Hidup ini perlu renungan !

Dalam hidup keseharian, kita sering melihat dan merasakan beraneka ragam kontradiksi dan keajaiban yang menanti kepekaan kita semua untuk merenungkannya, agar tingkat kehidupan kita lebih meningkat dan lebih maju, secara positif.

Fenomena sehat dan sakit, selamat dan musibah, sempurna dan invalid, sukses dan gagal, kaya dan miskin, tawa dan tangis, tidur dan bangun, siang dan malam, kumpul dan pisah, dan seterusnya.

Semuanya adalah fenomena yang penuh dengan kontradiksi dan keajaiban yang tidak lepas dari hidup keseharian kita semua.

Benarkah semua terjadi secara kebetulan?

Benarkah semua itu hadir dalam pentas kehidupan ini, secara sia-sia tanpa tujuan ?
Atau, semua itu hadir untuk memberi pelajaran kepada umat manusia ?

Untuk menyerap pelajaran tersebut secara optimal, kita perlu meluangkan waktu untuk mengadakan renungan yang serius.

Hal itu, agar dapat menghasilkan pola fikir dan pola hidup yang sejalan dengan pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita setiap hari.

Mengabaikan renungan terhadap hakekat hidup ini, itulah yang menyebabkan banyak orang yang lupa Tuhan, bahkan lupa diri, sehingga ia merasa bebas berbuat semaunya tanpa ia sadar bahwa sikap hidup seperti itu sangat berbahaya untuk dirinya sendiri, cepat atau lambat !

Sebagai seorang muslim / muslimah yang beriman kepada Allah SWT yang telah merasakan kewajiban untuk taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, tidak kurang pentingnya kita melakukan renungan secara rutin.

Renungan ini perlu karena dalam hidup keseharian kita sangat merasakan bahwa iman dan ketaatan kita naik turun.

Seringkali kita merasakan iman kita naik secara optimal, tapi sering itu pula ia menurun !

Renungan terhadap hakekat hidup ini adalah upaya efektif untuk meningkatkan iman.

Selain itu, amal ibadah yang dibarengi dengan renungan, sangat jauh berbeda dengan amal ibadah yang tidak direnungkan.

Seperti misalnya ibadah Shalat. Shalat yang dilaksanakan penuh penghayatan, tak dapat disamakan dengan Shalat tanpa penghayatan.

Hasil Renungan

Renungan yang benar terhadap hahekat hidup ini, akan mengantarkan kita pada pengakuan terhadap kelemahan kita dihadapan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT, yang akan menggerakkan lidah kita untuk mengucapkan :

“Laa Hawla Walaa Quwwata Illa Billah” !

Satu ungkapan yang bernilai pengakuan bahwa kita ini kecil tak berkuasa, lemah tak berdaya dihadapan Allah SWT.

Milik-Nya seluruh kekuatan dan kekuasaan, milik-Nya seluruh keputusan dan kehendak, tak ada yang mencampuri urusan-Nya.

Sebagai bahan renungan , mari kita buka firman Allah Ta’ala dalam Surah :

1. Surat Ali Imran (3) Ayat : 26 – 27

2. Surat Al Waqi’ah (56) Ayat : 58 – 74

Bila nilai ungkapan “Laa Hawla Walaa Quwwata Illa Billah” dapat kita hayati, ia akan menjadi motor penggerak dalam kepribadian kita untuk mengaplikasikan ketaatan kepada Allah Yang Maha Kuasa !

Kita akan merasa dekat dengan Allah Yang Maha Pemurah, sehingga hidup kita bahagia, karena kita akan selalu kembali kepada-Nya dalam menghadapi segala problematika hidup ini.

Selain itu kita akan merasakan kemuliaan bersama Allah Yang Maha Kuat, yang dengan bersama-Nya, kita mampu mengalahkan bisikan syetan jin dan ejekan syetan manusia !

Kesimpulannya, hidup ini Mulia dan bahagia, bersama Allah SWT

Dan tak ada arti dari hidup ini, tanpa ketaatan kepada Allah SWT !

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.