Tanda Tanda Husnul Khatimah

Tanda Tanda Husnul Khatimah – Masalah husnul khatimah merupakan perkara ghaib, namun ada beberapa tanda yang menjadi indikasi bahwa seseorang mengalami akhir yang baik.

Namun, ketika kita mendapati seseorang meninggal tidak mengalami tanda-tanda ini, bukan berarti dia meninggal dengan suul khatimah.

Hanya saja bila seseorang yang meninggal dunia dengan mengalami salah satu dari tanda-tanda husnul khatimah, hal itu merupakan kabar gembira dan kebaikan baginya.

Tanda Tanda Husnul Khatimah

Tanda tanda husnul Khatimah

Penjelasan mengenai tanda-tanda husnul khatimah merupakan karunia Allah kepada para hamba-Nya.

Tanda-tanda husnul khatimah (akhir hidup yang baik), diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Mengucapkan Kalimat Syahadat Disaat Menjelang Kematiannya

Ini merupakan tanda pertama yang menunjukkan bahwa orang itu meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Hal ini diperjelas dalam beberapa hadits, sebagaimana tersebut dalam kitab “Ahkam Al-Janaiz wa Bida’uha,”, diantara Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إَلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya (saat menjemput kematian) dengan mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah (tidak ada yang berhak disembah selain Allah) maka ia masuk surga.”

Oleh karena disunnah bagi keluarga atau orang-orang yang ada di sekitar orang yang hendak meninggal agar menuntun orang yang mau meninggal itu untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Bagi kita yang masih sehat, tentunya hendaknya mempersiapkan diri kita agar ketika berada di ambang kematian, kita bisa mengucapkan kalimat syahadat dengan lancar. Amin.

2. Meninggal Dunia pada Malam Jum’at atau pada Hari Jum’at

Meninggalnya seseoranag pada malam jum’at atau pada hari jum’at merupakan salah satu tanda kalau orang itu meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam;

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ ، إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim mati pada hari jum’at atau pada malam jum’at, melainkan Allah melindunginya dari fitnah kubur”

Maka, bergembiralah mereka yang meninggal pada malam jum’at atau pada hari jum’at. Semoga kelak, kita juga bisa meninggal pada malam atau pada hari yang mulia ini. Amin.

3. Mati Syahid terbunuh di Medan Perang

Orang yang mati syahid di medan perang termasuk diantara orang yang husnul khatimah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam AL-Qur’an pada surat Ali-Imran ayat 169-171.

Kemudian terkait dengan orang yang mati syahid di medan perang, Rasulullah bersabda;

“Untuk orang yang mati syahid di sisi Allah, ada enam keistimewaan: ‘Diampuni saat awal darahnya tertumpah, dia melihat tempatnya di surga, dilindungi dari siksa kubur, aman dari kutukan yang dahsyat, dihiasi dengan perhiasan iman, dikawinkan dengan bidadari, diberi kesempatan memberi syafaat pada tujuh puluh orang keluarganya.”

Ini keutamaan yang akan diporelah oleh orang mukmin yang mati syahid di medan perang. Maka, tak heran jika para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bercita-cita menjadi syahid di jalan Allah.

Bahkan diantara mereka ada yang bersedih karena meninggal di atas kasur padahal ia telah melalui banyak peperangan, namun tidak mati syahid di medan perang.

4. Mati Saat Berjuang di Jalan Allah

Hal sesuai dengan Hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Bagaimana kalian mengetahui orang yang mati syahid di antara kalia? Pata sahabat menjawab, ‘Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid’ Beliau menjawab, ‘Jika demikian, tentu orang-orang yang mati syhaid di antara imatku hanya sedikit’. Para Sahabat bertanya, ‘Jadi siapakah mereka wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang mati saat berperang di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang mati karena penyakit tha’un maka ia syahid, siapa yang mati karena sakit perut maka ia syahid, dan orang yang mati tenggelam maka ia syahid.”

Hadits menunjukkan bahwa siapa yang mati di jalan Allah, maka ia syahid. Dan orang yang mati syahid, maka ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Adapun yang dimaksud dengan sakit perut dalam hadits ini ialah busung air dan perut kembung. Dikatakan juga karena mencret (diare), dan juga setiap rasa sakit yang ada dalam perut.

5. Meninggal karena terkena penyakit tha’un

Orang yang terkena penyakit tha’un, lalu meninggal karena penyakit tha’un tersebut, maka ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Hal ini diperjelas oleh beberapa hadits, salah satunya yang telah disebutkan sebelumnya, dan juga sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam;

الطَاعُوْنُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

“Penyahkit Tha’un itu merupakan syahadah (menjadikannya syahid) bagi setiap muslim”

6. Meninggal karena Terkena Penyakit Perut

Orang yang sakit perut, lalu ia meninggal disebabkan sakit tersebut, maka ia termasuk orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda;

من مات في البطن فهو شهيد

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka ia syahid”

7. Meninggal karena tenggelam atau karena tertimpa reruntuhan

Siapa saja yang meninggal karena tenggelam atau karena ia tertimpa reruntuhan, maka ia syahid dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda;

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ : المَطْعُوْنُ ، وَالْمَبْطُوْنُ ، وَالغَرِقُ ، وَصَاحِبُ الهَدْمِ ، وِالشَهِيْدُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ

“Orang-orang yang mati syahid diantara umatku ada lima; Orang yang terkena penyakit tah’un, yang terkena penyakit perut, yang mati tengelam, yang terkena reruntuhan, danyang mati syahid di jalan Allah.”

Termasuk orang yang meninggal tenggelam ketika naik kapal dengan tujuan perniagaan, selama hal itu bukan untuk maksiat, maka ia termasuk dalam keadaan ini (syhaid karena tenggelam).

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa (24/293).

8. Mengeluarkan Keringat di Dahinya ketika Meninggal

Hal ini berdasarkan hadits Buraidah bin Al-Khashib Raadhiyallahu Anhu, bahwa ia pernah berada di negeri Khurasan untuk menjenguk salah seorang saudaranya yang dalam keadaan sakit, ia mendapati saudaranya sudah mati dan berkeringat di dahinya, maka ia berkata, “Allahu Akbar, saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda;

مَوْتُ المُؤْمِنِ بِعِرْقِ الجَبِيْنِ

“Matinya orang yang beriman adalah dengan berkeringat di dahinya”

9. Wanita Meninggal karena Melahirkan

Seorang wanita yang meninggal dunia karena melahirkan termasuk wanita yang syahid dan husnul khatimah.

Hal ini berdasarkan hadits Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjenguk Abdullah bin Rawahah, maka ketika turun dari tempat tidurnya, beliau bersabda;

أَتَدْرِي من شُهَدَاءُ أُمَّتِي؟

“Tahukah kamu, siapa orang-orang yang syahid di antara umatku?

Para sahabat menjawab, ‘Seorang muslim yang mati terbunuh dianggap syahid’. Maka beliau bersabda;

إنَّ شُهَدَاءَ أُمَتِيْ إِذاً لَقَلِيْلٌ، قَتْلُ المُسْلِمِ شَهَادَةٌ ، وَالطَاعُوْنُ شَهَادَةٌ ، والمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ شَهَادَةٌ يَجُرُّهَا وَلَدُهَا بِسَرَرِهِ إِلَى الجَنَّةِ

“Jika demikian, orangorang yang mati syahid di antara umatku tentu hanya sedikit, seorang muslim yang terbunuh adalah syahid, mati karena tha’un adalah syahid, wanita yang mati sebab sakit saat mengandung anaknya adalah syahid (anaknya akan menyeret ibunya dengan tali pusarnya menuju surga.)”

10. Mati Terbakar

Orang yang mati karena terbakar termsuk orang yang mati syahid dan husnul khatimah.

Ada beberapa hadits Raulullah shallallahu Alihi wa Sallam, yang paling mahsyur adalah hadits dari Jabir bin ‘Atik:

الشُهَدَاءُ سَبْعَةٌ سِوَى القَتْلِ فِي سَبِيْلِ اللهِ : المَطْعُوْنُ شَهِيْدٌ ، والغَرِقُ شَهِيْدٌ ، وصَاحِبُ ذَاتِ الجَنْبِ شَهِيْدٌ ، والحَرَقُ شَهِيْدٌ ، والَذِيْ يَمُوْتُ تَحْتَ الهَدْمِ شَهِيْدٌ ، والمَرْأَةُ تَمُوْتُ بِجُمْعٍ شَهِيْدَةٌ

“orang-orang yang mati syahid itu ada tujuh selain yang terbunuh di jalan Allah, yaitu; Orang yang mati karena terkena penyakit tha’un ia syahid, orang yang mati tenggelam ia syahid, orang yang mati karena punya penyakit lambung (infeksi pada lambung) ia syahid, orang yang mati karena terkena penyakit perut ia syahid, orang yang mati terbakar ia syahid, orang yang mati karena terkena reruntuhan ia syahid dan wanita yang mati saat melahirkan ia syahid”

11. Mati Karena Terkena Penyakit TBC (paru-paru)

Hal ini berdasarkan Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam;

“Mati di jalan Allah adalah syhaid, wanita yang mati saat melahirkan adalah syahid, orang yang mati kebakaran adalah syahid, orang yang mati tenggelam adalah syahid, orang yang mati terkena penyakit TBC adalah syahid, dan orang yang mati karena sakit perut adalah syahid.”

12. Mati mempertahankan harta benda dari orang yang ingin merampasnya

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda;

“Barangsiapa meninggal dunia karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain disebutkan: barangsiapa yang hartanya ingin dirampas kemudia ia mempertahankannya kemudia terbunuh) maka ia syahid.”

13. Mati karena mempertahankan diri dan Agama

Orang yang meninggal dunia karena mempertahankan diri dari orang yang mau membunuhnya, maka ia syahid.

Dan orang yang meninggal dunia karena mempertahankan Agama (Islam), ia meninggal dalam keadaan syahid.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:

مَنْ قَتَلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ ، ومَنْ قَتَلَ دُوْنَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ ، ومَنْ قَتَلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ ، وَمَنْ قَتَلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

“Barangsiapa meninggal dunia karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, barangsiapa meninggal dunia karena mempertahankan keluarganya maka ia syahid, barangsiapa meninggal dunia karena mempertahankan agamanya maka ia syahid, dan barangsiapa meninggal dunia karena mempertahankan jiwanya maka ia syahid.”

14. Mati Disaat Berjuang di Jalan Allah

Mengenai hal ini ada dua hadits, salah satunya:

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَذِيْ كَانَ يَعْمَلُهُ ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ ، وَأَمِنَ الفَتَّانَ.

“Terikat pada perjuangan di jalan Allah selama sehari semalam, lebih baik dari pada berpuasa dan bangun sholat malam sebulan, dan jika ia mati maka mengalirkan kepadanya pahala amalannya yang telah ia amalkan, rezekinya tetap dialirkan kepadanya, dan ia aman dari fitnah.”

15. Meninggal saat mengerjakan amal sholeh

Siapa saja yang meninggal dunia sementara ia sedang mengerjakan amal sholeh, seperti sholat, umrah, haji, puasa dan bentuk amal sholeh lainnya.

“Barang siapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah (tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah) ia mengucapkan karena mengharap wajah Allah, lalu ia berakhir hidupnya dalam keadaan seperti itu, maka ia pasti masuk surga. Barang siapa yang berpuasa suatu hari karena mengharap wajah Allah, lalu ia berakhir hidupnya dalam keadaan seperti itu, maka ia pasti masuk surga. Dan barangsiapa yang bersedekah dengan suatu sedekah karena mengharap wajah Allah, lalu ia berakhir hidupnya dalam keadaan seperti itu, maka ia pasti masuk surga”.

16. Orang yang dibunuh pemimpin yang dzalim karena mansehatinya

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah

“Penghulu orang-orang yang mati syahid adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib, dan seorang yang pergi menghadap kepada seorang pemimpin yang durjana, lalu ia menasehati dengan perintah dan larangan, lalu pemimpin itu membunuhnya”

Tinggalkan komentar