Rumahku Syurgaku

Rumahku Syurgaku – Materi ini adalah ajakan untuk melakukan renungan singkat pada kiat-kiat rumah tangga bahagia, sebagai berkah ibadah dan amal shaleh kita seisi rumah.

Materi ini tidak hanya diperuntukkan untuk para pengantin baru yang baru memulai kehidupan rumah tangga, namun ditujukan bagi segenap keluarga muslim.

Materi ini penting dikaji setiap keluarga muslim demi tercapainya keluarga yang sakinah mawaddah dan dekat dengan nilai-nilai islam.

Urgensi Materi

Materi ini dinilai penting untuk direnungkan, berdasarkan beberapa faktor berikut ini :

1. Rumah tangga bahagia adalah idaman semua orang. Tapi tidak semua kebahagiaan itu bersumber dari ibadah dan amal shaleh. Kita mencari kebahagiaan imani, kerena itulah kebahagiaan hakiki.

2. Kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga bersifat fluktuatif. Untuk itu kita dituntut untuk bersikap antisifatif, sensitif, cepat tanggap dan cepat bangkit dari kelalaian. Di sinilah letak pentingnnya motivasi, renungan, nasehat, pengajian dan konsultasi.

3. Obsesi “Rumahku Syurgaku:” memerlukan konsep yang menyeluruh, mencakup pemahaman, keyakinan, Ibadah, amal shaleh, nasehat, serta sejumlah kiat dan program yang perlu dipelajari dan diamalkan.

Pokok-Pokok Materi

Pengertian “Rumahku Syurgaku”

1. Di rumahku kudapatkan kebahagiaan, kedamaian.

2. Di rumahku kudapatkan kemualiaan, penghargaan dan cinta kasih.

3. Di rumahku kudapatkan kepauasan, kemakmuran.

Penjelasan :

Saya tidak menuntut kesempurnaan dalam rumahku, tapi saya harus bahagia.

Saya tidak menuntut kesempurnaan dari seisi rumahku tapi saya berusaha untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik.

Saya tidak mengharapkan hidup tanpa problem, tapi saya berusaha untuk bahagia, mulia dan puas di tengah sejumah problem.

“Beginilah Syurga Dunia”

Bentuk-bentuk kebahagiaan berdasarkan sumbernya

1. Kebahagiaan alami (Thabi’i).

Yaitu : Kebahagiaan yang didapatkan dari makan, minum, istirahat, rekreasi, mendapat rezki, dst.

2. Kebahagaiaan karena kelalaian (Ghaflah).

Yaitu : Kebahagiaan dalam kemalasan, kebahagiaan tanpa dzikir.

3. Kebahagiaan karena dosa (Maksiat).

Yaitu : Kebahagiaan dalam syirik. Bahagia dengan meninggalkan shalat. Bahagia dengan kedurhakaan kepada kedua orang tua. Bahagia dengan judi, zina, riba, sihir. Bahagia dengan sifat-sifat bakhil, takabbur, hasad, pemarah, dst.

4. Bahagia kerena Ibadah dan Amal Shaleh (Imani).

Yaitu : Bahagia dengan Tauhid. Bahagia dengan shalat, shalat jamaah, shalat sunnah, shaum sunnah. Bahagia dengan dzikir dan doa. Bahagia dengan tilawah Al-Qur’an.

Bahagia zakat, Infaq, sedekah. Bahagia dengan Birrul walidain dan silaturrahim. Bahagia dengan sifat-sitat Thawadhu’, Pemaaf, Dermawan, Peramah. Bahagia dengan Da’wah dan Nasehat, bahagia dengan niat ikhlas pada setiap aktifitas.

Baca Juga:
• Tips Rumah Tangga Bahagia

Beberapa kaidah dan rambu kebahagiaan

1. Tak ada kebahagiaan tanpa niat dan usaha untuk bahagia.

2. Jangan gantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain.

3. Jangan mau bahagia dengan menzhalimi orang lain. Waspadailah kebahagiaan karena dosa !.

4. Kebahagiaan yang paling tinggi di dunia ini ialah kebahagiaan Iman di tengah penderitaan dan problem !

5. Kebahagiaan itu di hati. Dan hati itu diatur sepenuhnya oleh Allah Swt. Olehnya itu sambungkan hati kita dengan Allah Swt, pasti bahagia !.

Kiat-kiat kebahagiaan pribadi

1. Niat ikhlas pada setiap aktifitas.

2. Menghadirkan jaminan Allah dan RasulNya pada setiap kebaikan.

3. Memperbanyak niat baik, dan mengurangi niat jelek.

4. Memperbanyak dzikir, tilawah dan do’a.

5. Birrul Walidain dan silaturrahim.

6. Memperindah akhlak setiap hari.

7. Memperbanyak taubat, istiqhfar dan menjauhi dosa.

8. Menghadirkan rasa syukur kepada Allah, dan menghayati nikmat Allah setiap hari.

9. Mengupayakan kebersihan lahiriah dan menjaga kesehatan fisik, serta meningkatkan cita rasa keindahan dalam hati.

10. Menerima hidup dengan ridha, dengan penghayatan Iman kepada qadar Allah, berfikir positif dan memotivasi diri untuk maju dan selalu lebih baik.

Kiat-kiat kebahagiaan Rumah tangga

1. Melaksanakan kiat-kiat kebahagiaan pribadi.

2. Melaksanakan kewajiban semaksimal kemampuan, dan tidak terlalu menuntut hak.

3. Menerima pasangan dan anak kita apa adanya, sebagai karunia dari Allah yang wajib disyukuri.

4. Mencintai pasangan dan anak dengan ikhlas dan proporsional (seimbang dan mendidik), ucapkan dan nampakkan cinta itu setiap hari.

5. Meluangkan waktu untuk komunikasi dua arah yang tenang dan menyenangkan.

6. Membangun budaya kasih sayang, saling memaafkan, saling lemah lembut, saling membantu dalam kebaikan, saling terbuka yang beradab.

7. Membangun budaya cinta Ilmu, cinta Ibadah, cinta Islam, cinta Keluarga, cinta Kebersihan dan keindahan.

8. Membangun sikap optimis, lapang dada, jiwa besar dan berpandangan jauh.

9. Melakukan perubahan suasana rumah secara berkala (paling lama sekali setahun), lakukan perjalanan bersama, rekreasi bersama, tilawah bersama, nasyid bersama, dst.

10. Membangaun persahabatan yang baik dengan tetangga dan ustadz/ustadzah. Melakukan diskusi-diskusi ringan tentang “Baiti Jannati”, jangan segan/malu untuk konsultasi pada orang yang terpercaya.

والله أعلم بالصواب والله الموفق
والحمد لله رب العالمين

Oleh: Mudzakkir M. Arif, MA

Baca Juga:
• Wanita Yang Baik Menurut Islam

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.