Panduan Sholat Hajat

Sholat Hajat – Apa pun keinginan kamu, keberhasilannya akan ditentukan oleh kehendak Allah dan seberapa besar usaha kamu untuk menggapai hal itu.

Dua hal ini tidak boleh kamu pisahkan karena segala upaya yang dilakukan oleh seorang hamba akan kembali kepada kehendak Allah.

Oleh karena kamu mesti mengerahkan semua kemampuan dalam usaha menggapai keinginan atau cita-citamu sambil mendekatkan diri kepada kepada Allah.

Salah satunya ialah dengan mendirikan sholat hajat, namun amalan-amalan sunnah yang juga mesti tetap dijaga, seperti sholat dhuha, sholat malam, banyak berdzikir dan sedeqah.

Nah, pada tulisan kali ini, kita akan membahas salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah agar permohonan lebih cepat dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa, yakni sholat hajat.

Pengertian Sholat Hajat

Saat kita menginginkan sesuatu, baik berupa rezeki, jodoh, pekerjaan, dan lain-lainnya, perbanyaklah doa kepada Allah Azza Wajalla.

Selain itu, salah satu wasilah lain agar keinginan kita cepat terkabul, yaitu dengan melaksanakan sholat hajat.

Sholat hajat adalah sholat yang dikerjakan oleh seorang hamba yang ingin hajatnya atau kebutuhannya bisa dikabulkan oleh Allah Azza Wajalla dengan cepat.

Sholat ini dikerjaan sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Intinya, Sholat hajat merupakan sholat yang dikerjakan dengan tujuan agar permohonan kepada Allah lebih cepat dikabulkan.

Sholat ini merupakan sholat sunnah yang masih awam bagi sebagian kaum muslimin.

Sebagaimana juga banyak kaum muslimin yang masih awam tentang sholat tasbih, sholat taubah dan lainnya.

Baca Juga:
• Manfaat Puasa Senin Kamis

Hukum Sholat Hajat

Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat:

1. Sholat Hajat Tidak Disunnahkan

Kelompok pertama mamndang bahwa mengerjakan sholat hajat tidak ada sunnahnya dan tidak harus dilakukakan, bahkan Bisa Termasuk Dalam Bid’ah

Kelompok ini mengatakan bahwa hadits Abdullah bin Abi Aufa yang menerangkan sholat hajat tidak bisa dijadikan hujjah untuk mengamalkan sholat hajat karena hadits tersebut sangat lemah.

Karena hadits tersebut derajatnya lemah dan tidak dapat dijadikan hujjah, maka sholat hajat tidak disyariatkan dan tidak boleh diamalkan.

Siapa yang mengamalkannya bisa terjerumus dalam perbuatan bid’ah karena mengerjakan sesuatu yang tidak ada dalilnya atau dalilnya sangat lemah.

Namun dari hadits tersebut pula, ulama yang lain menyatakan akan adanya anjuran mengerjakan sholat hajat,

Dalam Ensiklopedia Fikih atau Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah (27:211) dikatakan,

“Para ulama sepakat bahwa sholat hajat adalah sholat yang disunnahkan”.

2. Disunnahkan Sholat Hajat

Kelompok ini membolehkan sholat hajat dan menganggap bahwa sholat hajat merupakan bagian dari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Seorang muslim disunnahkan mengerjakan sholat hajat untuk memperlancar urusan atau keluar dari sebuah permasalahan.

Hadits yang dijadikan hujjah oleh kelompok ini adalah hadits Utsman bin hunaif yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya: 4/138, At-Tirmidzi no.3578, Ibnu Majah no.1384, Ibnu Khuzaimah dalam shohihnya no.1219, Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir: 3/2, an Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no.1221.

Abu ishaq berkata, ‘hadits ini shohih’, At-Tirmidzi berkata, ‘Hadits ini hasan shohih ghorib’, Al-Hakim berkata, ‘Sanadnya shohih’, dan ini disetujui oleh Adz-Dzahabi. Syaikh Al-Albani juga menilai bahwa hadits ini shohih, dalam buku beliau At-Tawassul, hal.75-76.

Dari hadits di atas para ulama mengatakan bahwa dibolehkan melaksanakan sholat hajat, bahkan dianjurkan.

Siapa yang mengerjakannya, maka dia akan mendapatkan pahala atas sholatnya dan urusannya akan dimudahkan oleh Allah Ta’ala.

Dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah atau Ensiklopedi Fikih 27:211 dikatakan bahwa: “Para ulama sepakat bahwasanya sholat hajat adalah sholat yang disunnahkan”.

Imam Ibnu Majah membuat membuat bab hadits ini dengan perkataannya,

“Bab penjelasan tentang sholat hajat. Demikian juga, Imam Al-haitsami dalam Majma’ Zawaid: 2/565, dan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar, hal.157, ini juga merupakan pendapat Syaikh Salim Al-Hilali.

Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama terkait hukum sholat hajat, sholat ini adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah.

Sarana agar Allah mempermudah segala urusan kita, baik rezeki, pekerjaan, jodoh dan urusan-urusan yang lainnya.

Catatan:

Tidak boleh mengerjakan sholat hajat untuk kepentingan-kepentingan yang tidak dibolehkan oleh syari’at, seperti sholat hajat agar proses belajar ilmu hitam diperlancar, tenaga dalam, dan hal-hal lain yang dilarang oleh syari’at.

Keutamaan Sholat Hajat

Mengenai anjuran mengerjakan sholat ini telah kita uraikan di atas.

Untuk itu, bagi yang condong kepada pendapat yang membolehkan sholat hajat, hendaknya mengamalkan sholat hajat setiap kali menghadapi persoalan yang besar, entah untuk menggapai sesuatu atau keluar dari sebuah persoalan.

Selain ada anjuran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salllam sebagaimana dalam hadits Utsman bin hunaif, sholat hajat memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang mengerjakannya.

Berikut ini beberapa keutamaan sholat hajat:

1. Mendapatkan Pahala Dari Allah Azza Wajalla

Siapa pun yang mengerjakan sebuah ibadah, akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa pahala kebaikan, dalam hal ini termasuk sholat hajat bila dikerjakan benar-benar ikhlas karena Allah Ta’ala.

Ketika seseorang menunaikan sholat ini, ia telah mendapat catatan kebaikan di sisi Allah dari sholat hajat yang ia kerjakan sebelum apa yang dia inginkan dikabulkan atau terpenuhi.

Olehnya itu, hendaknya setiap muslim memperhatikan niatnya dalam mengerjakan ibadah ini. Jangan berniat semata-mata karena ingin memenuhi hajatnya.

Namun, hendaknya berniat melaksanakan ibadah sebagai bagian dari kepatuhan dan penghambaan kepada Allah Azza Wajalla.

2. Merasakan Ketentraman Dan Ketenangan

Ada ketenangan dan ketentraman yang dirasakan dalam hati setelah menyampaikan semua kebutuhan kepada Allah.

Dengan menyampaikan semua persolan yang kita hadapi, hati akan lega. Banyak orang selalu curhat setiap ada masalah karena merasa hatinya lebih lega setelah itu.

Namun, seringkali keliru dalam hal ini. Terkadang kita merasa kalau kita telah curhat kepada orang yang salah.

Niat kita menceritakan persoalan kita agar ia memberikan solusi.

Namun, justru ia mengumbar sana sini tentang apa yang pernah kita ceritakan.

Apakah anda juga pernah mengalami hal ini? Jika iya, maka anda telah curhat pada orang yang salah.

Lalu, siapa yang paling tepat kita jadikan tepat mengadu?

Percayalah, tempat terbaik untuk mengadu adalah Allah. Hanya Allah yang selalu terbuka atas segala persoalan yang diadukan kepadaNya.

Ketika anda punya masalah, mengadulah kepada Allah. Sampaikan semua yang ingin anda sampaikan.

Allah tidak akan berpaling dengan banyaknya persoalan yang anda keluhkan.

Ia tidak akan pernah jenuh dengan seringnya anda mengadu kepadaNya.

Meminta solusi kepada manusia perlu, namun meminta jalan keluar kepada Allah adalah yang terpenting.

Sejalankan keduanya, semoga dengan itu, persoalan anda segera terselesaikan dan keinginan anda segera terpenuhi.

3. Usaha Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah

Hati kita hendaknya senantiasa takut kepada Allah. Merasakan kalau kita selalu dalam pengawasan Allah. Dimana pun dan kapan pun.

Saat keinginan kita sulit tercapai, atau persoalan hidup kita tak kunjung selesai. Introspeksi dirilah.

Mungkin selama ini kita jauh dari Allah, banyak dosa, dan kurang amal kebaikan.

Ini penting. Dengan menyadari kekurangan kita, kita akan lebih mudah membuat planning perbaikan diri.

Perbanyaklah istigfar, banyak bersholawat, tasbih, tahmid, tahlil, dan lain-lain.

Kemudian tingkatkan ibadah, terutama ibadah shoat. Kerjakan sholat hajat dengan khusyu’ mengharapkan ridho Allah.

4. Harapan Dikabulkan Semua Hajat / Kebutuhan

Setelah berusaha keras, mengerjakan wasilah-wasilah untuk mencapai keinginan.

Selanjutnya kerjakan sholat hajat, lalu setelah itu baca doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta tambahkan dengan doa sesuai keinginan sendiri.

Sholat ini dikerjakan sebagai bagian dari upaya agar kebutuhan-kebutuhan cepat dikabulkan oleh Allah.

Segala mudah dan lancar dengan izin Allah. Jadikan sholat ini sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Inilah diantara keutamaan sholat hajat. Semoga dengan mengetahui keutamaan sholat ini, kita lebih termotivasi untuk mengerjakan ibadah sunnah ini.

Tata Cara Sholat Hajat

Sholat hajat terdiri dari dua rakaat, sebagaimana pendapat dari Malikiyah, Hambali dan masyhur dalam madzhab syafi’iyah.

Tidak ada waktu khusus mengerjakan sholat hajat, pelaksanaan dua rakaat sama denga pelaksanaan sholat-sholat sunnah lainnya.

Memulai sholat dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, membaca surah lain setelah Al-Fatihah, rukuk, i’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, tasyahud akhir setelah rakaat kedua, kemudian salam dua kali.

Jumlah rakaatnya adalah 2 rakaat kemudian salam, boleh lebih dari dua rakaat.

Baca Juga:
• Tata Cara Sholat Tahajud

Syarat Sholat Hajat

Syarat menunaikan sholat hajat sama dengan syarat-syarat sholat pada umumnya.

Sebelum mengerjakan sholat hajat, wajib bersuci dari hadats besar dan hadats kecil.

Membersihkan diri dari Najis. Berniat ikhlas mengerjakan ibadah ini semata-mata karena Allah Azza Wajalla.

Syarat lain yang wajib diperhatikan sebelum mengerjakan sholat hajat, yaitu menutup aurat, menghadap kiblat, serta mengerjakan sholat sesuai tuntunan sholat yang benar.

Tidak menambahkan bacaan-bacaan tertentu yang tidak diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Waktu Sholat Hajat

Sholat ini boleh dilaksanakan kapan saja, tidak ada waktu khusus.

Sebagian ulama menyarankan agar melaksanakan sholat hajat pada sepertiga malam terakhir atau setelah menunaikan sholat wajib.

Sangat dianjurkan pula mengerjakan sholat ini pada waktu-waktu yang yang utama.

Seperti sepuluh malam terakhir bulan ramadahan, atau sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah.

Namun tidak boleh dikerjakan pada waktu-waktu yang terlarang sebagaimana pada sholat-sholat sunnah yang lain.

Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah dalam sabdanya.

Dari abu Sa’id Al-Khudry, bahwasanya ia mendengar Rasulullah bersabda:

Dan Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:

Para ulama sepakat bahwa sholat yang tidak memiliki sebab, tidak boleh dilaksanakan di waktu terlarang tersebut.

Para ulama sepakat masih boleh mengerjakan sholat wajib yang ada’an (sholat yang masih dikerjakan pada waktunya) di waktu terlarang itu”.

Dari hadits diatas, para ulama menyimpulkan bahwa waktu terlarang untuk sholat itu ada lima.

1. Setelah Sholat subuh sampai matahri terbit

2. Dari matahari terbit sampai matahari meninggi, setinggi tongkat, sekitar 15 menit setelah matahari terbit.

3. Ketika matahri pas di atas kepala, tidak condong ke barat dan juga tidak condong ke timur (Tengah hari sebelum matahari tergelincir ke barat)

4. Setelah Sholat ashar sampai mulai matahari terbenam

5. Dari matahari mulai tenggelam pada sore hari hingga matahari tenggelam sempurna.

(Lihat Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 2: 205)

Catatan:

Sholat dilarang sholat di atas hanya berlaku untuk sholat sunnah yang tidak ada sebabnya atau sholat sunnah mutlak

Doa Sholat Hajat

Setelah menunaikan sholat hajat, maka selanjutnya ialah berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah dan setelah itu, boleh juga berdoa sesuai dengan yang kita inginkan.

Inti dari sholat hajat pada dasar ada pada doa ini, yang mana dalam doa ini orang yang mengerjakan sholat hajat menyampaikan hajatnya.

Sehingga hendaknya memperbanyak doa setelah menunaikan sholat hajat.

Kesimpulan

Apapun masalah yang kita hadapi. Rezeki yang belum sesuai harapan. Jodoh tak kunjung datang.

Berbagai macam urusan yang tak kunjung ada penyelesaiannya.

Dalam menghadapi semua itu, seharusnya seorang muslim mendekatkan diri kepada Allah Ta’al.

Hanya Allah yang sanggup mengabulkan apa pun yang diinginkan oleh seorang hamba.

Semoga Artikel ini bisa menjadi solusi bagi anda dalam usaha mencari jalan keluar atas permasalahan yang anda hadapi.

Semoga urusan anda lancar dan berkah dan senantiasa dalam lindungan Allah Azza Wajalla. Selamat menunaikan sholat hajat dan tetap istiqomah.

Baca Juga:
• Keutamaan Sholat Witir

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.