Kumpulan Contoh Proposal

Contoh proposal – Bagi setiap akademisi, pasti sudah tidak asing untuk membuat contoh proposal maupun membuat proposal.

Proposal adalah syarat utama yang harus dipenuhi agar kegiatan bisa terlaksana. Karena itu, setiap akademisi juga harus bisa menyusun proposal sendiri.

Membuat proposal adalah langkah awal yang harus dilakukan ketika hendak melakukan penelitian maupun kegiatan.

Proposal yang diajukan pun bisa untuk tujuan mengajukan dana ataupun hanya persyaratan untuk mendapatkan izin melakukan kegiatan atau penelitian.

Jika kamu mencari di situs pencarian, kamu akan menemukan banyak sekali contoh proposal untuk berbagai tujuan.

Selain itu, ada juga struktur yang harus dipenuhi untuk membuat proposal tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang proposal dan struktur serta contohnya.

Contoh Proposal Penelitian

Ada beragam jenis proposal yang sering dibuat. Salah satunya yang sering dibuat oleh para mahasiswa adalah proposal penelitian.

Contoh proposal penelitian ini juga bisa dijumpai dengan mudah di berbagai situs pencarian.

Sebelum mulai membuat proposal penelitian, kamu khususnya para mahasiswa, wajib mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan proposal penelitian.

Selain pengertian proposal penelitian, penggunaan dan strukturnya juga penting untuk diketahui setiap mahasiswa.

Yang dimaksud dengan proposal penelitian adalah sebuah rancangan yang dibuat oleh peneliti sebelum mulai melakukan penelitian.

Penelitian yang dilakukan ini bisa digunakan untuk memenuhi tugas akhir maupun untuk membuat karya ilmiah lainnya seperti skripsi.

Di dalam proposal penelitian ini harus tercantum dengan jelas dan rinci tentang tujuan penelitian, hasil yang diperoleh, langkah-langkah yang akan dilakukan dan siapa saja yang mendukung penelitian tersebut.

Karena itu proposal penelitian ini harus dibuat sebelum peneliti mulai terjun ke lapangan.

Dalam menyusun proposal, ada beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan jenis penulisan lain.

Karakter itu antara lain misalnya dalam hal isi. Dalam proposal ini, isi yang dituliskan hanya fokus pada satu isu yang akan dipelajari lebih lanjut dalam penelitian.

Data yang digunakan juga berupa data primer dan kemudian ditunjang dengan adanya data-data sekunder.

Dari segi bahasa, apapun jenis proposal yang dibuat, apalagi proposal penelitian, tentu saja menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Struktur Penyusunan Proposal Penelitian

Selain karakteristik yang sudah disebutkan di atas, dalam membuat proposal juga ada struktur atau urutan penyusunan yang harus diperhatikan.

Untuk itu, di bawah ini akan dijelaskan tentang struktur penyusunan contoh proposal penelitian yang baik.

Halaman Judul

Hal pertama dan paling awal dalam penyusunan proposal penelitian adalah halaman judul.

Dari halaman judul ini pembaca bisa mendapat informasi awal tentang penelitian dan peneliti yang dilakukan, seperti nama peneliti, program studi, instansi dan yang paling penting adalah judul.

Daftar Isi

Setelah halaman judul, struktur selanjutnya adalah daftar isi. Pada bagian ini berisi daftar halaman pada setiap bagian proposal yang dibuat.

Di dalamnya juga harus mencantumkan bagian-bagian proposal secara keseluruhan.

Isi

Isi ini adalah bagian utama dalam proposal penelitian yang menjadi latar belakang diadakannya penelitian tersebut.

Isi juga masih dibagi ke dalam beberapa bagian lagi untuk memudahkan dalam penulisannya.

Untuk proposal biasanya terdapat tiga Bab yang harus dimasukkan, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Pendahuluan (Bab I)

Pendahuluan ini adalah bab awal yang biasanya berisi tentang hal-hal dasar seperti latar belakang penelitian, masalah-masalah yang akan diangkat, batasan masalah dan beberapa hal dasar lainnya.

Pada bagian pendahuluan ini juga dijelaskan tentang manfaat dari penelitian yang akan dilakukan, baik bagi peneliti maupun pembaca.

Yang juga ada di bagian ini adalah tujuan penelitian, baik itu tujuan umum maupun tujuan khusus.

Setiap contoh proposal yang baik harus mencantumkan hal-hal tersebut.

Berikut ini adalah contoh proposal pada bagian latar belakang yang merupakan salah satu bagian di dalam bab Pendahuluan.

Tingginya pengguna smartphone kian meningkat yang kemudian diikuti dengan penggunaan media sosial yang juga semakin masive. Sejalan dengan itu, tindak perundungan atau bullying yang menimpa anak-anak remaja pun ikut meningkat.

Perundungan atau bullying ini pun kian meluas dengan adanya peran sosial media yang banyak digunakan remaja. Perundungan kini tidak hanya terjadi secara langsung, bahkan juga terjadi di dunia maya.

Berdasarkan dua permasalahan yang terjadi di atas, kemudian sangat perlu untuk dilakukan analisa tentang bagaimana pengaruh sosial media terhadap tindak perundungan itu. Dengan begitu diharapkan nantinya bisa memberikan manfaat untuk mencegah tindak perundungan dengan dampak yang lebih buruk.

Tinjauan Pustaka (Bab II)

Masuk ke bagian isi proposal yang selanjutnya adalah tinjauan pustaka. Pada bagian adalah pemaparan tentang teori yang digunakan.

Di dalamnya juga terdiri dari beberapa bagian seperti landasan teori, kerangka teori dan kerangka konsep penelitian.

Pada bagian ini biasanya juga dijelaskan tentang penelitian sebelumnya yang serupa, baik menggunakan teori yang sama atau mengangkat isu yang sama namun dari sudut pandang yang berbeda.

Bagian terakhir adalah hipotesis yang ditawarkan oleh peneliti sebagai jawaban awal atas pertanyaan yang diajukan di bab I sebelumnya.

Metode Penelitian (bab III)

Selanjutnya adalah bagian yang akan menjelaskan metode atau cara Anda melakukan penelitian tersebut.

Sama seperti bagian sebelumnya, pada bab ini juga masih dibagi ke dalam beberapa bagian lagi.

Di dalam bab ini biasanya terdapat bagian tentang jenis penelitian apa yanng digunakan.

Dengan begitu, metode penelitian yang akan dijelaskan selanjutnya bergantung pada jenis penelitian ini, apakah kualitatif atau kuantitatif.

Maka, pada contoh proposal yang baik pasti akan menjelaskan tentang jenis penelitian yang digunakan terlebih dahulu sebelum mulai masuk pada pembahasan lainnya.

Daftar Pustaka dan Lampiran

Di bagian akhir juga harus dicantumkan daftar pustaka atau daftar rujukan yang digunakan dalam penyusunan proposal ini.

Daftar pustaka ini pasti ada dalam proposal penelitian karena untuk membuat tinjauan pustaka, penulis sudah pasti merujuk pada penelitian atau hasil karya orang lain.

Contoh Proposal Kegiatan

Selain proposal penelitian, jenis proposal lain yang juga sering dibuat adalah proposal kegiatan. Jenis proposal ini sangat berbeda dengan proposal penelitian.

Jika proposal penelitian sifatnya formal, maka proposal ini bersifat lebih semi formal, karena ada yang formal ada juga yang non-formal.

Pengertian proposal kegiatan juga hampir sama dengan proposal penelitian, yaitu rancangan yang dibuat untuk tujuan tertentu.

Bedanya jika proposal penelitian berisi tentang rancangan penelitian, maka proposal kegiatan berisi rancangan kegiatan.

Rancangan kegiatan yang dimaksud itu mencakup jenis kegiatan, pelaksanaan, tujuan penyelenggaraan, penyelenggara dan panitia pelaksana, serta yang paling penting adalah rancangan pendanaan.

Karena itu dalam contoh proposal kegiatan yang baik harus mencantumkan rancangan pendanaan, baik sumber dana maupun penggunaan dana tersebut.

Struktur Proposal Kegiatan

Sama seperti menyusun proposal penelitian, dalam menyusun proposal kegiatan juga ada struktur yang harus diikuti oleh penyusun. Struktur itu antara lain:

Halaman Judul

Bagian yang harus selalu adalah halaman judul sebagai informasi bagi pembaca.

Pada halaman ini biasanya berisi tentang tema/judul kegiatan, waktu dan lokasi pelaksanaan dan penyelenggara atau instansi maupun komunitas yang mengadakan kegiatan tersebut.

Latar Belakang Kegiatan

Tidak hanya proposal penelitian saja yang harus menjelaskan tentang latar belakang dilaksanakannya kegiatan tersebut. Dalam membuat contoh proposal kegiatan yang baik juga harus menjelaskan latar belakang diadakannya kegiatan tersebut.

Tujuan Kegiatan

Pada bagian ini harus menjelaskan tujuan kegiatan yang dilakukan tersebut. Tujuan kegiatan bisa disebutkan lebih dari satu tujuan.

Tema dan Nama Kegiatan

Yang tak kalah penting adalah tema dan nama kegiatan yang diusung. Biasanya tema dan nama kegiatan ini sejalan dengan latar belakang diadakannya kegiatan tersebut.

Misalnya dalam latar belakang dijelaskan kegiatan ini dibuat dalam rangka merayakan hari kemerdekaan.

Maka kemudian, tema dan nama kegiatan juga harus sesuai dengan latar belakang tersebut. Dengan begitu akan lebih menarik minat peserta maupun pemberi dana nantinya.

Bentuk Kegiatan

Setiap contoh proposal yang baik harus mencantumkan bentuk kegiatan yang akan dilakukan.

Bentuk kegiatan ini juga mengikuti tema dan latar belakang kegiatan tersebut.

Berbeda latar belakang pembuatan kegiatan juga pasti akan mempengaruhi jenis kegiatan yang akan dilakukan.

Penyelenggara

Penyelenggara kegiatan disini adalah penanggung jawab semua kegiatan yang akan dilakukan.

Biasanya berisi panitia beserta susunan panitia yang akan bertanggung jawab dalam semua kegiatan yang dilakukan. Penyelenggara ini biasanya terdiri dari satu kelompok atau organisasi tertentu.

Yang perlu diperhatikan dalam menulis penyelenggara ini harus ada nama atau kontak nomor penanggung jawab maupun sekretariat sebagai penghubung.

Peserta Kegiatan

Berdasarkan tujuan kegiatan yang sudah ditentukan, maka peserta kegiatan juga akan masuk dalam pertimbangan dibuatnya kegiatan tersebut. Peserta ini biasanya disesuaikan dengan segmen atau jenis kegiatannya.

Jadwal, Susunan Kegiatan dan Lokasi

Saat membuat contoh proposal kegiatan yang baik, penyusun harus menyertakan susunan kegiatan yang akan dilakukan, waktu pelaksanaan dan lokasi dilaksanakannya kegiatan tersebut.

Jika hal tersebut disusun dengan rapi, maka masyarakat, peserta maupun calon penyumbang dana bisa membaca dan mendapatkan informasi kegiatan dengan lebih jelas.

Susunan Panitia

Selain penyelenggara, yang juga harus dicantumkan dalam membuat proposal kegiatan adalah susunan panitia.

usunan panitia ini dibentuk berdasarkan tanggung jawab yang dipegang masing-masing individu untuk menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Rancangan Anggaran Dana

Hal paling penting yang tak boleh dilupakan dalam membuat contoh proposal kegiatan yang baik adalah rancangan anggaran dana.

Rancangan anggaran ini dibuat dalam dua bentuk, yaitu rancangan pemasukan dan rancangan pengeluaran.

Dengan adanya rancangan ini, nantinya penyumbang dana akan mengetahui alokasi dana yang sudah diberikan kepada pihak penyelenggara.

Dengan adanya anggaran dana ini, penyelenggara juga bisa mempersiapkan budget dengan lebih matang untuk menyelenggarakan kegiatan.

Penutup

Bagian terakhir adalah penutup yang berisi harapan-harapan yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Tak lupa pada bagian ini ada tanda tangan penanggung jawab dan ketua pelaksana kegiatan di dalamnya.

Itulah tadi penjelasan lengkap tentang beberapa jenis proposal yang sering dibuat, yaitu proposal penelitian dan kegiatan.

Keduanya memiliki struktur masing-masing yang harus dipenuhi penyusun untuk membuat proposal yang baik dan tetap sasaran.

Meskipun sama-sama rancangan, namun baik proposal kegiatan maupun penelitian memiliki struktur yang berbeda.

Dengan mengetahui segala hal tentang kedua jenis proposal tersebut, Anda kini sudah bisa membuat sendiri contoh proposal yang baik.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.