Kisah Urwah Bin Zubair

Urwah bin Zubair – Imam yang akan kita uraikan kisahnya pada tulisan kali ini adalah salah seorang tabi’in, salah satu dari tujuh ulama fikih Madinah, salah satu dari lautan ilmu, dan Imam dalam hal kesabaran dan keyakinan.

Az-Zuhri berkata, “Aku melihat Urwah sebagai lautan yang tidak dikeruhkan oleh ember kecil (yang menimpanya).” Siyar A’lam An-Nubala, 4/425

Sufyab bin Uyainah berkata, “Orang yang paling banyak tahu tentang hadits Aisyah ada tiga, yaitu: Al-Qasim bin Muhammad, Urwah bin Az-Zubair, dan Amrah binti Abdurrahman.” Tahdzib Al-Kamal, Jamaluddin Al-Mizzi, 20/8

Sekilas Tentang Urwah bin Az-Zubair

Abu Nua’iam berkata tentang Urwah, “Diantara mereka ada yang diberi apa yang diharapkannya, ilmu ditimba darinya karena pada dirinya ada usaha yang sungguh-sungguh,

Dia diberi kemampuan pribadi untuk melakukan ketaatan, maka dia mampu meraihnya, dan dia diberi ujian, maka dia mengharapkan pahala darinya.

Dia adalah Urwah bin Az-Zubair, seorang ulama mujtahid lagi gemar berpuasa.”. Hilyah Al-Auliya’ wa Thabaqat Al-Asfiya’, Abu Nua’im, 2/189

Pernyataan, “Ada yang diberi apa yang diharapkannya,” adalah isyarat kepada apa yang diriwayatkan Ibnu Abu Az-Zinad, dari ayahnya, di berkata:

“Mush’ab, Abdullah, dan Urwah (semuanya putera Az-Zubair), serta Ibnu Umar pernah berkumpul di Hijir Ismail (di Ka’bah), lalu mereka berkata, ‘Berangan-anganlah!’

Abdullah berkata, ‘Adapun aku, maka aku ingin menjadi khalifah.’

Urwah berkata, ‘Aku menginginkan ilmu ditimba dariku.’

Mush’ab berkata, ‘Aku ingin menjadi gubernur Irak, dan menikahi Aisyah binoti Thalhah dan Sakinah binti Al-Husain.’

Adapun Abdullah bin Umar, maka dia berkata, ‘Aku menginginkan ampunan.’

Mereka pun mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan mudah-mudahan Abdullah bin Umar telah diampuni dosa-dosanya.” Hilyah Al-Auliya’ wa Thabaqat Al-Asyfiya’, Abu Nua’im, 2/176

Para Imam kaum Muslimin adalah para Imam dalam hal ilmu, amal, kesabaran, dan keyakinan.

Urwah bin Az-Zubair mengukuhkan ilmu yang dimiliki bibinya, Aisyah radhiyallahu anhu tiga tahun sebelum wafatnya beliau.

Beliau banyak berpuasa , dan melaksanakan Qiyamullail dengan membaca seperempat Al-Qur’an setiap malam.

Dia mengalami luka di betisnya sehingga betisnya harus diamputasi. Namun dia menolak meminum khamar untuk mengurangi rasa sakit saat diamputasi.

Kemudian beliau memandang kakinya yang tergelatak di bejana besar setelah diamputasi, seraya berkata, “Demi Allah, Aku tidak pernah berjalan dengannya kepada kemaksiatan.”

Salah seorang puteranya meninggal, namun beliau memuji Allah dan berkata, “Segala puji bagi Allah, Dia mengambil salah satu putera dan meninggalkan enam putera untukku. Allah mengambil salah satu anggota tubuhku dan membiarkan tiga anggota tubuhku yang lain. Seseorang diberi ujian sesuai dengan kadar keimanannya.”

Nama Lengkap Urwah bin Az-Zubair

Beliau adalah Urwah bin Az-Zubair bin Al-Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qusha Al-Quraiysi Al-Asadi, Abu Abdillah Al-Madani Al-Faqih, salah seorang dari tujuh Ahli Fikih Madinah Al-Munawwarah.

Kelahiran Urwah

Khalifah berkata, “Urwah dilahirkan pada 23 H.”

Mush’ab bin Abdullah berkata, “Urwah dilahirkan enam tahun tersisa dari masa kekhalifahan Utsman.” Suatu kali, dia berkata, “Ia dilahirkan pada 29 H.” Siyar A’lam An-Nubala, Syamsuddin Adz-Dzahabi, 4/422

Ciri-Ciri Fisik Urwah

Muhammad bin Hilal berkata, “Aku melihat Urwah bin Az-Zubair tidak terlalu membiarkan kumisnya, tetapi dia mencukurnya dengan bagus.” Ath-Thabaqat Al-Kubra, Muhammad bin Sa’ad, 5/179


Kisah Menarik:


Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.