepada para malaikat

1. Berusaha untuk selalu mengingat dan menyadari kehadiran malaikat pencatat amal bersama kita di manapun kita berada.
2. Berupaya untuk selalu mengingat dan menyadari penjagaan malaikat setiap saat, terutama pada pagi dan sore kita membaca dzikir penolak bala yang sunnah:

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

“Dengan nama Allah yang bersama namaNya tidak terjadi bahaya apapun di bumi dan di langit, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” 3x

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari bahaya ciptaanNya” 3X
Merasakan penjagaan malaikat, setiap kita keluar rumah dengan membaca dzikir yang diajarkan oleh Nabi Saw:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tak ada upaya dan kekuatan melainkan dari Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu bahwa aku sesat atau disesatkan, atau tergelincir atau di gelincirkan, atau aku menzhalimi atau di zhalimi, atau aku tidak tahu, atau di tipu oleh orang lain”

Menyadari penjagaan malaikat setiap kali kita membaca Ayat Kursi sebelum tidur.

3. Menyadari kehadiran malaikat pembawa rahmat kepada kita setiap kali kita menghadiri pengajian.

4. Menyadari do’a malaikat untuk kita, setiap kali kita mengajarkan ilmu yang bermanfaat.
Menyadari do’a malaikat setiap kali kita duduk di masjid menanti iqamah.

5. Menyadari pergantian malaikat pencatat amal setiap shalat ashar di masjid pada hari-hari senin dan kamis.

Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita sebuah do’a yang menyebutkan nama-nama beberapa malaikat. Do’a ini sangat baik untuk kita baca, dihafal dan diamalkan:

اَلَّلهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَفِيْلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَلأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمْ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفُ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطَ الْمُسْتَقِيْمٍ

“Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, Israfil. Wahai pencipta langit dan bumi, wahai Tuhan yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Hanya Engkaulah yang memutuskan perkara di antara segenap hambaMu pada masalah yang mereka perselisihkan. Bimbinglah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan itu, dengan izinMu. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki, Kepada jalan yang lurus” AMIN. HR. Muslim.

Demikianlah kita dihimbau untuk menambah ilmu tentang malaikat dari sumber-sumber yang shahih. Demikianlah kita diajak untuk meningkatkan pengamalan dan penghayatan iman kepada para malaikat. Karena iman kepada para malaikat adalah rukun iman yang kedua.

Iman kepada para malaikat, sangat memotivasi untuk beribadah dan beramal shaleh. Marilah kita berjuang untuk mengamalkan himbauan dan seruan ini. Lalu Fastaqim (Beristiqamahlah)!

Oleh: Mudzakkir M.Arif, MA

Baca Juga:
 • Nama Bayi Perempuan Islami
 • Nama Bayi Laki Laki Modern

Kultum Pendek: Bersama Allah, No Problem

contoh kultum pendek tentang tauhid
asad1.com

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Merupakan tugas kita semua, menyambungkan hidup ini dengan Allah, Al-Ilah, sesembahan satu-satunya, Ar-Rabb, Tuhan satu-satunya, Ar-Rahman, yang Maha Pengasih, Ar-Rahim yang Maha Penyayang. Menyambungkan seluruh aspek hidup ini dengan Dzat yang Maha Mulia itu, dengan jalan mengamalkan seluruh perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.

Demikianlah kita mem-buktikan iman kepadaNya. Demikianlah kita berjuang untuk menjadi hambaNya yang mencari ridhaNya. Demikianlah kita bekerja keras untuk mendekat kepadaNya.

Keyakinan kita kepada Allah, pemilik tunggal Asmaul Husna, memotivasi kita untuk menyambungkan pikiran kita, hati kita, perasaan kita, ucapan dan prilaku kita dengan Dzat yang Maha Mulia itu. Kita selalu berorientasi pada ridhaNya.

Kita senantiasa berfikir bagaimana mengamalkan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Kita selalu bekerja untuk mendapatkan kasih sayangNya. Ucapan kita pun selalu dijaga, agar tidak ada kata-kata yang dapat mengundang murkaNya.

Bahkan perasaan kita pun selalu dikontrol agar perasaan kita kepada Allah selalu baik, selalu bersangka baik kepada Allah.

Demikianlah kita menuhankan Allah. Demikianlah kita bertauhid. Demikianlah kita menghayati iman kita kepada Allah.

Demikianlah kita berusaha membuktikan keyakinan kita kepada Allah.
Marilah kita merenungkan firman Allah Swt:

فَفِرُّوْ إِلَى اللهِ

“Maka berlarilah kamu kepada Allah” QS : Adzariyat : 50

Ayat ini memerintahkan kita untuk berlari kepada Allah. Artinya, kita diwajibkan untuk bercepat-cepat mengamalkan perintahNya, dan cepat-cepat menjauhi laranganNya.

Dalam ayat lain Allah Swt berfirman:

وَسَارِعُوْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

“Dan besegeralah kamu menuju ampunan dari TuhanMu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa” QS. Ali Imran : 133

Ayat yang mulia ini memerintahkan kepada kita bercepat-cepat menuju ampunan Allah dan syurgaNya. Maksudnya, kita diperintah oleh Allah untuk segera bertaubat, memperbanyak istighfar, segera beribadah, memperbanyak amal shaleh, menjauhi dosa dan maksiat. Dengan demikian kita akan mendapat ampunan Allah dan syurgaNya.

Orang yang beriman selalu berusaha untuk waspada. Mewaspadai penyimpangan dari jalan Allah. Mewaspadai kelalaian. Mewaspadai bisikan syetan.

Mewaspadai sangkaan jelek terhadap Allah Swt. Dengan kewaspadaan itu, seorang mu’min menjaga kesadarannya.

Yaitu kesadaran sebagai hamba Allah yang mencari ridha Allah. Kesadaran sebagai muslim yang merindukan kasih sayang Allah Ar-Rahman, Ar-Rahim.

Kesadaran sebagai makhluk Allah yang amat sangat lemah sekali, sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan Allah setiap detik.

Kesadaran sebagai musafir di dunia ini, sebentar lagi akan meneruskan perjalanan menuju keabadian syurga firdaus yang mulia. Amin.

Sesungguhnya kesadaran-kesadaran inilah yang wajib kita bangun dalam kepribadian kita pada setiap rukuk dan sujud kita. Pada setiap ayat Al-Qur’an yang kita baca. Pada setiap untaian dzikir yang kita bisikkan. Pada setiap ungkapan permohonan kita kepada Allah.

Pada setiap kerja-kerja da’wah kita, kerja-kerja amal shaleh kita, jihad-jihad sosial, budaya, politik, seni, pendidikan, dan ekonomi yang kita galakkan setiap hari, setiap saat.

Cobalah kita renungkan hikmah yang sangat besar dari anjuran Rasulullah saw untuk selalu membaca “Bismillah” pada awal setiap kegiatan positif. Sebelum makan, kita membaca “Bismillah” Artinya: Dengan nama Allah saya makan.

Maksudnya, dengan memohon bantuan Allah saya makan. Sebelum minum, kita membaca “Bismillah” maksudnya: Dengan memohon berkah Allah saya minum. Sebelum membaca, kita membaca “Bismillah” maksudnya : Ya Allah berkatilah hambaMu pada bacaan ini.

Demikianlah seluruh aktifitas positif yang kita lakukan, penuh dengan pendidikan bismillah, untuk menyambungkan kita dengan Allah Swt, untuk memperkuat keyakinan dan kesadaran kita sebagai hamba Allah yang beriman.

Bila kita telah menikmati keakraban dengan Allah, niscaya kita akan merasa kehilangan bila tidak shalat jamaah di masjid. Bila kita telah merasa bahagia dengan ibadah, niscaya kita akan menyesal bila kita menyempurnakan shalat sunnah rawatib dalam sehari semalam.

Bila kita telah merasakan indahnya membaca Al-Qur’an, niscaya kita merasa sangat rugi, jika dalam sehari semalam, kita tidak sempat membaca Al-Qur’an. Bila kita telah merasa enaknya dzikir, niscaya kita merasa susah bila ada wirid dzikir yang kita abaikan dalam sehari.

Bila kita telah merasakan lezatnya do’a, niscaya kita tidak bosan-bosan berdo’a, memohon dan meminta kepada Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Bila kita telah merasakan mulianya mebantu orang lain, niscaya kita merasa rugi bila dalam sehari, tidak ada orang yang kita bantu.

Bila kita telah merasakan manfaatnya da’wah, niscaya kita menyesal bila dalam sehari, tidak ada orang yang kita nasehati. Demikianlah semua bentuk ibadah dan amal shaleh. Bila telah dinikmati, kita akan merasa sedih bila kita abaikan.

Inilah refleksi dari jaminan Allah Swt untuk orang yang senantiasa mengikuti petunjukNya:

فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Barangsiapa mengikuti petunjukKu, niscaya tak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak berduka cita” QS. Al-Baqarah : 38

Maksudnya, orang yang senantiasa mengikuti petunjuk Allah, pasti bahagia. Pasti tenang. Pasti senang. Pasti optimis. Pasti berani dalam kebenaran. Pasti kuat dalam menghadapi tantangan iman.

Dalam ayat lain Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ اْلمَلاَئِكَةُ أَنْ لاَ تَخَافُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا، وَأَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ اَّلتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka senantiasa beristiqamah, niscaya pasti turun kepada mereka malaikat yang menyatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih. Bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan kepadamu” QS : Fussilat : 30

Perjuangan untuk mewujudkan ayat mulia ini ialah perjuangan istiqamah. Yaitu istiqamah dalam iman. Istiqamah dalam tauhid. Istiqamah dalam peningkatan ibadah. Istiqamah dalam dzikir, do’a, tilawah, da’wah, sedekah, kata-kata yang baik, akhlak yang mulia.

Olehnya itu, bila kita sedih dan susah, berse-geralah bertaubat, beribadah, berdzikir dan berdo’a yang khusyu’ dan panjang. Bila kita mendapatkan ujian-ujian hidup, penderitaan-penderitaan sesaat, kembalilah ke jalan istiqamah. Renungkanlah iman kita.

Renungkanlah betapa banyaknya dosa dan kelalaian kita. Renungkanlah Asmaul Husna. Beristiqamahlah

Oleh: Mudzakkir M.Arif, MA 

Baca Juga:
 • Tata Cara Mandi Wajib Sempurna

Kultum Singkat Tentang Dzikrullah (Mengingat Allah)

contoh kultum singkat tentang dzikrullah
flickr.com

Materi ini adalah upaya untuk memandu ummat untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Dzikrullah, sebagai salah satu bentuk pengembangan kepribadian muslim.

Urgensi Materi :

Materi ini dipandang penting untuk dikaji bersama, berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain:

1.Dzikrullah adalah kewajiban setiap muslim. (Q.S. Al-Ahzab (33): 41-42.

2.Dzikrullah adalah kebutuhan setiap muslim untuk ketenangan hati dan kebahagiaan hidup. (Q.S. Ar-Ra’d (13): 28.

3.Dzikrullah memerlukan pemahaman yang benar, penghayatan yang selalu meningkat serta pengamalan yang berkesinambungan.

Pokok-pokok Materi :

1. Pengertian Dzikrullah.

Dzikrullah berarti : Mengingat Allah , menyebut nama Allah, dan juga berarti peringatan Allah (Al-Qur’an).

2. Dzikrullah adalah amal saleh yang sangat mulia. (Q.S. Al-Ahzab (33): 35.

Sabda Rasulullah SAW – Allah Ta’ala berfirman : “ Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepadaKu. Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia menyebut namaKu dalam satu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila ia mendekat kepadaKu sejengkal, niscaya Aku mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku mendekat kepadanya sedepah. Dan jika ia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), niscaya Aku mendatangnya dengan berjalan cepat”. (H.R. Bukhari & Muslim )

3. Bentuk-Bentuk Dzikrullah :

a. Dzikir dalam shalat
b. Dzikir dalam Haji dan Umrah.
c. Dzikir sesudah Shalat.
d. Dzikir Pagi dan Sore.
e. Dzikir Munasabat (keadaan)
f. Dzikir Tahlil 100 kali sehari.
g. Dzikir Tasbih 100 kali sehari.
h. Dzikir Istighfar 100 kali sehari.
i. Dzikir Shalawat min. 20 kali sehari.
j. Tilawah Al-Qur’an.
k. Dzikir Hauqalah (Lahaula Walaquwwata Illa Billahi).
l. Dzikir Mutlaq (Al-Bagiyat As-shalihat : Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar Lailahaillalah).

4. Pembagian Dzikrullah :

a. Dzikir Billisan (Dzikir dg lidah). Dengan mengucapkan kalimat-kalimat Thayyibah.
b. Dzikir Biilqalbi (Dzikir Dlm hati), Yaitu dengan merenungkan keAgungan Allah pada ciptaanNya.
c. Dzikir Billisan Wal Qalbi (Dzikir yang memadukan antara lisan dan qalbu), lisan yang mengucapkan dan hati yang menghayatinya.

5. Kiat-kiat Penghayatan Dzikrullah :

a. Pemahaman Arti kalimat-kalimat Dzikir.
b. Mengahadirkan keyakinan bahwa Allah sedang melihat dan mendengar kita.
c. Menghadirkan keyakinan bahwa Dzikir yang kita lakukan ini adalah solusi segala problem kita dan rahasia kebahagiaan kita.
d. Menghadirkan rasa cinta kepada Allah, Rasa takut pada murkaNya, rasa harap pada pertolonganNya.
e. Mematuhi aturan-aturan Dzikrullah dan menerapkan Adab-adabnya.

6. Aspek Pengamalan Dzikrullah :

a. Orientasi pada Dzikir yang Ma’tsur (bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah), tinggalkan yang tidak Ma’tsur yang Ma’tsur sudah sangat banyak tidak perlu ditambah dengan yang lain.

b. Programkan peningkatan Dzikir setiap pekan. Tambah dan tambah selalu Dzikir anda. Pasti bahagia.

c. Milikilah min. 1 buku Dzikir yang Ma’tsur, lalu amalkan dengan penuh semangat, sebagai contoh buku kumpulan Do’a dari Al-Qur’an dan As-Sunnah oleh Syaikh Said Bin Ali Al-Qahtaniy.

d. Sangat baik jika kita membiasakan diri untuk Dzikir menjelang subuh, sesudah Subuh, dan menjelang Maghrib.

e. Sangat baik jika kita membiasakan diri untuk selalu dalam keadaan ada wudhu’ karena hal itu sangat kondusif untuk memperbanyak Dzikir dan menyambung hari dengan Allah.

7. Kendala –kendala dzikrullah dan solusionya :

a. Gemar melakukan dosa
b. Terlalu sering lalai (lupa Allah)
c. Sangat sibuk mencari nafkah (kelelahan dan tidak ada waktu).
d. Pengamalan dzikir yang tidak berkhasiat.
e. Sikap arogan, apriori dan fanatisme golongan (hati yang jeras)

Tawaran solusi :

a. Membangun kesadaran akan kelemahan sdan keterbatasan kita sebagai manusia yang sangat bergantung kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah.

b. Membangun keyakinan pada manfaat-manfaat dzikrullah.

c. Membangun kesadaran aka pentingnya renungan-renungan pribadi yang serius dan menghadiri majelis ta’lim yang terpadu.

d. Membiasakan diri untuk memenej waktu yang baik.

e. Memaksakan diri untuk setiap kebaikan, untuk sebuah pembinaan yang positif.
Ingat !! tidak ada perubahan tanpa pemaksaan diri !.

f. Mengingat kematian sebagai upaya untuk membangun kesadaran.

Aplikasi Materi

Setelah mengikuti materi ini, sangat diharapkan ada berkah Allah yang turun kepada kita semua sehingga kita benar-benar termotovasi untuk mengamalkan hal-hal yang benar dari materi ini. Untuk itu diusulkan program berikut ini :

1. Hadirkan niat Iklash selalu dalam setiap aktivitas.

2. Jauhkan sikap arogan, apriori dan fanatisme golongan. Tolak ukur kebenaran bagi kita hanyalah Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sahih

3. Yakinkan bahwa bacaan Shalat kita sudah sesuai dengan sunnah. Lalu yakinkan bahwa kita sudah menguasai artinya.

4. Mari membiasakan diri untuk menyempurnakan Dzikir Ba’da Shalat.Jangan tergesa-gesa !.

5. Kapan Ada niat untuk berdzikir, lakukan segera, jangan ditunda ! (kecuali pada saat dikamar mandi).

Selamat Berdzikir Ma’tsur. Selamat Berbahagia.
Sukses selalu untuk kita. Amiin.
Wallahu A’lam . Wallahu Muwaffiq. Alhamdulillahi Rabbilalamin.

Oleh: Mudzakkir M. Arif. M.A.

Baca Juga:
 • Kata Kata Bijak Islami

Materi Kultum Tentang Obat Anti Materialisme

contoh kultum tentang oba materialisme
economy.okezone.com

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengertian Materialisme

Materialisme berarti paham kebendaan, yaitu paham yang mengatakan bahwa: kebahagiaan itu ada pada kekayaan, kemuliaan itu diukur dari harta seseorang, dan kesuksesan yang sebenarnya ialah kesuksesan duniawi.

Materialisme adalah virus aqidah. Materialisme adalah keyakinan, kepercayaan yang membentuk pola pikir dan pola hidup yang bertentangan dengan Islam. Materialisme merusak aqidah islamiyah, melemahkan iman dan mengakibatkan penyakit hati, bahkan kematian nurani. Naudzubillah. QS. Al-Qashas: 79, QS. Yunus: 7-8

Indikator Materialisme

1) Kemalasan beribadah, berdzikir dan tilawah Al-Qur’an.

2) Kemalasan belajar Islam, dan menghadiri pengajian.

3) Pemikiran dan perhatian kepada urusan dunia, lebih banyak dibanding pemikiran dan perhatian kepada urusan akhirat.

4) Sifat bakhil dan serakah.

5) Sifat dzalim kepada orang lain.

6) Menuntut ilmu untuk kaya.

7) Mengajarkan ilmu untuk kaya.

8) Melecehkan orang shalih.

9) Mengagungkan orang kaya.

10) Menyesali kegagalan duniawi secara berlebihan.

11) Tidak menyesali dosa.

12) Menikmati dosa.

13) Merendahkan orang yang lebih rendah dari sisi harta, pangkat, ilmu, kekuatan, kecantikan dan ibadah.

14) Jarang mengingat mati.

15) Tidak rindu akan syurga, dan tidak takut neraka.

16) Do’a-do’anya hanya do’a-do’a duniawi.

17) Harapan-harapannya hanya harapan-harapan duniawi.

18) Senang bersaing dengan orang lain dalam urusan duniawi, tidak mau bersaing dalam urusan akhirat.

19) Sangat jarang menangis karena bertaubat.

20) Sangat jarang menghadirkan niat ikhlas di hati.

Obat Anti Materialisme

1) QS. Al-Mu’minun: 1-11, QS. Ali Imran: 139, QS. Al-Hujurat: 15, QS. Al-A’laa: 16-17, QS. An-Naazi’at: 37-41.

2) Ucapkanlah: “Hidupku harus kugunakan seoptimal mungkin untuk keselamatanku di akhirat.”

3) Yakinilah: kekayaan, jabatan, ilmu, kekuatan, kecantikan, tidak ada gunanya tanpa rahmat Allah! Tidak ada gunanya tanpa ibadah!

4) Ingat selalu: bagaimana kalau saya mati hari ini? Saya harus taubat sekarang juga! Saya harus beribadah sekarang juga!

5) ber’doa setiap hari: اللهم إني أسألك رضاك والجنة وأعوذ بك من سخطك والنار

6) Membaca sayyidul istighfar setiap pagi dan petang.

7) Memaksa diri untuk lebih dermawan, lebih pemaaf, lebih berakhlak mulia.

8) Mengutamakan shalat jama’ah di masjid lima kali sehari semalam.

9) Memprogramkan peningkatan shalat sunnah.

10) Tiada hari tanpa tilawah al-qur’an.

12) Mengamalkan wirid tahlil, wirid tasbih, wirid istighfar, masing-masing seratus kali setiap hari.

13) Ingat selalu: tidak boleh iri hati kepada orang lain karena dunia!

14) Mengupayakan tambahan, hafalan dzikir dan do’a sehari-hari.

15) Meningkatkan rasa takut berbuat dosa.

16) Menghadirkan niat ikhlas setiap saat

Indikator Kesucian dari Materialisme

1) Rajin shalat jama’ah di masjid, rajin shalat sunnah, shalat tahajjud, shalat dhuha, shaum sunnah.

2) Rajin membaca al-qur’an.

3) Rajin ikut pengajian, membaca buku-buku Islam, bahkan aktif konsultasi.

4) Rajin berdzikir dan berdo’a.

5) Senang membantu orang lain.

6) Pandai menghargai orang lain/ tawadhu.

7) Menangis menyesali dosa setiap hari minimal sekali sepekan.

8) Selalu berniat untuk meningkatkan khusyu’.

9) Selalu merasakan muraqabah.

10) Selalu bersiap untuk mati dan selalu dalam keadaan berwudhu.

11) Menyesali keterlambatan beribadah, perbuatan dosa dan kelalaian.

12) Menjauhi kedzaliman.

13) Menghayati cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Islam, cinta kepada sesama muslim.

14) Mendidik anak menjadi anak shalih.

15) Rajin berda’wah, memberi nasihat/aktif pada lembaga Islam.

16) Tidak membeli perabot yang kurang bermanfaat.

17) Setiap hari bersedekah.

18) Menghayati perjuangan pengembangan kepribadian muslim setiap hari.

19) Senantiasa mewaspadai bisikan syaitan dan cepat mengalahkannya.

20) Menjauhi semua indikator materialisme.

والله الموفق والحمد لله رب العالمين

Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA

Contoh Kultum Singkat: Ibadah Tujuan Hidup Kita

kultum terbaik tentang ibadah
muslimahzone.id

Pengertian Ibadah

Ibadah menurut syari’ah berarti : Penghambaan diri kepada Allah secara mutlak dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sesuai dengan syari’ah Islam.

Urgensi Ibadah

1. Ibadah adalah tujuan penciptaan manusia.
Lihat QS : 51 : 56 – 58

2. Ibadah adalah inti dari Agama Allah swt.
Lihat QS : 98 : 5

3. Ibadah adalah hakikat kebebasan yang hakiki.
Lihat QS : 39 : 29

4. Derajat “Hamba Allah” adalah satu kemulian dari Allah. Hanya dapat diraih dengan Ibadah .
Lihat QS : 17 :1
QS : 25 : 63-76

5. Ibadah adalah jalan kebahagian dan keselamatan .
Lihat QS : 37 : 38-49

Para Ulama Membagi Ibadah terbagi menjadi dua bentuk utama

1. Ibadah mahdhah / khasshah ( khusus )

2. Ibadah Ammah ( Umum )

Ibadah mahdhah adalah ibadah ritual seperti shalat, shaum, zakat, haji.

Syarat-syarat ibadah mahdhah, ada dua

1. Ikhlash

2. Mutaba’ah ( ikut pada sunnah Rasulullah saw )

Ibadah Ammah adalah seluruh prilaku muslim pada seluruh aspek kehidupan yang memenuhi syarat berikut :

1. Ikhlash

2. Muwafaqoh ( sesuai dengan syari’ah islam ) QS : 6 162-163

Upaya Menuju Ibadah

1. Meningkatkan pemahaman terhadap arti syarat, konsekuensi dan refleksi Ibadah, dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

2. Meningkatkan kesadaran akan posisi kita sebagai hamba yang harus mengabdi hanya kepada Allah.

3. Berusaha untuk membentuk pergaulan yang mendukung peningkatan Ibadah.

4. Memperbanyak rencana-rencana positif berniat ikhlash diawal / ditengah pekerjaan kebaikan yang kita kerjakan.

5. Membuat planning dan proritas peningkatan Ibadah.

6. Memperbanyak renungan terhadap hakikat kehidupan dan kematian.

Bahwa hidup ini akan berakhir dengan kematian itu telah menjadi keyakinan kita semua

• Bahwa setelah kita mati, kita akan hidup kembali, itupun bagian penting dari Aqidah kita.

Mengapa kita masih sering lalai beribadah?

Mengapa pula kita sering membangkan terhadap ajaran Allah ?

• Pantaskah kondisi ini kita biarkan begitu saja ?

Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Jawabannya sudah jelas ?

Nah, jangan ditunda lagi, sebelum menyesal !

Kultum Singkat Tentang Renungan Kematian

materi ceramah singkat mengingat mati
himronmahmud.com

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Materi adalah ajakan untuk melakukan renungan kematian sebagai satu kiat untuk sadar kematian meningkatkan dan memberdayakan iman.

Urgensi renungan kematian

1. Kematian adalah akhir yang sangat pasti dari kehidupan di dunia ini.

Mari merenungkan firman Allah dalam surah :

يَاأَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ

“Hai Manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuiNya.” Surah Al-Insyiqaq : 6.

2. Al-Qur’an dan As-Sunnah memberi penjelasan yang rinci tentang hakikat kematian. Penjelasan ini penting untuk dikaji dan direnungkan dalam upaya membangun kepribadian muslim secara berkesi-nambungan.

3. Kesibukan keseharian sering kali membuat kita lalai mengingat kematian.
Mari merenungkan firman Allah dalam surah : At-Takasur 1-2, surah Al-Anbiya’ : 1

Pokok-pokok materi

1. Kematian adalah satu kepastian yang tidak mungkin terhindarkan .

Mari merenungkan firman Allah dalam surah : Ali Imran : 185, surah Al-A’raf : 34, surah An-Nahl : 61.

2. Kematian itu telah ditentukan waktunya, tempatnya dan penyebabnya.

Mari merenungkan firman Allah dalam surah : Luqman : 34, surah Al-Munafiqun : 10-11.

3. Kematian itu melalui proses pencabutan nyawa yang dilakukan oleh malaikat maut.

Mari merenungkan firman Allah :

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُون

“Katakanlah : Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawamu) akan mematikan kamu kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan. [As-Sajadah : 11]

4. Proses pencabutan nyawa didahului dengan sekarat (keadaan mabuk/ tidak sadar). Mari merenungkan firman Allah dalam surah : Al-An’am : 93, surah Qaf : 19, surah Al-Qiyamah : 26-35.

5. Kemudahan dan kesulitan pencabutan nyawa, bukanlah ukuran satu-satunya keselamatan/ kebinasaan.

6. Hikmah penyakit/ musibah :

  • Penghapus dosa
  • Memotivasi untuk taubat
  • Penguat Iman
  • Lebih siap untuk mati
  • Penambah amal

7. Syarat untuk meraih hikmah penyakit/ musibah :

a. Ikhlas 

b. Ada kesungguhan untuk meraih hikmah yang banyak.

c. Sabar

8. Kemuliaan husnul khatimah (kehidupan yang diakhiri dengan amal shaleh).

Beberapa kiat untuk meraih khusnul khatimah :

a. Taubat. d. Pergaulan yang shaleh.
b. Cinta pada ibadah dan amal. e. Dzikrul maut (mengingat kematian).
c. Uang halal. f. Do’a

9. Bahaya su-ul khatimah (kehidupan yang diakhiri dengan dosa).

10. Dosa penyebab azab kubur :

a. Tidak bersih ketika buang air kecil.
b.Namimah (mengadu domba/ menyebarkan permusuhan)

Tindak lanjut materi

1. Membiasakan diri mengucapkan dalam hati,

”Apa yang sebaiknya saya lakukan sekiranya saya mati hari ini ?”

2. Menghayati setiap ibadah dan amal shaleh dengan ucapan :

”Saya melakukan amal ini sebagai bekal untuk akhirat. Saya ingin masuk syurga”.

3. Memperbanyak amal andalan. Yaitu amal jariyah dan amal yang istiqamah.

4. mengamalkan dzikir yang banyak, terutama azkar munasabat (aktifitas dan peristiwa).

5. Memperbanyak do’a memohon khusnul khatimah dan berlindung dari su-ul khatimah.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ اَسْاَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَاتِمَةِ

“Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikan di akhir hidupku dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan di akhir hidupku”

والله اعلم بالصواب والله الموفق والحمد لله رب العا لمين

Oleh: Mudzakkir M.Arif, MA

Contoh Kultum: Pengenalan Tentang Islam

kultum tentang mengenal islam
lavanguardia.com

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Materi ini adalah pengenalan kembali tentang substansi ajaran Islam, sebagai penyegaran pikiran, pencerahan rohani, danm motivasi untuk bermujahadah dalam pengembangan kepribadian muslim.

Urgensi Materi

Materi ini dinilai penting untuk dikaji bersama, berdasarkan beberapa pertimbangan berikut ini;

1. Keyakinan pada kebenaran Agama Islam sebagai Agama satu-satunya yang benar, perlu diperbaharui dan diperkokoh pada sanubari setiap muslim.

2. Nama “Al-Islam” untuk Agama yang mulia ini, membawa keagungan, kesempurnaan dan keistimewaannya. Itulah sebabnya sehingga Nama ini penting untuk dihayati.Surah Al-Maidah: 3

3. Tingkat Invensitas seorang muslim pada Agama Islam, sangat terkait cintanya pada Agamanya. Dan tingkat cinta seseorang pada Islam, berbanding harus dengan panghayatan pada kemuliaan Agama ini.

Pokok-Pokok Materi

Lafadz Islam dalam Al-Qur’an ditampilkan dalam beberapa akar kata dan pecahannya yang seluruhnya saling menyempurnakan substansi ajaran Islam, antara lain:

- Islam : Islamul Wajh : Penyerahan Wajah. (Q.S. An-Nisa’ :125)

- Islam : Salim : Suci, Bersih. (Q.S. As-syura: 89)

- Islam : Salam : Selamat, Sejahtera. (Q.S.Al-An’am: 54)

- Islam : Silm : Kedamaian. (Q.S.Al-Baqrah: 208)

- Islam : Salm : Perdamaian (Q.S.Al-Anfal: 61)

- Islam : Taslim : Penyrahan diri secara utuh (Q.S. An-Nisa’ : 65)

Kesimpulan

Agama Islam mempunyai karakter penyerahan diri, kesucian, keselamatan, kedamaian, dan perdamaian. Karakter ini wajib hadir pada kepribadian setiap muslim.

1. Agama Islam ialah: Agama yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw, berdasarkan kitab Al-qur’an dan As-Sunnah, sebagai Agama satu-satunya yang benar. (Q.S.Ali-Imran : 19 & 85).

2. Agama Islam adalah Agama seluruh Nabi dan Rasul, dengan kesempurnaan syariah pada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad Saw dengan kitab Al-Qur’an yang dijamin abadi, dan Sabda beliau yang bersumber dari wahyu.
*(Q.S. Al-Hajj : 78) *(Q.S. Al-Hijr: 9 ) *(Q.S. An-Najm: 4) *(Q.S. Al-Maidah : 3)

3. Agama Islam adalah Agama yang Universal dan Konperhensif. Ditujukan untuk semua manusia hingga dunia kiamat, dan mengatur seluruh aspek kehidupan tanpa kecuali, dan sebagai pedoman hidup terlngkap dan termulia untuk kebahagiaan, kedamaina, kemuliann dan keselamatan manusia.

4. Kebahagiaan yang kita cari, kemuliaan yang kita kejar, kedamaian yang kita impikan, keselamatan yang kita harapkan, seluruhnnya ada pada komitmen dan Konsistensi keislaman kita, Intensitas dan Integrasi kita dengan Agama yang agung ini, dengan perjuangan lahir dan bathi, atas dasar ilmu yang benar dan cinta yang tulus.

Aplikasi Materi

Setelah mengikuti materi ini, sangat diharapkan ada follow up yang positif, sebagai bukti kesadaran dan kesungguhna kita untuk berubah dan memperbaiki diri. Untuk itu, di tawarkan beberapa aplikasi materi berikut ini ;

1. Menghayati kembali setiap ayat yang tertera dalam materi ini.

2. Menghayati cinta pada Islam dan syukur atas nimat Islam.

3. Mulai memprogramkan membaca buku Islam, secara rutin. Dan diusulkan membaca buku : Ensiklopedia Muslim oleh: As-Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi.

4. Mulai memprogramkan mengikuti pengajian / Majelis Ta’lim secara rutin dan membiasakan diri untuk banyak bertanya dan berdiskusi tentang ajaran Islam.

5. Mulai memprogramkan peningkatan Ibadah, Dzikir, dan Akhlaq pada pribadi, keluarga, dan lingkungan kerja, secara bertahap dan Persuassif.

Selamat Berjuang. Allah Bersama Kita.

والله أعلم, فالحمد لله رب العالمين

Oleh: Mudzakkir M. Arif, M.A

Kultum Untuk Remaja: Adakah Cinta di Hatimu?

cinta dalam hati
twsflorist.co.id

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Apakah cinta itu?

Cinta ialah rasa suka yang mendalam, rasa sayang yang sangat kuat, rasa ingin sekali, sangat berharap, sangat rindu. Rasa khawatir/sedih jika berpisah (dari; kamus besar bahasa Indonesia).

Di mana itu cinta?

Cinta itu di hati, mempengaruhi otak, lalu menggerakkan anggota tubuh untuk menampakkan cinta itu.

Dari mana datangnya cinta?

Cinta itu adalah potensi karunia Allah kepada manusia. Cinta itu ada pada diri kita sejak kita lahir, walaupun pada mulanya masih berbentuk rasa ketergantungan seorang bayi/anak kepada orang tuanya/keluarganya.

Cinta itu perlahan tumbuh seiring dengan pertumbuhan kita dan cara kerja otak kita.

Cinta itu lahir dari rasa kebutuhan pada sesuatu/seseorang, rasa ketergantungan dengannya.

Cinta itu lahir dari pengetahuan, pengalaman, dan keyakinan.

Apa dan siapa yang kita cintai?

Yang kita cintai ialah: Ibu bapak, saudara, istri/suami, anak, paman dan tante, sepupu, keluarga dekat, sahabat, teman sekolah/kuliah, guru/dosen, orang yang berjasa kepada kita, dan seterusnya.

Yang kita cintai pula ialah: Rumah, perabot, pakaian, perhiasan, peralatan pribadi kita, kendaraan, kebun/sawah/tempat kita mencari nafkah, buku, dan seterusnya.

Bagaimana Islam memandang cinta?

Islam memandang cinta sebagai potensi besar yang wajib disyukuri dan diarahkan sesuai petunjuk Allah Swt dan Rasulullah Saw.

Islam membolehkan kita mencintai apa saja dan siapa saja dengan mentaati tiga batasan:

1.Halal
2. Tidak berlebihan
3. Tidak meninggalkan kewajiban

Adakah petunjuk Islam tentang cinta?

Beberapa petunjuk Islam tentang cinta:

1.Cinta kepada Allah Swt wajib di atas segala cinta.

….. Adapun orang-orang yang beriman, sangat cinta kepada Allah …..
QS. Al-Baqarah: 165

2.Cinta kepada Rasulullah adalah cinta kedua yang wajib.

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Ali Imran: 31
Rasulullah Saw bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وِالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

“Tiada sempurna iman seseorang di antara kamu, sampai aku (Rasulullah) lebih ia cinta dari bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia” (HR. Al-Bukhari)

3.Cinta kepada perjuangan Islam adalah cinta yang ketiga yang diwajibkan oleh Allah.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. QS. Al-Taubah: 24

4.Cinta kepada sesama muslim karena Allah adalah cinta keempat yang wajib.

Rasulullah Saw bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدَكُمْ حَتىَّ يُحِبُّ لأَِخِيْهِ مَايُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sampai ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (Muttafaq Alaih)

5.Cinta kepada apa dan siapapun karena Allah dan untuk menjadi persembahan cinta kita kepada Allah Swt. Contoh; Cinta kepada ibu bapak, karena Allah dan untuk persembahan cinta kita kepada Allah.

Bagaimana kita membuktikan kelima bentuk cinta itu?

1.Cinta kepada ibadah, tilawah, dzikir, do’a, pengajian, dan ilmu Islam.

2.Cinta kepada sunnah Rasulullah Saw, perjungan beliau, istri-istri beliau, anak cucu beliau, para sahabat beliau, rajin membaca sejarah beliau. Termasuk pula: mencintai seluruh Nabi dan Rasul.

3.Cinta kepada para ulama, para da’i, para pejuang di jalan Allah, orang-orang shaleh, orang-orang ikhlas, yang telah menjual diri mereka untuk berjuang di jalan Allah.

4.Menghargai setiap muslim, memberi salam, silaturrahim, membesuk orang sakit, melayat jenazah, mendo’akan kebaikan, menjaga amanah, berlaku jujur, adil, sopan, berakhlak mulia, tidak hasad, dan tidak berghibah.

5.Mencintai seseorang karena aqidahnya, ibadahnya, akhlaknya, da’wahnya. Mencintai seseorang dengan tujuan mengamalkan perintah Allah. Mencintai seseorang dengan tujuan da’wah, mendidik dia untuk mencintai Allah. Mencintai sesuatu sebagai sarana ibadah dan perjuangan Islam.

Bagaimana Islam memandang cinta antara pria dan wanita?

1.Cinta antara pria dan wanita adalah fitrah, sunnatullah, potensi besar yang wajib disyukuri, diarahkan sesuai petunjuk Allah.

….. dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang ….. QS. Ar-Rum: 21

2.Cinta antara pria dan wanita diatur oleh Islam lewat ibadah pernikahan dan ibadah rumah tangga Islami.

3.Cinta antara pria dan wanita diluar lembaga pernikahan dan rumah tangga Islami dibatasi dengan:

1.Hukum mahram/ yang haram dinikahi.
2. Hukum menutup aurat.
3. Pengendalian syahwat/ nafsu birahi.
4. Tidak menatap.
5. Tidak menyentuh.
6. Tidak berduaan.
7. memancing syahwat dengan cara apapun; lisan, tulisan, pakaian, penampilan, mata, tangan, pinggul, kaki, dan seterusnya.

Adakah cinta di hatimu?
Jenis cinta apa yang ada di hatimu?
Mari kita buktikan cinta tulus kita!

Saatnya kita memahami cinta dengan benar,
dan mengamalkan cinta dengan benar.
Selamat berjuang untuk cinta, mendapat cinta dan membagi cinta,
menikmati dengan cinta, dan mulia dengan cinta. Amin.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Oleh: Mudzakkir Arif, MA

Kultum Pendek Menarik Tentang Planning ibadah setiap hari

planning ibadah tiap hari
okdiario.com

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد

Kita semua meyakini bahwa kita adalah ciptaan Allah. kita semua telah yakin bahwa kita semua adalah hamba Allah. Kita semua telah yakin bahwa kita semua adalah milik Allah dan pasti kembali kepada Allah. bukankah kita sering mengucapkan :

إنا لله وإنا إليه راجعون

“Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah, dan sesungguhnya kami pasti kembali kepadaNya.”

Bukankah kita selalu mengucapkan :

لا حول ولا قوة إلا بالله

“Tidak ada upaya dan kekuatan melainkan dengan Allah.”

Kita semua telah telah yakin bahwa kita berkewajiban untuk beribadah kepada Allah swt semata. Kita telah menghafal ayatNya :

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu.”

Kita semua telah yakin bahwa seluruh hidup kita harus kita persembahkan hanya untuk Allah. seluruh aspek hidup ini harus diniatkan untuk ibadah. Setiap aktifitas kita harus bernilai ibadah. Kita telah menghafal ayatnya :

Katakanlah : “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [Q.S. al-An’am 162-163]

Ayat mulia ini mengajarkan kita untuk membangun cara berfikir dan cara hidup. Allah oriented (Allah sebagai orientasi hidup) Ridha Allah sebagai tujuan setiap aktifitas.

Ayat mulia ini menganjurkan kita agar menanamkan di dalam hati kita ikrar / janji untuk mengibadahkan semua aktifitas keseharian kita, menyerahkan jiwa raga kita hanya kepada Allah swt semata, tiada duaNya!.

Bila semua ini telah disepakati, maka mari kita merenungkan kiat inplementasi (pengamalan) keyakinan-keyakinan ini dalam hidup keseharian kita.

Kita tentu menyadari bahwa keyakinan-keyakinan tadi, wajib diwujudkan, bahkan wajib mengerah-kan fikiran dan prilaku kita setiap hari. Kita harus beribadah sepanjang hari, setiap hari di semua tempat, di semua keadaan, di semua situasi. Karena kita hanyalah hamba Allah semata.

Bukan hamba dari apa dan siapapun selain Allah satu-satuNya dan hanya satu-satuNya. Kita ini hanyalah pencari ridha Allah semata dalam hidup yang sementara ini. Tugas kita hanya satu : Taat kepada Allah semata. Ketaatan itulah yang kita perjuangkan dalam perjalanan singkat ini.

Bila kita ruku’ sujud kepada Allah swt dalam shalat, maka kita juga meruku’-sujudkan fikiran kita, prilaku kita, ucapan kita, rumah tangga kita hanya kepada Allah semata.

Bila dalam shalat kita mengulang-ulangi lafadz takbir : Allahu akbar, maka diluar shalat kita berjuang agar pikiran, perasaan, prilaku, kebijakan, keputusan kita senantiasa bertakbir : Allahu Akbar. Sehingga semuanya taat kepada Allah. tidak ada fikiran yang bertentangan dengan ajaran Allah.

Tidak ada perasaan yang bertentangan dengan ajaran Allah. Tidak ada prilaku yang bertentangan dengan ajaran Allah. tidak ada kebijakan dan keputusan yang bertentangan dengan ajaran Allah. Karena jiwa raga kita semuanya telah bertakbir : Allahu Akbar.

Bila dalam shalat kita selalu membaca :

“Hanya kepadaMu aku menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.”

Maka diluar shalat, kita buktikan statement / pernyataan itu. Karena itulah maka kita tidak mengeramatkan pohon, kuburan, sungai, keris, laut, tiang rumah, dsb. Karena itulah maka kita tidak memakai azimat.

Karena itulah maka kita anti sihir, perdukungan dan paranormal. Karena itulah maka kita mendahulukan shalat jamaah, shalat sunnat, tilawah Al-Qur’an, Dzikir, dan do’a. daripada semua aktifitas duniawi. Karena itulah maka kita berjuang untuk selalu taat kepada Allah. Mengapa ? Karena kita selalu membaca:

Kiat Mengibadahkan Hidup Ini

Bila kita telah sepakat dan telah satu semangat, satu tekad, untuk menjadikan setiap aktifitas dan setiap situasi hidup kita, sebagai ibadah yang kita persembahkan hanya kepada Allah semata, maka salah satu kiat untuk itu adalah :

Planning ibadah sepanjang hari. Kiat ini mengajak kita untuk merencanakan ibadah sepanjang hari, setiap hari, setiap saat. Kiat ini berangkat dari pemahaman bahwa ibadah itu harus diniatkan.

Ketaatan kepada Allah harus direncanakan. Peningkatan ibadah kepada Allah harus diperjuangkan. Tak ada ibadah tanpa niat. Tak ada peningkatan ibadah tanpa perjuangan.

Contoh Peningkatan Ibadah Setiap Hari :

1. Saya berjuang untuk Shalat berjamaah subuh di masjid. Tidak lupa shalat shalat sunnat dua rakaat sebelumnya, dengan niat untuk mendapat ridha Allah.

2. Dzikir yang sempurna setelah shalat subuh, dilanjutkan dengan dzikir pagi yang sunnah, dengan niat ikhlas.

3. Berniat untuk mengoptimalkan ketaatan kepada Allah sepanjang hari dengan mengharapkan ridha Allah swt.

4. Berdo’a memohon syurga, memohon husnul khatiamah, memohon akhlak mulia, membaca sayyidul istigfar, dan mengingat kematian.

5. Membaca Al-Qur’an minimal 30 menit

6. Shalat dhuha minimal dua rakaat, Lillahi Ta’ala.

7. Melaksanakan tugas sesuai profesi dan posisi dalam rumah tangga. pelajar dan mahasiswa, belajar. Pegawai/kariawan ke kantor. Guru dan dosen, ke kelas. Pedagang ke pasar/toko. Ibu rumah tangga mengurus rumah. Petani ke sawah/kebun, dst. Semua berniat ikhlas.

8. Zhuhur di Masjid. Shalat sunnah sebelum dan sesudahnya. Dengan ikhlas dan khusyu. Lengkap dengan dzikirnya.

9. Melanjutkan aktifitas duniawi dengan niat ibadah, atau beristirahat juga dengan niat ibadah.

10. Shalat ashar di masjid dan berdzikir lengkap setelahnya. Diupayakan mengamalkan wirid istigfar 100 x wirid tasbih 100 x wirid tahlil 100 x. mengamalkan dzikir sore . semuanya dengan mengucapkan dalam hati niat ikhlas.

11. Melanjutkan aktifitas duniawi yang halal, atau olah raga, atau silaturrahim, dengan niat ikhlas.

12. Shalat magrib di masjid, berdzikir dan shalat sunnah setelahnya. Diupayakan I’tikaf di masjid sampai isya, diisi dengan tilawah Al-Qur’an, Dzikir, tafakkur, atau mengikuti pengajian, atau mengajar atau silaturrahim dengan jamaah masjid. Jangan lupa ikhlaskan niat.

13. Shalat isya di masjid, berdzikit dan shalat sunnah, dengan ikhlas dan khusyu’.

14. Melanjutkan aktifitas duniawi di rumah, memberi perhatian, kepedulian, kasih sayang kepada seisi rumah, membaca buku/majalah yang bermanfaat, mengikuti berita dan informasi, semua itu, diniatkan Lillahi ta’ala.

15. Diupayakan tidur cepat, wudhu sebelumnya. Bila belum terbiasa shalat tahajjud, sebiknya shalat witir 3 rakaat sebelum tidur. Dipembaringan, baca ayat kursi dan dzikir-dzikir sebelum tidur. Berniat bangun sebelum masuk waktu subuh. Tidurnyapun diniatkan untuk mendapatkan ridha Allah swt.

16. Sepanjang hari, saya berusaha untuk selalu menghadirkan niat ikhlas di hatiku. Berusaha mengingat bahwa Allah selalu melihatku, malaikat pencatat selalu bersamaku, syetan terkutut selalu mengajakku berbuat dosa, dan saya selalu melawan ajakan jelek itu.

17. Sepanjang hari, saya berjuang untuk tidak berdusta, tidak menipu, tidak berkhianat, tidak zalim, tidak takabbur, tidak hasad, tidak dendam, tidak bakhil, tidak memaki, tidak bergibah, tidak mencuri/korupsi, tidak melakukan dosa-dosa besar.

18. Dalam sehari semalam, saya harus berusaha menangis karena taubat, minimal 1x sehari. Saya berusaha untuk selalu menyadari bagaimana kalau saya mati pada hari ini. Saya berusaha berd’wah / memberi nasehat minimal satu kali sehari. Saya berusaha menguatkan cinta tulus di hati saya.

Demkianlah contoh konkrit dan sederhana tentang planning ibadah sepanjang hari. Intinya : Ikhlas, shalat jamaah, shalat sunnah, tilawah Al-Qur’an, dzikir, rasa tanggung jawab akhlak mulia.

Tentulah kita bisa dan dianjurkan mengembangkan planning ibadah sepanjang hari. Dengan planning yang baik, tekad yang kuat, niat yang ikhlas, insya Allah hidup kita akan lebih bermakna, semakin berkualitas. Amin.

Marilah kita bangkit bersama. Marilah kita berjuang bersama. Marilah kita menyusun planning ibadah sepanjang hari, setiap hari. Mari mengamalkannya dengan disiplin. Fastaqim (Beristiqamahlah)!.

Oleh: Mudzakkir M. Arif, M

Ceramah Singkat: Panduan Optimalisasi Ibadah pada Bulan Istimewa Ramadhan

ibadah bulan ramadhan

Alhamdulillah, inilah ucapan yang pertama yang seharusnya kita ucapkan pada awal pertemuan kita yang berbahagia ini.

Kita memuji dan berterima kasih kepada Allah Swt yang Maha Pengasih atas segala ni’mat yang dikaruniakanNya kepada kita semua, terutama ni’mat Bulan mulia Ramadhan.

Kita semua berdo’a semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita semua untuk mensyukuri seluruh ni’matNya dan mengoptimalkan ibadah kepadaNya, terutama pada bulan suci ini, semoga Allah Swt yang Maha Penyayang senantiasa mengampuni kita, memberkati usia kita, meridhai amal kita, dan merahmati kita semua. Amin.

Shalawat dan salam yang tiada terputus kita ucapkan untuk pemimpin kita, kekasih kita, Rasulullah Saw. Beliaulah teladan kita dalam hidup ini, terutama dalam optimalisasi ibadah pada bulan mulia Ramadhan ini.

Para jamaah Qaimin-qaimat yang mulia

Malam ini adalah malam pertama bulan termulia sepanjang tahun. Kita semua berbahagia dengan kedatangan bulan suci ini, karena kita sangat percaya dan sangat yakin bahwa bulan ini pasti membawa kebaikan, kebahagiaan, kemuliaan, kesuksesan, keselamatan kepada kita, jika kita isi bulan ini dengan taubat, dan amal shaleh yang maksimal. Allah Swt berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan (adalah bulan) yang padanya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan (berisi) penjelasan dari petunjuk dan (sebagai) pembeda (antara yang baik dan yanag salah).” Qs : Al-Baqarah : 185

Ayat yang mulia ini adalah ayat satu-satunya yang menyebutkan lafazh “Ramadhan” Nama dari bulan istimewa ini disebut secara eksplisit oleh Allah Swt untuk mengajarkan kepada kita tentang kemuliaan bulan ini, dipilih untuk menurunkan kitab termulia, kitab suci yang abadi, firman-firmanNya yang agung sebagai pedoman hidup bagi setiap orang yang ingin mengatur hidupnya sesuai petunjuk penciptaNya.

Di sisi lain, Ayat mulia ini juga memberi isyarat bahwa bulan Ramadhan sepatutnya menjadi bulan al-Qur’an bagi umat Islam, sehingga kita memperbanyak tilawah al-Quran pada bulan ini, sebagaimana yg dicontohkan oleh Nabi kita Saw.

Kaum muslimin-muslimat yang saya hormati

Bulan Ramadhan adalah shaum/ shiyam/ puasa. Pada bulan ini kita diwajibkan untuk berpuasa, tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan intim, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, selama sebulan penuh, dengan niat Ibadah.

Ibadah ini adalah rukun Islam yang keempat. Sehingga tidak sah iman dan Islam kita jika kita sengaja meninggalkan kewajiban ini tanpa udzur syar’i .

Allah Saw berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai sekalian orang yang beriman. Telah di wajibkan kepadamu shiyam/ puasa, sebagaiman telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. Qs : Al-Baqarah : 183.

Ayat yang mulia ini menjelaskan kewajiban shaum kepada setiap orang beriman. Jadi orang yang menolak kewajiban ini tentulah bukan orang yang beriman.

Ayat mulia ini juga menjelaskan bahwa Ibadah shaum bertujuan untuk menjadikan kita hamba Allah Swt yang bertaqwa. Karena pada Ibadah shaum ada kepatuhan kepada Allah Swt, ada rasa takut berbuat dosa, ada harapan besar untuk mendapatkan balasan yang besar dari Allah Swt, dan pada ibadah shaum ada nilai-nilai perbaikan akhlak, pensucian hati dan pendekatan kepada Allah.

semua itu adalah nilai-nilai taqwa yang wajib kita upayakan lewat penghayatan yang mendalam selama bulan suci ini.

Mari kita berdo’a semoga Allah Swt menjadikan kita semua hamba-hambaNya yang bertaqwa. Amin.
Rasulullah Saw bersabda :

من صام رمضان إ يما نا واحتسابا غفرله ماتقدم من ذنبه

“Barang siapa puasa pada bulan Ramadhan atas dorongan Iman dan dengan niat ikhlas,
niscaya diampuni seluruh dosanya yang telah lalu”. Muttafaq Alaih

Hadits shahih ini memberikan jaminan ampunan Allah Swt terhadap semua dosa-dosa kecil yang pernah kita kerjakan, jika kita berpuasa dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah Saw bersabda :

…ورمضان إلى رمضان مكفرات لما بينهن إذا اجتنبت الكبائر. أخرجه مسلم

“Ramadhan ke Ramadhan berikutnya sebagai penghapus dosa diantaranya selama dosa-dosa besar dijauhi.” HR. Muslim.

Maksud hadits ini ialah bahwa dosa-dosa yang diampuni oleh Allah Swt lewat ibadah shaum dan Ibadah-ibadah lainnya pada bulan mulia ini, hanyalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, hanya diampuni oleh Allah Swt jika kita bertaubat. Dan bulan istimewa ini adalah momentum yang terbaik untuk kita bertaubat.

Para jamaah qiyamullail yang semoga dirahmati Allah Swt

Pada bulan suci ini, Rasulullah Saw mencontohkan dan menganjurkan kita untuk Qiyamullail, shalat sunnah pada malam hari sepanjang bulan istimewa ini. Rasulullah Saw bersabda :

من قام رمضان إمانا واحتسابا غفرله ماتقدم من ذنبه. متفق عليه

“Barang siapa shalat (malam) pada bulan Ramadhan atas dorongan Iman
dan dengan niat ikhlas, niscaya diampuni semua dosanya yang telah lalu. Muttafaqun Alaih.

Shalat malam pada bulan Ramadhan dilakukan secara berjamaah di awal malam, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Saw selama dua malam berturut-turut, lalu ditetapkan oleh khalifah Umar bin Khattab r.a. untuk dilakukan di awal malam sepanjang bulan suci Ramadhan dan disepakati oleh para sahabat Nabi Saw ketika itu, dan inilah yang disebut oleh para ulama dengan shalat taraweh yaitu shalat yang diselingi dengan istirahat sejenak setiap selesai dua rakaat.

Dan shalat ini lebih afdhal dilaksanakan di akhir malam sebagaimana pengamalan Rasulullah Saw yang lebih banyak. Dan karena jaminan Rasulullah Saw akan makbulnya do’a pada sepertiga malam terakhir.

Dan pengamalan Qiyamullail Rasulullah saw tidak pernah lebih dari sebelas rakaat sebagaimana yang diterangkan Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. Dan inilah yang afdhal, meskipun para ulama membolehkan Qiyamullail/ Taraweh lebih dari sebelas rakaat karena pengamalan para sahabat Nabi Saw.

Jadi selain kita berupaya untuk mengamalkan yang afdhal, kita berupaya untuk shalat yang lebih khusyu’, lebih tuma’ninah, lebih tenang. Dan janganlah kiranya kita saling mempersalahkan antara yang Qiyamullail dan Taraweh, antara sebelas rakaat dan dua puluh satu rakaat.

Yang penting kita berusaha shalat yang tenang, tidak ada yang ribut, tidak terburu-buru, karena thuma’ninah itu rukun dari shalat, dan tidak sah shalat kita jika tidak thuma’ninah.

Bapak-ibu saudara-saudariku yang berbahagia

Iman yang ada dihati kita telah menggerakkan kita untuk berbahagia dengan kedatangan bulan termulia ini. Al-Hamdulillah. Mari kita berdayakan nikmat iman ini untuk memperbanyak tabungan akhirat, untuk iman yang lebih kuat, untuk taqwa yang lebih tinggi, untuk hidup yang lebih bahagia, lebih mulia.

Untuk itu, niat baik harus kita perbanyak, rencana-rencana ibadah, tilawah, sedekah dan amal shaleh lainnya harus kita programkan. Mulai malam ini, mari kita berlomba mengkhatamkan al-Qur’an dengan niat yang ikhlas.

Mulai malam ini, mari kita memperbanyak membaca subhanallah, Al-hamdulillah, La Ilaha Illallah, Allahu Akbar. Pada waktu sahur nanti, mari kita memperbanyak istighfar, mengulang-ulangi ucapan : Astaghfirullahal Azhim, dan memperbanyak do’a kepada Allah. Besok da seterusnya, selama kita berpuasa, ada jaminan do’a kita makbul, terutama menjelang berbuka puasa. Rasulullah Saw bersabda :

إن للصائم عند فطره لدعوة ما ترد. أخرجه ابن ماجه والبيهقي

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika ia berbuka, ada do’a yang tidak ditolak”. HR : Ibnu Majah dan Al-Baihaqi.

Olehnya itu marilah kita semua membuktikan iman kita dan meningkatkan keyakinan kita, dengan optimalisasi ibadah, tilawah, dzikir, istighfar, do’a, sedekah dan seluruh amal shaleh, sebagai perwujudan dari kesyukuran kita kepada Allah Swt atas ni’mat Bulan Ramadhan yang mulia ini.

Agar cara kita berbulan Ramadhan kita tahun ini benar-benar lebih baik dari pada cara kita berbulan Ramadhan pada tahun yang lalu. Upaya peningkatan ini adalah sebuah keniscayaan jika kita sadar bahwa kita semakin dekat dengan kematian.

Di akhir perjumpaan kita pada malam ini, saya ingin mengajarkan sebuah do’a yang diwasiatkan oleh Rasulullah Saw untuk kita baca setiap selesai shalat, yaitu:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepadaMu, untuk bersyukur kepadaMu dan untuk memperbaiki ibadah kepadaMu.” Amin.

Kultum Singkat Tentang Panduan Kesempurnaan Ibadah Puasa

doa buka puasa

Al-Hamdulillah, kita memuji Allah Swt atas segala ni’mat karuniaNya kepada kita semua. Kita berterima kasih kepadaNya atas bantuanNya kepada kita semua. Sehingga kita menyelesaikan ibadah shaum pada hari pertama tadi. Teriring do’a tulus semoga Allah Swt menerima ibadah puasa kita semua, dan seluruh ibadah amal shaleh kita semua. Amin.

Shalawat dan salam kita upayakan untuk senantiasa kita ucapkan untuk Rasulullah Saw yang telah memperjuangkan agama Islam ini, sehingga kita semua dapat menikmatinya. Semoga shalawat kita diterima oleh Allah Swt.

Para Jamaah taraweh yang berbahagia

Ibadah puasa yang kita tunaikan pada bulan suci ini penuh padat dengan nilai-nilai pendidikan kepribadian muslim sejati. Dan efektifitas ibadah ini berbanding lurus dengan peningkatan kepribadian yang dihasilkannya. Artinya, semakin tinggi tingkat perbaikan diri yang dihasilkan ibadah shaum, semakin tinggi pula tingkat keberhasilan shaum kita.

Dan jika sebaliknya, ibadah shaum yang tidak membawa perbaikan diri dan peningkatan kualitas hidup, itulah indikasi kegagalan shaum kita. Wana’udzu billahi min dzalik.

Mengapa demikian ?

Karena ibadah shaum bukanlah kewajiban yang berarti beban yang menyiksa, tanpa tujuan-tujuan pendidikan kepribadian. Ibadah shaum adalah sarana Tarbiyah Rabbaniyah menuju :

لعلكم تتقون

Kepribadian taqwa. Agar kita semua menjadi muttaqin dan muttaqiyat. Inilah kepribadian muslim sejati yang harus kita capai sebelum kita meninggalkan dunia yang sementara ini :

ولاتمو تن إلا وأنتم مسلمون

“Janganlah kamu mati sebelum kamu menjadi muslim sejati”. Qs : Ali Imran : 102

Ma’asyiral mu’minin A’azzakumullah

Bagaimana ibadah shaum ini mentarbiyah kita/ mendidik kita ?

Pertama : Ibadah shaum memberdayakan iman dan ikhlas.

Pada ibadah shaum kita menghayati iman kita kepada Allah swt, bahwa kita shaum karena kita percaya kepada Allah Swt, yakin pada firman Allah Swt, itulah isyarat yang kita fahami pada penegasan Allah tentang kewajiban shaum, diawali dengan panggilan Ilahi yang khusus kepada para hambaNya yang beriman :

ياأيهاالذين آمنوا

Jadi, tidak ada shaum tanpa iman. Dan tidak ada iman tanpa shaum.

Di sisi lain, ibadah shaum adalah ibadah satu-satunya yang tidak dimasuki riya’ secara perbuatan. Karena tidak ada orang yang berpuasa untuk dipuji orang lain.

Allah Swt berfirman dalam hadits Qudsi yang shahih :

كل عمل ابن آدم له ، إلا الصيا م ، فإنه لى وأنا أجزي به

“Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa, itu untukKu dan Aku yang membalasnya”. Muttafaq Alaih.

Jadi shaum itu benar-benar hanya untuk Allah Swt. Sangat sulit untuk riya’ dalam shaum. Kecuali ada yang bilang kepada temannya :

“Saya ini sangat kuat puasa, sampai sore ini saya masih segar pada hal saya tidak makan sahur”.
Kalau niatnya ingin dipuji, berarti dia riya’. Atau dia bilang pada temannya :

“Aduh, saya rasanya sudah hampir mati, karena saya puasa tidak makan malam dan tidak makan sahur”.

Kalau dia ingin dipuji, berarti dia riya’.

Demikianlah ibadah puasa mendidik kita untuk memberdayakan iman dan ikhlas untuk seluruh pengamalan perintah Allah dan RasulNya Saw dan menjauhi seluruh larangan Allah Swt dan RasulNya Saw.

Nilai pendidikan yang kedua dari ibadah shaum : ialah pengendalian diri.

Ibadah shaum mendidik kita untuk mengendalikan diri kita. Berangkat dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri dari makanan, minuman, pasangan yang semuanya halal, kita dididik untuk semakin kuat untuk mengendalikan mata dari pemandangan dan tayangan yang haram. Mengendalikan telinga dari suara yang haram .

Mengendalikan tangan dari sentuhan-sentuhan, remasan-remasan, pegangan-pegangan, colekan-colekan yang haram.

Mengendalikan mulut kita dari ucapan-ucapan yang haram, sehingga kita tidak lagi memaki, tidak lagi menyebarkan rahasia orang lain, tidak lagi menceritakan kejelekan orang lain, tidak lagi berdusta, tidak lagi menipu, tidak lagi berkata-kata kotor.

Demikian pula dengan kaki kita, kita kendalikan dengan baik sehingga tidak melakukan langkah-langkah yang haram.

Itulah pelajaran pengendalian diri yang diajarkan oleh ibadah shaum.

Logikanya seperti ini :

Dengan ibadah shaum kita bisa meninggalkan yang halal, maka pembiasaan itu harus membuat kita sanggup dan kuat meninggalkan semua yang haram .

Rasulullah Saw bersabda :

والصيام جنة ، فإذاكان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولايصخب ، فإن سابه أحد أو قاتله ، فليقل : إنىصائم

“Saum itu perisai (pelindung dari dosa dan neraka). Maka jika hari puasa salah seorang di antara kamu maka janganlah ia berkata kotor (porno) dan janganlah ia marah. Dan jika dia dimaki oleh seseorang atau diajak bertengkar, hendaklah ia menjawab : “saya sedang berpuasa”. Muttafaq Alaih.

Demikianlah Allah Swt mendidik kita lewat ibadah shaum agar kita menjadi pribadi yang lebih tenang, lebih mengusai diri, lebih kuat menahan kemauan dan keinginan. Menahan ucapan dan prilaku.

Nilai pendidikan yang ketiga dari ibadah shaum ialah : Optimisme dalam hidup.

Ibadah shaum mendidik kita untuk optimis dalam hidup ini. Karena ibadah ini menanamkan keyakinan kepada diri kita bahwa dosa-dosa kita akan diampuni,kita akan bergembira pada hari Akhirat, kita akan masuk syurga dari pintu”Rayyan”, kita mendapat pahala yang tidak terbatas, do’a-do’a kita pasti dikabulkan.

Semua ini menumbuhkan optimisme hidup. Kita yakin bahwa dengan shaum kita bahagia, dengan shaum kita bersama Allah, dengan shaum kita pasti dituntun oleh Allah. Bahkan dengan shaum, bau mulut kita pun membuat kita optimis, karena bau mulut itu dinilai sebagai aroma yang paling harum.

Rasulullah Saw bersabda :

والذي نفس محمد بيده، لخلوف فم الصا ئم أطيب عندالله من ريح المسك

للصا ئم فرحتان يفر حهما : إذا أفطر فرح، وإذا لقي ربه فرح بصومه. متفق عليه

“Demi Allah yang jiwa Muhammad di tanganNya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih harum di sisi Allah Swt dari aroma minyak kesturi (parfun yang terharum).

Bagi orang yang berpuasa dua kegembiraan : jika ia berbuka ia bergembira. Dan jika ia bertemu dengan Tuhannya ia gembira dengan puasanya.” Muttafaq Alaih.

Orang yang berpuasa berkeyakinan bahwa penderitaan yang ia alami waktu berpuasa pasti mendatangkan kebahagiaan hidup baginya, pasti menghasilkan keberkahan dan keselamatan.

Pengorbanan yang ia berikan kepada Allah Swt dengan puasa, pasti dibalas oleh Allah Swt dengan kemudahan-kemudahan hidup dengan kesuksesan-kesuksesan yang pasti tiba. Allah Swt berfirman :

هل جزاء الإحسان إلا الإحسان

Apakah ada balasan dari perbuatan baik selain kebaikan pula ?. QS. Al-Isra’ : 7

Itulah tiga nilai pendidikan yang ditanamkan oleh ibadah shaum dalam diri kita semua :

1. Pemberdayaan iman dan ikhlas
2. Pengendalian diri
3. Optimisme Hidup

Tugas kita sekarang ialah menghayati penanaman nilai-nilai di atas dalam diri kita, sehingga kita benar-benar merasakan bahwa ibadah shaum telah mendidik kita untuk semakin yakin, semakin ikhlas, semakin bijak dan semakin optimis.

Penghayatan itu hanya dsapat dicapai jika kita melakukan renungan-renungan shaum, renungan-renungan ramadhan, menghadirkan niat ikhlas di hati pada setiap amal shaleh, serta berupaya keras untuk lebih khusyu’.

Kita berharap, bertekad dan berdo’a semoga shaum kita besok dan seterusnya akan senantiasa lebih baik, lebih efektif, lebih produktif, dan lebih afdhal. Amin

Di akhir perjumpaan kita pada malam ini, saya akan mengajarkan sebuah do’a yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, yaitu do’a penambah iman dan keterarahan hidup :

اللهم حبب إلينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان واجعلنا من الراشدين

“Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada Iman dan hiasilah iman itu di hati kami. Dan jadikanlah kami benci kepada kekafiran, kefasikan dan dosa. Dan jadikanlah kami orang-orang yang terpimpin. Amin.

Ceramah Singkat Tentang: Panduan Kesempurnaan Qiyamullail

doa sholat tahajud

Al-Hamdulillah itulah ucapan terindah dari setiap muslim pada awal setiap pertemuan, sebagai pernyataan rasa terima kasih kepada Allah Swt Al-Wahhab, Sang pemberi ni’mat yang tidak terhingga.

Allahumma Shalli Wasallim ‘Ala Muhammad, itulah do’a kita untuk Rasululah Saw sebagai perwujudan dari rasa terima kasih kita kepada Nabi Muhammad Saw atas segala perjuangan dan pengorbanan Beliau yang tidak terhingga, untuk menyebarkan Agama Islam, sehingga kitapun menikmati indahnya Agama Islam.

Pada malam ketiga dari bulan ibadah ini, kami akan mengajak para jamaah sekalian untuk melakukan renungan bersama pada pentingnya optimalisasi ibadah Qiyamullail khususnya pada bulan ibadah ini, untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita, menuju muslim sejati kekasih Ilahi.

Para jamaah Qiyamullail yg semoga dirahmati Allah swt.

Ada beberapa persepsi masyarakat kita tentang Qiyamullail dan Taraweh yang perlu dicermati, perlu dikaji ulang dan didiskusikan berdasarkan dalil-dalil yang kuat. Seperti :

1. Perbedaan antara shalat Taraweh dengan Qiyamullail.

Banyak orang yang berpendapat bahwa tidak ada istilah Qiyamullail pada bulan Ramadhan. Yang ada hanyalah Taraweh. Pendapat ini tidak didukung oleh dalil yang kuat. Karena justru istilah Taraweh bukan dari Nabi Saw.

Istilah tersebut diberikan oleh para ulama sebagai nama Qiyamullail pada awal malam sebulan penuh Ramadhan. Jadi, tidak ada istilah Taraweh di luar bulan Ramadhan.

Jadi Taraweh itu sama dengan Qiyamullail, sama dengan Tahajjud, boleh dilakukan di awal malam, boleh di tengah malam, boleh di akhir malam .

Dasar istilah Qiyamullail ialah firman Allah Swt :

ياأيهاالمزمل. قم الليل إلا قليلا

“Wahai (Nabi) yang berselimut. Bangunlah (shalat) pada malam hari kecuali sedikit”.

Dasar istilah Tahajjud ialah firman Allah Swt :

ومن الليل فتهجد به نافلة لك

“Dan dari sebagian malam bertahajjudlah padanya sebagai keutamaan bagimu”.

Dasar istilah Qiyamullail pada bulan Ramadhan ialah Hadits Nabi Saw :

من قام رمضان إيمانا واحتسا با غفر له ماتقدم من ذ نبه

“Barang siapa Qiyamullail pada bulan Ramadha
atas dasar dorongan iman dan keikhlasan niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Muttafaq ‘Alaih.

2. Keharusan tidur sebelum Qiyamullail.

Banyak orang berpendapat bahwa untuk Qiyamullail diharuskan tidur terlebih dahulu.

Pendapat ini pun tidak didukung dengan dalil yang kuat. Bahkan Hadits-hadits Nabi Saw membuktikan bahwa Nabi Saw Qiyamullail/Tahajjud di awal malam, terkadang di tengah malam, dan lebih sering di akhir malam.

3. Larangan penggabungan antara Taraweh dan Qiyamullail pada satu malam.

Banyak pula yang berpendapat bahwa orang yanag sudah shalat Taraweh, tidak boleh lagi Qiyamullail. Dengan dalil bahwa Qiyamullail itu tidak boleh lebih dari sebelas rakaat, Karena Rasulullah Saw tidak pernah Qiyamullail lebih dari sebeas rakaat.

Memang benar bahwa ada hadits shahih yang menjelaskan bahwa Nabi Saw tidak pernah Qiyamullail lebih dari sebelas rakaat. Tapi hadits tersebut tidaklah berarti bahwa kita dilarang qiyamullail lebih dari sebelas rakaat, oleh karena para sahabat Nabi saw shalat taraweh 21 rakaat pada zaman Umar bin Khattab Ra. dan Nabi Saw menyuruh kita untuk mengikuti sunnah beliau dan sunnah para Khulafaur Rasyidin.

Bahkan diantara shahabat ada yang shalat taraweh 37 rakaat, dan ada pula yang lebih dari itu. Jadi 11 rakaat shalatnya Nabi saw itu bukan pemborosan, karena sejumlah dalil-dalil menerangkan bahwa para shahabat melakukan Qiyamullail lebih dari pada itu.

Kesimpulannya, boleh kita shalat taraweh tanpa witir,lalu Qiyamulllail dan ditutup dengan witir. Atau dengan shalat Taraweh dengan witir, lalu Qiyamullail di akhir malam tanpa witir. Oleh karena tidak boleh kita 2 kali shalat witir dalam semalam.

Dan shalat witir di awal malam bukanlah berarti kita tidak boleh lagi shalat setelah itu. witir adalah shalat penutup, tapi bukan berarti Qiyamullail tidak dapat dibuka kembali pada malam tersebut. Wallahu A’lam bisshawab.

Para jamaah Taraweh yang berbahagia.

Yang penting kita pelajari ialah : Bagaimana agar Qiyamullail/Taraweh yang kita laksanakan, dapat efektif, berkesan, mendidik dan memotivasi ?. Mengapa ?

Karena Qiyamullail/Taraweh memang seharusnya berkesan, sepatutnya mendidik kita dan mendorong kita untuk semakin shaleh, semakin khusyu’. Inilah Qiyamullail yang efektif.

Dengarkanlah Firman Allah yang mulia ini :

أمن هو قانت آناء الليل سا جد وقا ئما يخررالآخرة ويرجورحمة ربه

قل هل يستوي الذ ين يعلملون والذ ين لآ يعلمون ، إنما يتزكرأولواالألباب

“(Apakah kamu wahai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri sedang ia takut (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya ?. Katakanlah :

“Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui ?” Sesungguhnya hanya orang yang menggunakan akalnya yang dapat sadar”. Qs : Azzumar : 9

Ayat ini menerangkan keberuntungan orang yang rajin Qiyamullail dan penghayatan yang harus dilakukan oleh orang yang Qiyamullail yaitu : Menumbuhkan rasa takut kepada adzab neraka dan memperbesar rasa harapan untuk mendapatkan rahmat Allah Swt.

Orang yang dapat melakukan penghayatan seperti ini, hanyalah orang yang mengetahui hakekat iman dan orang yang sadar ialah yang temotivasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang hakekat iman, hanyalah orang yang berfikir, orang yang melakukan renungan secara sungguh-sungguh.

Jadi pada saat kita melakukan shalat taraweh/Qiyamullail, kita dianjurkan untuk menghadirkan di hati kita rasa takut pada adzab neraka, dan rasa harapan yang besar untuk mendapatkan Rahmat Allah Swt. Inilah Taraweh yang khusyu’. Untuk itu sepatutnya ia ditegakkan dengan perlahan, Thuma’ninah, tenang, gerakan dan bacaan shalat lambat .

Karena jika shalat Taraweh ditegakkan dengan bacaan yang sangat cepat, bagaimana kita akan khusyu’ ?. Bila shalat ini kita tegakkan dengan gerakan-gerakan yang sangat cepat, bagaimana kita akan khusyu’ ?. Mari kita ingat, bahwa Thuma’ninah adalah rukun dari shalat. Sehingga shalat kita tidak sah bila tidak thuma’ninah.

Para jamaah masjid yang semoga dikaruniai khusyu’ oleh Allah Swt.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari ibadah Qiyamullail, berupa tambahan iman, tambahan khusyu’, kepuasan batin, ketenangan jiwa, kejernihan pikiran, dan itu tidak bertentangan dengan keikhlasan, karena justru inilah penjabaran dari niat ikhlas dan perwujudan dari penghayatan ibadah yang efektif.

Kalau ibadah kita minus penghayatan seperti ini, niscaya taraweh kita kehilangan makna. Kalau kita tidak berusaha agar masjid lebih tenang, kita tidak berusaha agar shalat kita lebih pelan, kita tidak berusaha agar shalat kita lebih khusyu’, kita tidak berusaha agar shaf-shaf kita lebih rapi, lebih rapat dan lurus, maka taraweh kita akan hambar, tidak berkesan.

Tentu kita semua sangat menginginkan ibadah taraweh yang benar-benar menambah iman. Ibadah taraweh yang benar-benar membahagiakan.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk mewujudkannya. Sebab orang yang memiliki penghayatan iman, pasti merasa risau dan cemas jika masjid yang mulia ini ribut dan gaduh seperti pasar.

Pasti ada yang terdorong untuk menenangkan dan mengawasi anak-anak di masjid, untuk ketenangan orang yang shalat taraweh. Sehinga taraweh kita yang sebelas rakaat atau lebih dari itu, benar-benar menjadi taraweh yang berkesan, taraweh yang khusyu’, penuh takut dan harap, penuh konsentrasi kepada Allah Swt, akan mendatangkan Al-Falah kebahagiaan, keberuntungan, kesuksesan dan kemenangan.

قد أفلح المؤمنون. الذين هم في صلاتهم خاشعون

“ Sungguh bahagia dan menanglah orang-orang yang beriman.
Yaitu mereka yang khusyu dalam shalat mereka” QS : Al-mu’minun : 1-2.

Shalat yang khusyu’lah yang kita harapkan dapat efektif mencegah kita dari perbuatan mendekati zina dan mendekati dosa-dosa lainnya.

وأقم الصلاة، إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر

“ Dan tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu
mencegah dari perbuatan zina dan seluruh dosa” Qs: Al-Ankabut :45.

Para jama’ah yang mulia.

Demikianlah kajian taraweh kita pada malam ketiga ini, teriring doa semoga Allah swt senantiasa menuntun kita kepada shalat yang lebih tenang, lebih khusyu, dan ibadah-ibadah lainnya yang lebih membahagiakan.

Pada akhir ceramah ini, kami mengingatkan bahwa Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita untuk berdzikir setiap selesai shalat witir dengan dzikir ini :

سبحان الملك القدوس 3×

“Maha suci Allah Raja yang suci” 3×

Kultum Singkat Terbaik Tentang: Panduan Kesempurnaan Tilawah Al-Qur’an

membaca al-quran

Al-Hamdulillah, itulah ucapan kita di awal setiap pertemuan kita. Itulah ucapan kita setiap kali kita mendapat ni’mat dari Allah swt. Itulah ucapan kita sebagai pembuktian kesyukuran kepada Allah yang berjanji :

لإن شكرتم لأزيدنّكم

“jika kamu bersyukur, niscaya Aku (Allah) pasti menambahkan (ni’matKu) kepadamu”. QS. Ibrahim : 7.

Shalawat dan salam untuk Rasulullah saw selalu kita ucapkan pada setiap pertemuan, sebagai bentuk pengamalan perintah Allah swt dalam firman Nya :

إن الله وملائكته يصلّون على النبي ياأيها الذين آمنوا صلُّوا عليه وسلّموا تسليما

“sesungguhnya Allah dan para malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada beliau dan ucapkanlah salam penghormatan kepada beliau secara sungguh-sungguh” QS. Al-Ahzab : 56.

Para hamba Allah yang rajin membaca kitab ِAllah.

Kajian dan renungan kita pada malam ke empat dari bulan istimewa ini ialah tentang tilawah Al-Qur’an.
Kita semua telah mengetahui bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, Allah swt berfirman :

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان

“Bulan Ramadhan (adalah bulan yang padanya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan (berisi) penjelasan terhadap petunjuk itu dan sebagai pembeda (antara yang hak dan yang batil). QS. Al-Baqarah : 185.

Oleh karena itu maka bulan Ramadhan dikenal dengan bulan Al-Qur’an.pada bulan mulia ini kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak tilawah Al-qur’an.

Pada bulan istimewa ini, Rasulullah saw menyetorkan hafalan Al-Qur’an beliau kepada malaikat Jibril. Dan pada bulan Ramadhan terakhir dari kehidupan beliau yang mulia, beliau mengkhatamkan hapalan beliau kepada Malaikat Jibril sebanyak dua kali khatam.

Para sahabat Nabi saw bersungguh-sungguh mengkhatamkan Al-qur’an berkali-kali. Banyak dari mereka yang mengkhatamkan Al-qur’an setiap pekan.

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan : Al-Imam Al-Bukhari mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan 30 kali khatam. Dan bahkan Imam Asy-Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan sebanyak 60 kali khatam !.

Demikianlah kesungguhan para pendahulu kita yg shaleh dalam menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan tilawah Al-Qur’an.

Para jama’ah yang rajin membaca Al-Qur’an.

Mengapa kita harus rajin membaca Al-Qur’an ?. jawabannya ialah : Kita sangat yakin & percaya bahwa Al-Qur’an adalah kitab Allah yg diturunkan oleh Allah kepada Nabi kita Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi kita, petunjuk jalan lurus bagi kita.

إنّ هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” QS. Al-Isra’ : 9.

Dalam surah lain, Allah berfirman :

اتبعوا ما أنزل إليكم من ربكم ولا تتبعوا من دونه أولياء قليلا ما تزكرون

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain Nya. Sangat sedikit diantara kamu yg sada / mengambil pelajaran dari padanya”. QS. Al-A’raf : 3.

Al-Qur’anul Karim adalah ruh kehidupan iman kita. Al-Qur’an adalah cahaya bagi kehidupan kita. Allah swt berfirman :

وكذلك أوحينا إليك روحا من أمرنا ما كنت تدري ماالكتاب ولا الإيمان ولكن جعلناه نورا نهدي به من نشاء من عبادنا وإنك لتهدي إلى صراط مستقيم

“ Dan demikianlah kami wahyukan kepada mu Ruh (Al-Qur’an) dengan perintah kami. Sebelumnya, kamu tidak mengetahui apa itu al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apa itu iman, tetapi kami menjadikan (Al-Qur’an) sebagai cahaya, yang kami tunjuki dengannya siapa yang kami kehendaki dari pada hamba kami, dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus”. QS. Asy-Syura : 52.

Para jamah, para pencinta Al-Qur’an yang kami cintai.

Atas dasar keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci dari Allah swt yang berisi petunjuk dan pedoman hidup, pembawa berkah dan kebaikan, menjadi nyawa kehidupan iman, dan cahaya penerang jalan Allah, maka kita wajib mempelajarinya, wajib mengamalkan maksud dan tujuannya.

Selain itu, tilawah Al-qur’an adalah ibadah yang sangat mulia, sehingga ia merupakan mesin pencetak pahala yang sangat banyak jika kita membacanya dengan ikhlas dan benar. Rasulullah saw pernah bersabda :

من قرأ حرفا من كتاب الله فله حسنة، والحسنة بعشر أمثا لها لا أقول الم حرف. ولكن ألف حرف، ولام حرف، وميم حرف. (رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحبح.

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka ia dinilai berbuat satu kebaikan. Dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan : Alif, Lam, Mim, itu satu huruf. Tapi : alif itu satu huruf. Lam itu satu huruf. Mim itu satu huruf.” HR. At-Tirmidzi, dan beliau
mengatakan : Hadits itu Hasan Shahih.

Dapat kita bayangkan betapa banyak pahala yang kita dapat kalau kita membaca surah Al-Fatihah, kalau kita membaca ayat kursi, kalau kita membaca satu halaman, 1 juz, dst. Allahu Akbar.

Dalam hadits shahih yang lain disebutkan :

 :عن عقبة بن عامر رضي الله عنه قال : خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم و نحن في الصفة، فقال
” أيكم يحب أن يخرق كل يوم إلى بطحان العقيق أو إلى العقيق، فيأتي منه بنا قتين كوماوين في غير إثم ولا قطع رحم ؟ فقلنا : يا رسول الله، نحب ذلك. قال: افلا يغدواحبكم إلى المسجد فيعلم او يقوأ آيتين من كتاب الله عزوجل خير له من ناقتين، وثلاث خيرله من ثلاث، وأربع خير له من أربع، ومن أعداد هن من الإبل” أخرجه مسلم.

Dari Uqbah bin Amir Ra, beliau mrnyatakan : Rasulullah saw pernah keluar menjumpai kami di Shuffah (sudut masjid) lalu beliau bersabda : “iapa diantara kamu yang ingin pergi setiap pagi hari ke Buthanul ‘Aqiq, atau ke ‘Aqiq lalu ia kembali membawa dua ekor onta betina yang besar, tanpa melakukan dosa dan tanpa memutuskan silatirahim ?.” kami menjawab : ya Rasulullah, kami ingin melakukan itu. Beliau bersabda : “Mengapa tidak pergi salah seorang kamu ke Masjid, lalu ia mengajarkan atau membaca dua ayat dari Kitab Allah Azza wajalla, itu lebih baik baginya dari dua ekor onta, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor onta, empat ayat lebih baik dari empat ekor onta, dan demikianlah seterusnya, jumlah bilangan ayat lebih baik dari sejumlah ekor onta itu”. HR. Muslim.

Subhanallah. Inilah yang wajib kita yakini agar kita semakin termotivasi untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Inilah yang telah memotivasi para orang Shaleh sepanjang sejarah sehingga mereka menghabiskan waktu mereka membaca Al-qur’an, sampai mereka membaca Al-Qur’an dalam jumlah yang seakan mustahil untuk kita capai.

Seperti mereka yang mengkhatamkan Al-qur’an setiap hari, seperti Utsman bin Affan Ra. Bahkan Imam Asy-Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali sehari selama bulan Ramadhan.

Lalu, bagaimana dengan kita bapak-bapak ? Bagaimana dengan ibu-ibu ?.

Tidakkah kita malu kepada Allah ?. benarkah kita sudah beriman ?. sudah juz keberapakah tilawah Al-Qur’an kita pada hari ini ?. Semestinya, kalau kita menetapkan target minimal satu kali kita khatam dalam bulan penuh berkah ini, maka pada malam ini kita sudah masuk pada juz ke empat. Ini minimal yang harus kita capai.

Kalau target ini kita belum capai, marilah kita bersedih, mari kita menyesal, mari kita bertaubat, karena ini adalah indikasi kelalaian kita pada bulan Al-Qur’an ini. Ini adalah indikasi kelemahan iman. Ini indikasi jiwa yang kotor. Astagfirullah.

Dengarlah apa yang dikatakan oleh Utsman bin Affan Ra :

لو طهرت قلوبكم ما شبعتم من كلام ربكم

“sekiranya hatimu bersih, niscaya kamu tidak akan pernah kenyang dari firman-firman Tuhanmu”.
Yang lebih tegas lagi, seorang ulama Tabi’in yang bernama Aus bin Abdullah pernah menyatakan :

نقل الحجاة أهون على المنفق من قراءة القرآن

“Mengangkat batu yang berat, lebih ringan bagi orang munafik dari pada membaca Al-qur’an”.
Astagfirullahal Azhim.

Ayyuhal mu’minun wal mu’minat.

Marilah kita melakukan mujahadah memaksakan diri, melawan hawa nafsu, mengalahkan keinginan untuk bermalas-malasan. Marilah kita mengikhlaskan niat, memperkuat tekad untuk membaca Al-Qur’an lebih banyak dan lebih banyak lagi. Marilah kita menebus kelalaian kita terhadap Al-Qur’an pada masa lalu.

Marilah kita yakin bahwa membaca Al-Qur’an dipahalai oleh Allah, walaupun kita tidak mengetahui artinya. Marilah kita meyakini bahwa membaca Al-Qur’an dipahalai oleh Allah, walaupun cara kita membacanya tersendat-sendat, tersangkut-sangkut, atau masih banyak yang salah tajwidnya. Tidak apa-apa. Teruskan dan lanjutkan.

Paksakan walaupun harus menangis, walaupun sampai pening /sakit kepala. Teruskan walaupun terkadang ada sebagian orang sampai muntah. Itu adalah pertanda kebaikan. Dan lebih baik lagi jika kita mengadakan tadarrus Al-Qur’an secara berkelompok di Masjid secara rutin.

Kesimpulannya, kita semua dihimbau untuk melakukan revolusi perhatian terhadap tilawah Al-qur’an, dengan mengorbankan sebagian kesibukan, pekerjaan, waktu istirahat. Usahakanlah untuk selalu membawa Al-Qur’an. Bacalah kapan dan dimana saja.(kecuali di WC).

Inilah yang harus kita lakukan jika kita beriman pada Al-Qur’an, jika kita yakin pada kemuliaan bulan suci Ramadhan. Semoga Allah mengaruniakan Hidayah dan Taufiq Nya kepada kita semua. Amin.

Di akhir perjumpaan kita malam ini, marilah kita berdo’a dan saling berpesan untuk memperbanyak do’a ini :

اللهم إني أسألك رضاك والجنة وأعوذ بك من سخطك والنار

“Ya Allah, aku memohon kepada Mu ridha Mu dan syurga.
Dan aku berlindung diri kepada Mu dari murka Mu dan neraka” Amin.

Ceramah Singkat Tentang: Panduan Optimalisasi Ukhuwah Islamiyah

ukhuwah islamiyah
1. Pengertian ukhuwah Islamiyah:

Persaudaraan antar segenap ummat Islam secara universal, atas dasar cinta tulus karena Allah Swt

2. Landasan ukhuwah Islamiyah:

î Allah Swt telah mempersaudarakan segenap orang yang beriman kepada Allah Swt

إنما المؤ منون إخوة

“ Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara” ( QS Al-Hujurat; 10 )
î Rasulullah Saw telah mempersaudarakan segenap ummat Islam

المسلم أخوا المسلم

“ Seorang muslim bersaudara dengan muslim lainnya” ( HR. Bukhari )

3. Kewajiban-kewajiban ukhuwah Islamiyah: { QS Al-Hujurat; 11-12 }

1. Tidak memaki dengan ucapan.

2. Tidak menghina dengan perbuatan.

3. Tidak memberi gelaran yang merendahkan.

4. Tidak berburuk sangka.

5. Tidak mencari-mencari kesalahan orang lain.

6. Tidak menggibah.

4. Panduan pengamalan kewajiban ukhuwah pada bulan Ramadhan:

1. Pengendalian lidah secara optimal

2. Memperbanyak istighfar

3. Pengendalian rasa dan marah

DO’A

ربنا اغفرلنا و لإخوا ننا الذين سبقونا با لإيما ن ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آ منوا ربنا إنك رؤوف رحيم

Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman terlebih dahulu dari kami, dan jangankah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya engkau maha penyantun dan maha penyayang.
{ Al-Hasyr; 10 }

Kultum Pendek Tentang: Panduan Optimalisasi Tauhid Rububiyah

tauhid rububiyah

1. Pengertian Tauhid Rububiyyah:

Tauhid ialah : Mengesakan Allah. Meyakini bahwa Allah Swt Tuhan satu-satunya tiada dua-Nya
Rububiyyah ialah: Penciptaan, pengaturan, kepemilikan.

Tauhid Rububiyyah ialah:

Keyakinan yang mendalam bahwa tak ada pencipta, tak ada pemberi rzeki, tak ada pengatur, tak ada penguasa, tak ada pemilik segala yang ada, tak ada pemberi manfaat dan mudharat selain Allah Swt.

2. Kewajiban Tauhid Rububiyyah:

Tauhid Rububiyyah ini wajib atas setiap muslim, oleh karena ini adalah bagian dari iman kepada Allah Swt, bagian dari aplikasi syahadat kita, yaitu bahwa Allah adalah Rabbul ‘Alamin

الحمد لله رب العالمين

“ Segala puji bagi Allah, penguasa semesta alam” { QS Al-Fatihah; 01 }

3. Landasan Tauhid Rububiyyah:

1. Allah sebagai pencipta tunggal. { QS `Ghaafir; 62 }

2. Allah sebagai pemberi rezeki satu-satunya. {QS Hud; 6 }

3. Allah pengatur segala sesuatu. { QS As-Sajadah; 05 }

4. Allah maha berkuasa atas segalanya.{ QS Al-Imran; 26 /QS Al-An’am; 17-18 }

5. Allah pemilik tunggal seluruh makhluk { QS }

6. Tidak pemberi manfaat dan mudharat selain Allah Swt. { QS Al-An’am; 17 }

4. Kiat penghayatan tauhid Rububiyyah pada bulan Ramadhan:

1. Renungan pada kehidupan

2. Tadabbur arti ayat-ayat Al-Qur’an

3. Membaca buku, menghadiri pengajian, berdiskusi tentang hakikat tauhid Rububiyyah.

DO’A

أللهم إني أسالك الهدى والتقى والعفاف و الغنى

“Ya Allah, Aku memohon kepadaMu petunjuk, taqwa, kesucian dan kekayaan”.

Ceramah Agama Tentang: Panduan Optimalisasi Tauhid Uluhiyah

Allah Maha Esa

1. Pengertian Tauhid Uluhiyah :

Tauhid uluhiah ialah :

Keyakinan yang mendalam bahwa tak ada yang boleh disembah selain Allah.
Tak ada yang boleh dicintai lebih dari Allah. Tak ada yang boleh di harapkan bantuannya, lebih dari Allah. Tak ada yang boleh ditaati lebih dari Allah.

2. Kewajiban Tauhid Uluhiyah :

Tauhid uluhiyah hukumnya wajib, fardhu ‘Ain, oleh karena inilah penjabaran syahadat kita. Inilah bukti penghambaan diri kita kepada Allah Swt. inilah hakekat Ibadah yang sebenarnya, yang menjadi tujuan hidup kita

* Qs. :Adz-Dzariyat : 56 * Qs. : An-Nahl : 36

3. Landasan Syar’i Tauhid Uluhiyah :

1. Tidak ada yang boleh disembah selain Allah :

Qs. : Al-Isra’ : 23

2. Tidak ada yang boleh dicintai lebih dari Allah.

* Qs. : Al-Baqarah : 165 * Qs. : At-Taubah : 24.

3. Tidak ada yang boleh ditakuti lebih dari Allah.

* Qs. : Ali-imram : 175 * Qs. : Al-Baqarah : 150

4. Tidak ada yang boleh diharafkan bentuannya lebih dari Allah.

* Qs. Al-Fatihah : 5

5. Tidak ada yang ditaati lebih dari Allah.

* Qs. : al-ahzab : 36

4. Panduan penghayatan Tauhid Uluhiyah pada Bulan Ramadhan :

1. Renungan tentang kelemahan Iman kita selama ini.

2. Peningkatan khusyu’ dalam shalat & tilawah.

3. Aktif dipengajian, baca buku & diskusi tentang tauhid uluhiyah.

Do’a

رب أوزعني أن أشكر نعمتك التي أنعمت ‘لي وعلى والدي وأن أعمل صالحا ترضاه، وأدخلني برحمتك في عنادك الصالحين

“wahai Tuhanku, Ilhamkanlah kepadaku untuk mensyukuri ni’matMu
yang Engkau telah karuniakan kapadaku dan kepada orang tuaku, dan agar aku beramal shaleh yang engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shaleh”.
Amin.

Kultum Singkat Menarik Tentang: Panduan Optimalisasi Tauhid Asma dan Sifat

Asmaul Husna

1. Pengertian Tauhid Asma’ dan Sifat :

Tauhid Asma’ dan Sifat ialah :

Keyakinan yanag mendalam bahwa Allah Swt Pemilik Tunggal seluruh Nama dan Sifat kesempurnaan, maha suci dari segala kekurangan.

2. Kewajiban Tauhid Asma’ dan Sifat.

Tauhid Asma’ dan Sifat adalah Fardhu ‘Ain, karena ia adalah bagian yang tak terpisahkan dengan shahadat kita.

3. Landasan Syar’i Tauhid Asma’ dan Sifat :

QS. : Al-A’raf : 180
QS. : Al-Isra’ : 110
QS. : Al-Hasyr : 24

4. Kiat penghayatan Tauhid Asma’ dan Sifat pada Bulan Ramadhan :

1. Melakukan renungan pada satu Nama/ Sifat Allah Swt setiap hari.

2. Membuka do’a dengan beberapa Asma’ul Husna.

3. Membaca buku, dan diskusi tentang Tauhid Asma’.

Kultum Singkat Terbaik Tentang: Panduan Optimalisasi Iman Kepada Hari Akhirat

hari kiamat

1. Pengertian iman kepada Hari Akhirat :

Keyakinan yang mendalam pada adanya kehidupan sesudah mati, adanya kebangkitan dan kehidupan yang tiada akhir, adanya syurga dan neraka, dan seluruh yang terkait dengannya.

2. Kewajiban iman kepada Hari Akhirat :

 Karena ia adalah rukun iman yang kelima.

 Karena ia adalah bagian dari iman kepada Allah dan penjabaran dari syahadat kita.

 Karena ia adalah keadilan Ilahi yang hakiki.

3. Landasan iman kepada Hari Akhirat :

QS : Yasin : 77 – 83 QS : At-Taghabun : 7

QS : Al-Baqarah : 4 QS : Al-Hajh : 5

QS : Al-Mu’minun : 12 – 19
4. Kiat penghayatan iman kepada Hari Akhirat pada Bulan Ramadhan :

1. Penghayatan jaminan Allah dan RasulNya saw pada ibadah shaum, ibadah Qiyam, Shalat jamaah, Shalat sunnah, Tilawa Al-Qur’an, dst.

2. Renungan dzikrul maut, membayangkan malakul maut, alam kubur, padang mahsyar, pengadilan, pembagian kitab, shirath, syurga dan neraka.

Pada saat kita sehat, kuat, bahagia, kaya, (berkecukupan), perkuat rasa takut kepada Allah. Ingat dosa-dosa dan kelalaian. Perbanyak dzikir dan istiqhfar. Dan pada saat kita sakit, lemah, susah, sedih, miskin (kekurangan) menghadapi kesulitan, perkuat rasa harap pada Allah. Ingat amal ibadah dan perbanyak do’a.

Kultum Menarik Tentang: Panduan Optimalisasi Dzikir

keutamaan dzikir

1. Pengertian Dzikir :

Menyebut, mengulang-ulangi dan menghayati Kalimat Thayyibah, Lafazh-lafazh yang ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya Saw dan semua yang terkait dengannya.

2. Kewajiban Dzikir :

* QS. Al-Baqarah : 152 QS. Ali Imran : 191 QS. Al- Ahzab : 41-42

3. Bentuk- bentuk Dzikir :

1. Dzikir dalam Shalat.

2. Dzikir ba’da Shalat.

3. Dzikir pagi dan sore.

4. Tilawah al-Qur’an.

5. Dzikir munasabat.

6. Wirid tahlil, wirid tasbih, wirid istighfar, wirid shalawat.

7. Dzikir mutlaq.

4. Manfaat Dzikir :

1. Ketenangan hati : QS. Ar-Ra’d : 28.

2. Diingat dan disebut oleh Allah : QS. Al-Baqarah : 152

3. Perlindungan dari bahaya :

4. Pengampunan dosa : QS. Al-Ahzab : 35.

5. Pahala yang besar : QS. Al-Ahzab : 35.

6. Perlindungan dari sihir dan kerasukan jin.

7. Rahmat Allah.

8. Syafa’at Rasulullah Saw.

9. Kemudahan urusan.

10. Syurga yang abadi.

5. Kiat Pengamalan dan Penghayatan Dzikir pada Bulan Ramadhan :

1. Mendisiplinkan diri dengan dzikir ba’da Shalat.

2. Mengkhususkan waktu 1 jam di pagi hari dan 1 jam di sore hari atau di malam hari untuk berdzikir.

3. Mengkhususkan waktu minimal 1 jam dalam sehari untuk tilawah al-Qur’an.

4. Menghadirkan ke dalam hati makna setiap lafazh dzikir, ketika mengucapkannya.

5. Menghadirkan ke dalam hati beberapa jaminan Allah dan Rasul-Nya Saw yang bertalian dengan dzikir.

Ceramah Singkat Tentang: Panduan Optmalisasi Tasbih

keutamaan tasbih

1. Pengertian Tasbih :

Tasbih ialah ucapan : “Subhanallah”, yang berarti : Maha Suci Allah. Maksudnya : Maha Suci Allah dari segala kekurangan dan kesalahan. Allah Maha Sempurna, Maha Mulia, Maha Agung.

2. Kewajiban Tasbih :

 QS. : At-Thur : 48-49
 QS. : Al-A’la : 1-2
 QS. : An- Nashr : 1-3

3. Waktu dan Tempat Bertasbih :

1. Ketika Ruku’ dan Sujud.

2. Ba’da Shalat.

3. Ketika mengingatkan imam jika imam salah dalam rukun shalat.

4. Ketika membaca dzikir pagi dan sore.

سبحان الله وبحمده عدد خلقه ورضى نفسه وزنة عرشه ومداد كلماته

5. Ketika takjub/ senang / heran melihat sesuatu.

* QS. Ali-Imran : 191.

6. Ketika melalui jalan yang turun /penurunan dari ketinggian.

7. Ketika berdzikir mutlaq, kapan saja.

8. Ketika membaca wirid Tasbih 100 X.

سبحان الله وبحمده

9. Ketika membaca dzikir naik kendaraan :

سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون

10. ketika menutup pertemuan / Kaffarah majelis.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك

4. Kiat Pengamalan dan Penghayatan Tasbih :

1. Mengamalkan wirid tasbih 100 X setiap pagi dan sore.

2. Mengamalkan dzikir naik kendaraan dan tasbih dalam perjalanan.

3. Merenungkan kemahasempurnaan Allah swt dan betapa besar kebutuhan dan ketergantungan kita kepada Allah swt.

Contoh Kultum Singkat Tentang: Sistematika Hidup Berislam (1)

sistematika hidup berislam

Ada satu hal yang penting untuk kita renungkan bersama. Yaitu, bahwa sebagai orang yang beragama Islam kita dituntut untuk senantiasa berusaha menyempurnakan keislaman kita.

Kita tentu menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan kita dalam berislam, masih banyak dosa dan kelalaian, masih banyak perintah Allah yang belum kita kerjakan, masih banyak larangan Allah yang masih kita lakukan, masih banyak kebiasaan jelek yang belum kita tinggalkan.

Bila semua ini kita telah sepakati dan telah kita sadari, maka pertanyaan-pertanyaan yang baik kita ajukan pada hati nurani kita ialah :

“Apa yang harus kita lakukan agar keislaman kita lebih baik? Mengapa upaya-upaya perbaikan diri kita sering kali tidak berkelanjutan? Apa sebaiknya kita lakukan agar senantiasa lebih baik/lebih shalih?”

Salah satu jawaban yang layak kita renungkan bersama ialah : “Sistematika hidup berislam”, yaitu memahami kerangka dasar pola pikir dan pola hidup secara Islami, yaitu memahami dasar-dasar pengaturan hidup sesuai Islam secara sitematis.

Oleh karena salah satu kekurangan umum dalam berislam, ialah : pengamalan Islam yang tidak sistematis, tidak teratur.

Contohnya : orang yang rajin shalat tapi juga rajin berdusta/menipu atau orang yang dermawan tapi malas shalat, atau orang yang sangat baik keislamannya tapi takabbur dengan keislamannya, atau orang yang berpendidikan tinggi/memahami ilmu agama tapi tidak berda’wah.

Dan banyak lagi contoh-contoh parsialisme berislam lainnya. Yaitu pengamalan Islam yang setengah-setengah. Inilah pengamalan Islam yang tidak sistematis.

Kekurangan dan kelemahan dalam pengamalan Islam tentu selalu ada, tetapi memahami dan menyadari kelemahan dan kekurangan itu adalah kewajiban, kerja keras untuk memperbaiki diri agar lebih shalih itu juga kewajiban.

Allah swt berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهََ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS : Ali Imran : 102)

Perjuangan untuk mengamalkan ayat mulia ini yang memerlukan sistematika hidup berislam, agar kita senantiasa berjalan di jalur perbaikan diri, bukan jalan di tempat agar kita tidak pernah merasa hebat, merasa sempurna, merasa tidak perlu belajar, tidak perlu dinasehati, Na’udzubillah dari sifat yang jelek ini.

Sistematika hidup berislam itu antara lain :

1. Kewajiban Senantiasa Menambah Ilmu Islam

Kita semua memahami bahwa ayat yang pertama diterima oleh Rasulullah saw ialah : “Iqra!”.

Ini menunjukkan bahwa agama kita adalah agama ilmu. Kita dilarang oleh Allah melakukan sesuatu tanpa ilmu yang benar.

Allah swt berfirman :

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS : Al-Isra’ : 36)

Oleh karena itu menambah ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Rasulullah saw pernah bersabda :

طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلَّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (H.R Ibnu Majah dihasankan oleh Al-Albani)

Imam Al-Bukhari menulis satu bab khusus dalam kitabnya Al-Jami’ As-Shahih bab Al-Ilmu Qabla Al-Qauli Wal ‘Amal (ilmu sebelum ucapan dan perbuatan). Maksudnya, ucapan dan perbuatan kita, haruslah berdasarkan ilmu yang benar.

Inilah salah satu pelajaran yang kita dapatkan dari do’a meminta tambahan ilmu yang diajarkan oleh Allah swt.

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS : Thahaa : 114)

Dari semua penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa menambah ilmu tentang Islam adalah Fardhu ‘Ain (kewajiban setiap muslim) yang wajib dilaksanakan secara berkesinambungan.

Karena itu, maka keaktifan di pengajian adalah kewajiban, mambaca buku Islami/tulisan tentang Islam adalah kewajiban, bertanya pada ulama/ilmuan Islam adalah kewajiban.

Karena semua itu adalah sarana pengamalan kewajiban belajar Islam. Salah satu yang dianjurkan untuk dibaca dan dipelajari oleh setiap muslim ialah : Ensiklopedi Muslim oleh Syekh Abu Bakar Al-Jaza’iri.

2. Kewajiban Bertauhid dan Menguatkan Iman

Pengamalan ajaran Islam yang kedua setelah ilmu ialah Tauhid. Dalam waktu yang sama Tauhid adalah ilmu pertama yang wajib dipelajari dan diamalkan.

Dasarnya adalah pembelajaran, pendalaman, pengamalan dan penghayatan Syahadatain.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Ucapan syahadat kita wajib kita pelajari secara benar dan mendalam, karena seluruh pengamalan ajaran Islam bertumpu pada ajaran Tauhid, ajaran syahadatain.

Karena itulah kita menjauhi seluruh bentuk syirik yang merupakan pelanggaran terhadap ajaran Tauhid. Karena itulah kita wajib ikhlas, karena ikhlas adalah pengamalan pertama dan utama dari ajaran Tauhid.

Disisi lain kita diwajibkan menguatkan iman secara berkesinambungan, karena iman itu fluktuatif/naik turun.

Padahal pengamalan ajaran Islam sesuai dan sejalan dengan kondisi iman kita. Dikala iman kita naik, amal ibadah kita bertambah.

Tapi jika iman kita menurun, amal ibadah kita juga berkurang. Itulah sebabnya, kita harus berjuang untuk senantiasa menguatkan iman, agar amal ibadah kita senantiasa meningkat.

Allah swt berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS : An-Nisaa : 136)

Pada ayat mulia ini Allah swt memerintahkan orang beriman untuk beriman, maksudnya orang beriman disuruh untuk menguatkan imannya, meningkatkan imannya.

Dasarnya ialah, pembelajaran, pendalaman, pengamalan dan penghayatan rukun iman. Ilmu yang benar tentang rukun iman, adalah landasan pengamalan iman yang benar.

Pengamalan iman yang benar adalah sumber kekuatan jiwa untuk pengamalan jaran Islam sebanyak mungkin semaksimal kemampuan.

3. Optimalisasi Pengamalan Ibadah

Kewajiban ketiga dalam Islam ialah, optimalisasi pengamalan ibadah kepada Allah swt. Kita semua telah memahami bahwa ibadah adalah tujuan penciptaan kita, tujuan hidup kita. Allah swt berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS : Adz-Dzariyat : 56)

Pengamalan ibadah dilakukan melalui :

• Ibadah Mahdhah/ibadah khashshah (ibadah khusus seperti : Shalat, Zakat, Shaum dan Haji) dengan niat yang ikhlas dan mengikuti sunnah Nabi saw.

• Ibadah ‘Ammah (ibadah umum) yaitu : semua aktifitas positif yang tidak melanggar syari’at Islam, dengan niat ikhlas.

Allah swt berfirman :

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ.

Katakanlah, “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS : Al-An’am : 162-163)

Pengamalan ibadah menghendaki pembelajaran yang benar terhadap rukun Islam/fiqhi ibadah, pengamalan ibadah mahdhah setiap hari, memperbanyak ibadah sunnah, memperbanyak dzikir dan do’a serta tilawah Al-Qur’an.

Selain itu senantiasa mentaati Allah swt dalam semua aspek kehidupan, berniat ikhlas pada setiap aktifitas dan memperbanyak istighfar.

Inilah kerangka awal yang dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran dan dasar pengamalan ajaran Islam yang lebih sistematis, lebih teratur, lebih jelas menuju peningkatan keshalihan yang berkesinambungan.

Semoga Allah meridhai dan merahmati kita semua. Amin. Bersambung …..

Doa Memohon Tambahan Iman

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيْمَان وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا وَكَرِّه إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ

“Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada iman dan hiasilah iman di hati kami. Dan jadikanlah kami benci kepada kekafiran, kefasikan dan dosa. Dan jadikanlah kami orang-orang terpimpin.”

Oleh: Mudzakkir M. Arif, Ma

Materi Kultum Tentang: Sistematika Hidup Berislam (2)

Sistematika hidup islami

Lanjutan dari materi sebelumnya…

4. Kewajiban Akhlak Islami

Kewajiban keempat dalam sistematika hidup berislam ialah kewajiban mengamalkan akhlak Islami.

Oleh karena akhlak Islami menjadi tolak ukur kesempurnaan iman.

Rasulullah saw bersabda :

أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya.” (H.R Bukhari)

Akhlak Islami adalah indikasi keimanan setiap muslim. Semakin baik akhlak seseorang, itulah tanda imannya yang paling tinggi dan kuat.

Sebaliknya, akhlak jelek adalah bukti kelemahan dan kerendahan imannya. Selain itu, akhlak Islami adalah buah yang nikmat dari ibadah, akhlak Islami adalah tanda keberhasilan ibadah. Allah swt :

إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS : Al-Ankabut : 45)

Orang yang baik akhlaknya ialah orang yang menghayati shalatnya. Sebaliknya, orang yang jelek akhlaknya ialah orang yang tidak menghayati ibadah shalatnya.

Bila dalam keseharian sosial kita menjumpai ada orang yang baik akhlaknya tapi ia malas shalat, itulah contoh cara berislam yang tidak sistematis.

Sama dengan orang yang baik ibadahnya tapi melakukan syirik dan bid’ah. Atau orang yang baik ibadahnya, baik akhlaknya, tapi malas belajar Islam. Inilah contoh-contoh pengamalan Islam yang tidak teratur.

Pengamalan akhlak Islami dimulai dari akhlak Islami kepada ibu dan bapak, kemudian kepada suami dan istri, adik dan kakak, kerabat dekat, tetangga, guru, kawan dan sahabat, sampai kepada setiap muslim dan sesama makhluk.

Inti akhlak Islami ialah ihsan/berbuat baik. Bahwa kita berusaha keras untuk senantiasa berbuat baik kepada semua orang yang berada di lingkungan kita, dan semua orang yang kita temui.

Setiap ihsan inilah yang kita amalkan dalam bentuk ucapan salam bila kita bertemu, sikap sopan dan lemah lembut, selalu ingin membantu dan membahagiakan sesuai dengan ajaran Islam, membesuk orang sakit, melayat jenazah, memenuhi undangan yang sesuai dengan syari’at Islam, berlaku jujur dan adil, menepati janji, menghargai orang lain, menjaga amanah, dst.

Demikianlah kita menata kepribadian kita dengan akhlak Islami yang berdasarkan ilmu yang benar, tauhid yang benar dan ibadah yang benar.

Inilah perjuangan keseharian kita yang benar-benar kita perjuangkan setiap hari, sehingga kita menikmati peningkatan iman dan taqwa mencari ridha Allah swt.

5. Kewajiban Tazkiyatun Nafs

Kewajiban yang kelima dalam cara berislam yang sistematis ialah mangamalkan tazkiyatun nafs (pensucian jiwa). Ini adalah kewajiban setiap muslim yang sangat erat kaitannya dengan tauhid, ibadah dan akhlak.

Allah swt berfirman :

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams : 7-10)

Pensucian jiwa dari syirik, adalah tujuan dari tauhid. Pensucian dari dosa adalah tujuan dari ibadah. Pensucian dari sifat-sifat jelek adalah tujuan dari akhlak.

Semua itu memerlukan ilmu yang shahih. Semua itu membutuhkan pembelajaran yang berkesinambungan.

Agama kita mengajarkan akhlak yang mulia, bukan hanya prilaku lahiriyah semata, tapi termasuk dan terutama kondisi dan suasana jiwa yang bersih, sehat dan kuat.

Pensucian jiwa dari syirik, takabbur, hasad, dendam, bakhil, kebencian yang tidak beralasan syar’i, kemarahan yang tidak syar’i, kecintaan yang berlebih-lebihan terhadap dunia dan pensucian jiwa dari noda-noda dosa masa lalu dan masa sekarang. Allah swt berfirman :

يَوْمَ لاَ يَنْفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ. إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS : Asy-Syu’ara’ : 88-89)

Hati yang suci adalah syarat terwujudnya hati yang sehat. Hati yang sehat adalah awal terciptanya hati yang benar.

Hati yang kuat adalah tumpuan kemampuan pengamalan ajaran Islam secara keseluruhan.

Bukankah kita semua merasakan bahwa kekuatan kita dalam mengamalkan ajaran Islam bersumber dari kekuatan jiwa kita?

Bukankah kita semua merasakan bahwa tingkat kesabaran kita dan kemampuan kita untuk menahan penderitaan sesuai dengan kekuatan jiwa kita?

Sistematika kekuatan jiwa itu seperti yang telah dijelaskan di atas.
Tazkiyatun nafs diupayakan melalui ilmu yang benar, ikhlas dan khusyu’, taubat dan istighfar, dzikir dan do’a, cinta dan kasih sayang, senang membantu orang lain, penghayatan silaturrahim, sifat pemaaf dan tawadhu.

Dengan demikian, semakin terasa nikmatnya perjuangan pengamalan ajaran Islam kaffah dalam kepribadian kita secara sistematis.

6. Kewajiban da’wah dan nasehat

Kewajiban yang keenam dalam perjuangan membangun kehidupan Islami yang sistematis ialah mengamalkan da’wah yang bijak/nasehat yang lembut. Inilah fardu ‘ain/kewajiban setiap muslim. Allah swt :

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS : Al-Ashr : 1-3)

Bagian terakhir dari ayat terakhir surah ini menjelaskan kewajiban saling menasehati tentang kebenaran dan kesabaran. Allah swt berfirman :

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (QS : An-Nahl : 125)

Ayat ini juga menjelaskan kewajiban da’wah yang bijak dan nasehat yang baik.

Pengamalan da’wah yang bijak bukan hanya kewajiban para ulama, para ilmuan, para da’i, para ustadz, para guru dan dosen semata, tapi pengamalan da’wah dan nasehat sewajibnya diamalkan oleh setiap muslim, sehingga kita semua senantiasa menyaksikan ada gerakan nasehat di manapun kita berada, kita menyaksikan ada kepedulian keislaman keluarga dan masyarakat kita, ada pengingkaran sosial terhadap dosa di masyarakat.

Kalau setiap muslim berda’wah dan memberi nasehat niscaya kepedulian sosial meningkat, kontrol sosial semakin ketat, kutuhan dan kesatuan masyarakat semakin kuat, pencerdasan masyarakat juga berjalan dengan baik.

Hasilnya, kebaikan semakin tersebar dan kejelekan semakin tersisihkan. Tapi, kalau da’wah dan nasehat diabaikan oleh orang tua, diabaikan oleh guru dan dosen, diabaikan oleh para pejabat, tokoh masyarakat dan pengusaha, maka yang terjadi adalah kurangnya kepedulian terhadap keislaman masyarakat, kurangnya pengingkaran terhadap dosa, sehingga ahli dosa bebas sebebas-bebasnya melakukan dosa, bahkan menyebarkan dosa, maka masyarakat akan pecah, lemah dan tidak berdaya.

Akhirnya semua orang hanya bisa mengeluh dan berkeluh kesah menyaksikan dosa yang semakin meluas, tapi tidak melakukansesuatu dalam da’wah dan nasehat.

Marilah kita menyadari amanah dan d’wah yang diberkan oleh Allah swt kepada kita semua. Marilah kita berda’wah untuk memasyarakatkan Islam dan mengislamkan masyarakat muslim khususnya.

Demikianlah pembahasan tentang sistematika hidup berislam sebagai upaya memberikan wawasan singkat tentang bagaiman sebaiknya kita mengamalkan ajaran Islam yang tercinta ini.

Semoga Allah memberi hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Amin. Fastaqim (beristiqamahlah)!

Doa Meminta Keteguhan Iman

رَبنَّاَ لاَ تُزِغْ قلُوُبنَاَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau ; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” (QS : Ali Imran : 8)

Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA

Ceramah Singkat Tentang: Antara Cemas dan Harap

harap dan takut kepada Allah

Suasana batin seorang muslim senantiasa didominasi oleh perasaan cemas dan harap silih berganti.

Cemas akan dosa-dosanya, sangat takut pada adzab Allah didunia dan diakhirat, dan harapan yang sngat kuat pada ampunan dan rahamt Allah Yang Maha Penyayang.

Kedua perasaan yang paradoks itu senantiasa dimujahadahi agr senantiasa hadir dalam jiwa secara seimbang. Sehingga tidaklah kecemasannya membuat ia putus asa dalam hidup ini, dn tidak pula harapannya membuat ia seolah-olah memastikan dirinya sebagi wali Allah, yang pasti selalu benar, pasti selamat.

Diantara ayat-ayat yang menghedaki seorang mukmin itu cemas ialah :

Surah Al-A’raf :
Surah Al-Ma’arij :

Dan diantara ayat-ayat yang menghedaki seorang mukmin itu penuh harap pada rahmat Allah :

Surah Az-zmar :

Dalam realitas kehidupan sehari-hari kita sering menemukan orang yang berbangga dan berbahagia dengan dosa-dosa besarnya. Tengoklah mereka didiskotik, tempat pelacuran, night Club, pragaan busan pamer aurat, konser-konesr musik, acara-acara maksiat di TV, CD, bioskop, dan sebagainya.

Mereka seakan tidak takut pada adzab Allah. Mereka seakan tidak sadar bahwa seluruh krisis dan bencana yang menimpa kita selaku pribadi, rumah tangga dan bangsa, penyebabnya adalah dosa-dosa besar tersebut.

Allah berfiman :
Surh An-Nisa’ :

Disisi lain ada pula realitas kebanggaan yangterkadang telah sampai pada tingkat ketakburan dari sebagian orang-orang shaleh. Mereka berbangga dengan keshalehan mereka, ketaatn mereka kepada sunnah-sunnah Nabi SAW, lalu mereka merendahkan ahli maksiat, mereka memaki ahlidosa, bahkan memusuhi sesama ahli sunnah yangberbeda pendapat dengan mereka.

Mari menyadari bahwa ketakburan itu adalah penghalan datangnya rahmat Allah. Tak ada jaminan bahwa amal Ibadah kita sudah pasti diterima oleh Allah. Belum ada kepastian bahwa kita tidak melakukan penghancur amal kita sendiri.

Ingatkah kita bahwa Allah SWT dapat memasukkan hambanya keneraka hanya karena menyksa seekor Kucing ?. ( sebagaiman diterangkan dalam senbuah hadits ).

Dalam hadits lain diterangkan tentang seseorang masuk neraka karena akhlaknya yang buruk terhadap tetangga.

Sementara seorang pelacur dimasukkan oleh Allah kedalam surga hanya karena memberi minum seekor Anjing yang kehausan.

Semoga kita senantiasa mendapat hidayah dan taufiq agar hati kita senantiasa hidup, tersambung dengan Allah dengan persaan cemas dan harap yang seimbang yang mempercepat dan memperindah produksi amal shaleh kita semua.
Amin.

Kultum Pendek: Menyimak Nasehat Allah swt Lewat Alam

nasihat Allah lewat Alam

Setiap muslim dimotivasi oleh imannya untuk senantiasa meningkatkan keyakinannya, ibadahnya, akhlaknya, sesuai perintah Allah swt dan Rasulullah saw.

Demikianlah tabiat iman yang benar, selalu mengingatkan, selalu menasehati, selalu memotivasi untuk senantiasa lebih baik.

Iman inilah yang membuat seorang muslim senang pada nasehat, pelajaran Islam, ceramah, tulisan-tulisan Islam, serta semua saran peningkatan iman dalam arti seluas-luasnya.

Iman inilah yang membuat seorang muslim sensitif terhadap semua tanda kebesaran dan kekuasan Allah pada alam semesta, semua ayat Al-Qur’an dan sunnah Nabi saw, bahkan sensitif terhadap dosa dan kelalaian, yang pada gilirannya, memotivasi untuk bertaubat, beristigfar yang panjang dan khusyu’, memperbaiki diri dan memperbaiki orang lain.

Dalam konteks inilah kita melakukan renungan agar hati kita semakin sensitif secara imani, semakin halus dan lembut, semakin mampu dan kuat menangkap pesan-pesan Allah swt pada alam semesta dan dalam Al-Qu’an, semakin mampu dan kuat untuk mempertahankan kesadaran imani dan semakin kuat meningkatkan amal ibadah yang diridhai Allah swt.

Allah swt berfirman :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلْ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun (QS : Ali Imran 190-192)

Setiap hari, langit dan bumi menasehati kita agar kita mau sadar bahwa kita adalah makhluk yang amat sangat lemah sekali di hadapan Allah swt.

Setiap hari, langit dan bumi mengajak kita untuk menyadari betapa kecilnya kita di hadapan Allah swt. Mari kita simak nasehat Allah swt lewat langit dan bumi :

“Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. (QS : An-Nazi’at : 27-33)

Setiap hari, pergantian siang dan malam merupakan nasehat bagi kita semua untuk menyadari betapa besar kekuasan Allah swt.

Pergantian siang dan malam tidak terjadi dengan sendirinya. Mari kita simak nasehat Allah swt tentang pergantian siang dan malam :

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلاً تَسْمَعُونَ قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ(72) وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمْ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (QS : Al-Qashas : 71-73)

Allahu Akbar. Al-Qur’an benar-benar berbicara dengan logika kita. Al-Qur’an benar-benar mengajak kita berfikir. Kita befikir untuk beriman dan meningkatkan iman. Kita berfikir untuk menghayati cinta dan takut kepada Allah swt.

Kita befikir untuk menghayati khusyu’. Kita befikir untuk memperbanyak dzikir dan do’a. Kita befikir untuk menyebarkan ajaran Allah swt.

Kita berfikir karena fikiran yang dilandasi oleh iman, itulah yang sanggup menangkap pesan-pesan Allah, nasehat-nasehat Allah pada alam semesta dan pada Al-Qur’an.

Kita memang kurang berfikir, sehingga kita jarang membaca.

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

Kita memang kurang berpikir, sehingga kita masih kurang takut kepada neraka. Buktinya, kita masih banyak berbuat dosa. Buktinya, kita masih kurang perhatian kepada peningkatan ibadah.

Kita memang kurang berpikir, sehingga kita masih sering takabbur, lupa diri, tidak tahu diri, tidak menyadari diri kita sebagai hamba yang kecil, hamba yang lemah, hamba yang kotor, hamba yang busuk. Astagfirullah Al-‘Azim.

Kita memang kurang berpikir, sehinga masih kurang perhatian kita kepada Al-Qur’an, kurang membaca Al-Qur’an, kurang mempelajari Al-Qur’an, kurang semangat mempelopori pengajian Al-Qur’an, kurang keinginan mempelopori pendidikan Al-Qur’an.

Masih kurang perhatian kita kepada penyelamatan keluarga dan masyarakat kita dari murka dan adzab Allah swt.

Kita memang kurang berpikir, sehingga kita masih kagum kepada ahli dosa daripada ahli ibadah. Kita lebih kagum kepada orang kaya karena kekayaannya semata, dari pada penghafal Qur’an yang miskin.

Karena kita masih kurang berpikir, karena kita masih kurang mampu menangkap pesan-pesan Allah lewat alam semesta dan lewat Al-Qur’an yang kita anggap biasa-biasa saja, maka Allah swt menampakkan kekuasaan-Nya yang lebih dahsyat dengan menggerakkan alam tidak seperti biasanya, lalu terjadilah banjir, tersemburlah lumpur panas beracun, terjadilah gempa bumi, terjadilah tsunami, terjadilah longsor, gunung meletus, angin topan, puting beliung, kebakaran, kapal laut tenggelam, pesawat udara jatuh, dan sebagainya.

Sejak akhir tahun lalu, banjir dahsyat menimpa Aceh, tanah longsor menimpa beberapa daerah di Sumatera. Pada tanggal 20 Desember 2006 kapal Feri Sentosa 89 tenggelam di dekat pulau Bintan, kepulauan Riau.

Pada tanggal 28 Desember 2006 kapal Feri Star I tenggelam di muara Sungsang, selat Bangka. Pada hari yang sama, tenggelam pula KM Nur Budiman di perairan Luwuk. sehari setelahnya, jum’at, 29 Desember 2006 tenggelam pula KM Senopati di perairan Masalembo, dekat pulau Mandalika, Rembang, Jawa Tengah.

Pada hari Senin 1 Januari 2007 pesawat Adam Air boeing 737-400 yang lepas landas dari bandara Juanda, Surabaya menuju Manado, jatuh. Astagfirullah Al-‘Azim.

Iman kita mengatakan : Ini nasehat Allah kepada kita semua. Ini teguran Allah kepada kita semua. Allah swt menggerakkan makhluk-Nya untuk membangunkan kita dari kelalaian. Allah swt menggerakkan ciptaan-Nya untuk mengatakan kepada kita semua : “Kembalilah ke jalan Allah swt!”

Iman kita mengerakkan lidah kita untuk memperbanyak istigfar ketika hujan deras menghantam daerah kita yang seakan tidak mau berhenti. Istigfar yang panjang kita ucapkan melihat banjir di Makassar, Maros dan sekitarnya.

Kita beristigfar, memohon ampunan Allah swt, karena kita menyadari bahwa sangat banyak dosa dan pelanggaran kita. Sangat panjang daftar kesalahan dan kelalaian kita. Kita beristigfar karena kita takut kepada Allah.

Kita takut kalau Allah marah kepada kita, lalu kita diadzab oleh Allah. Na’udzubillah. Kita beristigfar, agar Allah menyayangi kita, agar Allah memaafkan dosa dan kesalahan kita.

Iman kita menggerakkan kita untuk cepat-cepat ke masjid pada waktu-waktu shalat, termasuk pada shalat shubuh. Kita menegakkan shalat secara lebih tenang, lebih khusyu’, lebih lambat, lebih dihayati.

Iman kita menggerakkan kita untuk rajin shalat sunnah rawatib, qiyamullail, shalat dhuha, rajin membaca Al-Qur’an, membaca tulisan tentang Islam, rajin mengikuti pengajian, rajin bersedekah, rajin memberi nasehat kepada keluarga dan masyarakat.

Demikianlah kerja iman setelah ia memahami nasehat-nasehat Allah swt pada alam semesta dan pada Al-Qur’an.

Demikianlah iman ini membawa kita pada spiritualitas yang dalam, tinggi dan kuat, sehingga kita semakin bahagia, semakin tenang, semakin bijak, semakin kuat, semakin mulia.

Demikianlah seharusnya kita menyerap pesan-pesan Allah yang disampaikan lewat alam ciptaan-Nya.

Tapi, jika sekiranya iman kita belum menggerakkan kita untuk bertaubat nasuha, belum memotivasi untuk bersungguh-sungguh beribadah, belum mendorong bersungguh-sungguh memperbaiki diri dan memperbaiki orang lain, bisa kita bayangkan alangkah lalainya kita!

Alangkah kerasnya hati kita! Alangkah lemahnya iman kita! Alangkah parahnya penyakit di hati kita!

Jika sekiranya, setelah kita melihat semua musibah yang menimpa saudara-saudara kita, lalu kita hanya beristigfar beberapa kali, setelah itu kita kembali menikmati dosa, kembali kepada kemalasan beribadah, kembali pada kesibukan menipu, menzalimi orang lain, tetap membiarkan keluarga kita dalam kelalaian, mari kita bertanya pada diri kita : di mana iman saya? Bukankah ini yang disebut “punya mata tapi tidak melihat”? “punya hati tapi tidak berpikir”?. Na’udzubillah. Astagfirullah.

Mari kita simak firman Allah swt berikut ini :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنْ الْجِنِّ وَالْلإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمْ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS : Al-A’raf : 179)

Mari katakan kepada diri kita masing-masing : “Saya orang beriman”. Saya muslim-muslimah. Saya mu’min-mu’minah”. “Saya sadar. Saya taubat”. “saya bangkit. Saya perbaiki diri”. Fastaqim (beristiqamalah)!

Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA

Materi Kultum Tentang Taubat

tata cara taubat

1. Pengertian Taubat :

Taubat adalah kembali ke jalan Allah.

Taubat adalah meninggalkan dosa, menyesali dosa, memohon ampunan Allah, berjanji kepada Allah untuk tidak mengulangi dan mengembalikan hak-hak sesama manusia / meminta ridhanya.

Taubat adalah inti iman kepada Allah Swt.

2. Landasan Syar’i Kewajiban dan Kemuliaan Taubat :

• QS. At-Tahrim : 8
• QS. An-Nur : 31

3. Panduan Pengamalan Taubat :

1. Memaksa diri untuk meninggalkan dosa.

2. Memaksa diri untuk memohon maaf kepada orang yang pernah kita sakiti.

3. mengamalkan wirid istigfar 100 x sehari.

4. Menegakkan shalat Dhuha minimal 2 rakaat.

5. Memaksa diri untuk meperbanyak ibadah, tilawah, sedekah, da’wah, dzikir, sebagai tebusan atas dosa-dosa masa lalu.

4. Panduan Penghayatan Taubat :

1. Menghadirkan ke dalam hati bahaya dosa dan kelalaian.

2. Menghadirkan ke dalam hati keMaha Pengampunan Allah Swt.

3. Menghadirkan ke dalam hati rasa penyesalan yang mendalam setiap kali berbuat dosa dan kelalaian.

4. Mengucapkan dalam hati janji kepada Allah untuk tidak mengulangi dosa.

5. Membahagiakan diri dengan taubat.

Materi Kultum Singkat Tentang Tawakkal

tawakkal kepada Allah

1. Pengertian Tawakkal :

Tawakkal ialah penyerahan segala urusan kepada Allah dengan usaha yang maksimal.

Tawakkal adalah sikap mengandalkan keMahakuasaan Allah Swt.

Tawakkal melahirkan optimisme dalam segala urusan dan ridha menerima segala keputusan Allah Swt.

Tawakkal adalah substansi Iman dan konsekuaensi syahadat.

2. Landasan Syar’i Kewajiban dan Keutamaan Tawakkal :

• QS. Al-Anfal : 2
• QS. Ali-Imran : 159
• QS. Ali-Imran : 122
• QS. An-Naml : 79
• QS. At-Thalaq : 13

3. Panduan Pengamalan Tawakkal :

1. Tawakkal sebelum berusaha.

2. Tawakkal pada saat berusaha.

3. Tawakkal sesudah berusaha.

4. Melakukan kajian pendalaman tawakkal.

5. Mempelajari sejarah para ahli tawakkal.

6. Mengucapkan lafadz tawakkal.

4. Panduan Penghayatan Tawakkal :

1. Melakukan renungan untuk penghayatan keyakinan pada keMahakuasaan Allah Swt.

2. Menghadirkan ke dalam hati jaminan Allah Swt terhadap hambaNya yang bertawakkal.

3. Menghadirkan ke dalam hati perasaan lega dan bahagia setelah menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt.

Kultum Singkat Menarik Tentang Akhlak Mulia

Akhlak mulia

1. Pengertian Akhlak Mulia :

Akhlak mulia ialah : Prilaku yang indah, pergaulan yang islami dengan semua orang dan sesama makhluk. Akhlak mulia adalah Fardhu ‘Ain, barometer iman dan tolak ukur efektifitas ibadah, bahkan menjadi amal penentu untuk masuk syurga yang abadi.

2. Landasan Syar’i Kewajiban dan Kemuliaan Akhlak :

QS : An-Nisa’ : 36-37
QS : Al-Baqarah : 177
QS : Ali Imran : 133-136
QS : Al-Furqan : 63-77
QS : Al-Qalam : 4

Rasulullah Saw bersabda :

بعثت لأ تمم مكارم الأخلاق

“Aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak Mulia”.

أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا

“Orang mu’min yang paling sempurn imannya ialah yang paling baik akhlaknya”.

3. Simpul-Simpul Akhlak Mulia :

1. Cinta Tulus
_ penghargaan, kejujuran, nasehat bijak, kasih sayang, berjiwa pendidik.

2. Kemauan untuk membantu orang lain _ dermawan, silaturrahim, membesuk orang
sakit, dst.

3. Kesucian hati

_ tawadhu’, pemaaf, peramah, tidak mencari aib
orang lain, tidak berghibah, tidak mengadu domba.

4. Berpikir positif
_ kreatif dalam akhlak, tidak berbuat sia-sia,
husnuzhzhan, senang menambah sahabat dan setia dalam persahabatan.

5. Syukur
_ sabar, optimis, pandai berterima kasih, pandai
memuji, menjaga kebersihan dan keindahan.

4. Panduan Pengamalan :

1. Mulailah akhlak mulia dari yang mudah, dan mulailah menerapkannnya kepada kedua orang tua terlebih dahulu, kemudian kepada saudara dan seisi rumah.

2. Lakukanlah pemaksaan-pemaksaan diri untuk pengamalan akhlak-akhlak tertentu, untuk peningkatan kepribadian.

3. Lakukanlah pembelajaran-pembelajaran akhlak dengan mengikuti pengajian akhlak, membaca buku akhlak, minta nasehat dari orang yang bijak, dst.

Kultum Terbaik Tentang Dakwah

dakwah islamiyah

1. Pengertian Da’wah :

Da’wah berarti seruan kapada ajaran Islam. Ajakan yang bijak dan mendidik untuk mengamalkan ajaran Agama Islam.

Da’wah bertujuan untuk Islamisasi semua aspek kehidupan bermasyarakat.Da’wah Islamiyah adalah Fardhu ‘Ain. Wajib atas setiap muslim dan muslimah.

2. Landasan Kewajiban dan Kemuliaan Da’wah :

QS : An-Nahl : 125
QS : At-Taubah : 71
QS : Fusshilat : 33
QS : Al-Ashr : 2 – 3
QS : Ali Imran : 104 & 110
QS : Al-Hajh : 40-41
QS : Yunus : 108

3. Kiat-Kat Pengamalan Da’wah :

1. Memberi nasehat kepada minimal 1 orang setiap hari.

2. Mengajarkan membaca Al-Qur’an (TPA atau semacamnya).

3. Mengajak orang untuk meramaikan pengajian / majelis ta’lim.

4. Mempelopori pembentukan pengajian.

5. Membagikan lembaran Da’wah / bacaan Islami.

6. Menghiasi dinding rumah dengan tulisan-tulisan bernilai da’wah.

7. Melakukan silatirrahim kepada kerabat dan tetangga untuk tujuan da’wah.

8. Mengunjungi orang sakit dan melayat jenazah untuk tujuan da’wah.

9. Melakukan da’wah Fardiyah (memfokuskan da’wah pada satu orang / beberapa orang secara terpisah).

10. Memperlihatkan keteladanan dalam ibadah dan amal shaleh untuk tujuan da’wah.

4. Kiat-Kiat Penghayatan Da’wah :

1. Menghadirkan ke dalam hati jaminan Allah dan Rasul-Nya bagi orang yang berda’wah.

2. Menghadirkan ke dalam hati, semangat pembelaan terhadap ajaran Islam yang hendak dihapuskan oleh musuh-musuh Islam lewat Al-Ghazwul Fikri.

3. Menghadirkan ke dalam hati rasa bahagia dengan kerja-kerja da’wah, karena kita telah membantu agama Allah Swt dan telah menunaikan perintah Allah secara maksimal.

Materi Kultum Singkat Tentang Rumah Tangga Islami

keluarga muslim

1. Pengertian Tarbiyyah Rumah Tangga Islami :

Tarbiyyah Rumah Tangga Islami ialah : Pembinaan Rumah Tangga Islami. Perjuangan Islamisasi Rumah Tangga. Kesungguhan dan kerja keras dalam menetapkan ajaran Islam dalam kehidupan rumah tangga dan seisinya.

2. Landasan Syar’i Tarbiyyah Rumah Tangga Islami :

QS : At- Tahrim : 6 QS : Thaha : 132 QS : Al- Furqan : 74

3. Panduan Tarbiyyah Rumah Tangga Islami :

1. Mengadakan forum Nasehat seisirumah.

2. Mengadakan Tadarrus Al-Qur’an seisi rumah.

3. Kesepakatan suami-istri dalam planning pendidikan anak.

4. Program buku wajib untuk seisi rumah.

5. Pemantapan Ibadah Shalat seisi rumah.

6. Pastikan rumah kita bebas syirik, khurafat,dan bid’ah.

7. Program silaturrahim kepada kerabat dengan tetangga.

8. Pemantauan pergaulan pria-wanita seisi rumah.

9. Pemantauan Akhlak mulia seisi rumah.

10. Pastikan rumah kita bebas uang haram!.

4. Penghayatan Tarbiyyah Rumah Tangga Islami :

1. Renungan pada Tanggung jawab Rumah Tangga Islami di hadapan Allah Swt

2. Renungan pada urgensi anak-anak Shaleh.

3. Renungan terhadap gencarnya arus Al-Ghazwul fikri.

4. Renungan peranan tarbiyah dalam mewujudkan Rumah Tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah, yang diberkati, diridhai, dan dirahmati Allah Swt.

5. Renungan pada kemuliaan perjuangan tarbiyyah Rumah Tangga Islami dibarengi dengan do’a tiada henti.

Ceramah Singkat Tentang Lailatul Qadar

malam lailatul qadar

Pengertian Lailatul Qadr:

Lailatul Qadr ialah : Malam Ketentuan, malam kemuliaan, yang dikhususkan untuk umat Muhammad Saw. Malam ini adalah malam termulia dalam setahun, Malam ini adalah malam diturunkannya al-Qur’an.

Malam ini ada pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan dalam setiap tahun. Ibadah dan amal shaleh pada Lailatul Qadr, dinilai ibadah dan amal selama seribu bulan / 83 tahun secara berkesinambungan.

Landasan Syar’i Kemuliaan Lailatul Qadr:

QS : Al-Qadr : 1-5

Sabda Rasulullah Saw :

من قام ليلة القدر إيمانا و احتسابا غفرله ماتقدمم من ذنبه

“Siapa yang Qiyamullail pada Lailatul Qadr
karena dorongan iman dan keikhlasan, niscaya diampuni seluruh dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq Alaih).

Panduan Ibadah dan Amal Shaleh pada Lailatul Qadr :

1. Memperbanyak Do’a ini :

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنى

“ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Bukhari).

2. Memperbanyak/ memperlama Qiyamullail yang khusyu’ terutama pada akhir malam.

3. Memperbanyak tilawah al-Qur’an.

4. Bersedekah / berinfaq pada malam hari.

5. Memaafkan kesalahan orang lain / menghilangkan rasa dendam.

6. Memperbanyak dzikir dan khususnya istighfar pada waktu sahur.

7. I’tikaf di masjid.

Panduan Penghayatan Ibadah dan Amal Shaleh pada Lailatul Qadr:

1. Menghadirkan niat ikhlas dalam ibadah dan amal sahleh.

2. Mengoptimalkan khusyu’ dan kesungguhan beribadah .

3. Mengupayakan variasi ibadah dan amal shalesh.

4. Menghadirkan ke dalam hati jaminan Allah dan Rasulullah Saw.

5. Membahagiakan diri dengan Lailatul Qadr.

Kultum Singkat Tentang Tazkiyatun Nafs

manfaat tazkiyatun nafs
deals.weku.io

1. Pengrtian Tazkiyatun Nafs / Tazkiyah :

Pensucian jiwa. Yaitu pembersihan hati dari noda-noda dosa. Terapi penyakit-penyakit hati seperti : Takabbur, Hasad, Riya’, Dendam, Malas ibadah dan amal, Serakah, Bakhil, Pengecut, Benci kepada syari’at Islam, dst.

2. Kewajiban dan Keutamaan Tazkiyah :

QS. : Asy-Syams : 7-11 QS. : Al-Muthaffifin : 14

3. Kiat Pengamalan Tazkiyah :

1. Shalat berjama’ah di Masjid.

2. Shalat sunnah Rawatib, dan shalat-shalat sunnah lainnya.

3. Qiyamullai.

4. Shalat Dhuha.

5. Dzikir dan Tilawah.

6. Zakat, Infaq, Sedekah.

7. Memaafkan kesalahan orang lain dan meningkatkan cinta kepada setiap muslim.

8. Meninggalkan uang syubhat.

9. Aktif di pengajian, bertanya dan diskusi tentang Tazkiyah.

10. Nasehat / Da’wah (dalam pengertian yang seluas-luasnya).

4. Kiat Penghayatan Tazkiyah :

1. Kejujuran pada diri sendiri dengan mengakui penyakit-penyakit hati yang kita derita secara tegas !

2. Menghadirkan niat ikhlas pada setiap ibadah dan amal shaleh.

3. Menghadirkan ke dalam hati setiap kali melakukan ibadah dan amal shaleh bahwa kita sedang membasuh hati, mengobati hati, melatih hati dan menguatkannya.

4. Menghadirkan ke dalam hati semangat “Ightinam” / menggunakan kesempatan secepatnya, sebanyak mungkin sebelum kesempatan itu hilang.

5. Menumbuhkan kesadaran bahwa amal shaleh kita masih sangat sedikit, kelalaian kita masih sangat banyak, sehingga kita termotivasi untuk mengoptimalkan Tazkiyah.

Kultum Pendek Tentang Istigfar

manfaat istighfar

Pengertian Istighfar:

Istighfar ialah ucapan “ Astaghfirullah” Aku memohon ampunan kepada Allah, atau, “Astaghfirullahal ‘Adzim” Aku memohon ampunan Allah Yang Maha Agung.

أ ستغفر الله العظيم الذى لا إله إلا هو الحي القيوم و أ توب إليه

“ Aku memohon ampunan Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Kewajiban dan Fadhilah Istighfar:

Sabda Rasulullah Saw :

ا ستغفر الله و توبوا إليه، فإنى لأستغفر الله فى اليوم مائة مرة

“Beristighfarlah kamu kepada Allah, dan bertaubatlah kepada-Nya,
karena sesungguhnya aku (Nabi Saw) beristighfar kepada Allah 100 kali dalam sehari.”

من لزم الاستغفار جعل الله له من كلفرجا ومن كلهم ضيق مخرجًا و رزقه من حيث لايحتسب

“Siapa yang senatiasa beristighfar, niscaya Allah akan memberi kepada-Nya kebahagiaan pada saat susah, dan jalan keluar pada saat ia menghadapi kesulitan, dan rezeki dari yang ia tidak perkirakan.”
HR. Ibnu Majah.

Kiat Pengamalan Istighfar:

1. Ba’da Shalat.

2. Wirid istighfar 100 X.

3. Istighfar mutlaq.

4. Kaffarah majelis.

5. Istighfar setiap kali sadar telah melakukan dosa.

6. Istighfar waku sahur.

Kiat Penghayatan Istighfar

1. Menghadirkan ke dalam hati, satu dosa untuk satu istighfar.

2. Menghadirkan ke dalam hati, bahwa kita sedang membasuh hati dan menyikatnya setiap kali beristighfar.

3. Menghadirkan ke dalam hati, jaminan Allah dan Rasul-Nya Saw setiap kali kita beristighfar.

4. Mengupayakan untuk bahagia dengan Istighfar.

5. Menyadari sepenuhnya bahwa dosa-dosa kita yang membelenggu kita dari ibadah dan amal shalih.

6. Bebaskan diri dari belenggu itu dengan istighfar.

Materi Kultum SingkatTentang Iman Kepada Al-Qur’an

al qur'an al-karim

1. Pengertian Iman kepada Al-Qur’an :

Keyakinan yang tidak dicampuri dengan keraguan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci dari Allah swt sebagai pedoman hidup bagi manusia untuk bahagia, damai, mulia, selamat dunia dan akhirat.

2. Kewajiban Iman kepada Al-Qur’an :

* Qs. : Al-Isra’ : 9 * Qs. : Al-Baqarah : 4 -5 * Qs. : Yunus : 57

3. Pengamalan Iman kepada Al-Qur’an :

1. Membaca al-Qur’an setiap hari.

2. Meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik (Tartil / Tajwid) secara berkesinambungan.

3. Menikmati tilawah al-Qur’an Orang lain / dari Kaset Murattal.

4. Mempelajari makna ayat-Ayat al-Qur’an.

5. Menghargai al-Qur’an / sopan ketika meletakkannya.

6. Menghafal surah-surah pilihan.

7. Mengajarkan al-Qur’an.

8. Mempercayai semua ayat al-Qur’an, tanpa keraguan.

9. Membela al-Qur’an / marah ketika ada yang melecehkan al-Qur’an.

10. Mengajak orang lain untuk meningkatkan perhatian / kepedulian terhadap al-Qur’an.

4. Kiai-Kiat Penghayatan Iman kepada Al-Qur’an :

1. Menghadirkan ke dalam hati jaminan Rasulullah Saw setiap kali membaca / menghafal / mengajarkan al-Qur’an.

2. Menghadirkan ke dalam hati jaminan Allah Swt setiap kali mengamalkan ajaran al-Qur’an. (Ayat-Ayat Keyakinan).

Mengupayakan untuk bahagia dengan al-Qur’an.


Materi Kultum Yang Lain:


1 thought on “Kumpulan Kultum Singkat Terbaik dan Menarik

  1. Materi yang bagus, simpel mudah dipahami. terima kasih….

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.